Sejak kecil, Dira terkenal sebagai anak yang berprestasi, terutama di bidang olahraga renang. Berkat hobi yang ditekuninya sejak kecil ini, Dira bisa dapat banyak medali dan piala. Tapi semenjak pacaran, Dira mulai jarang ngikutin kompetisi renang lagi. Puncaknya saat Dira hamil 4 bulan sementara pacar Dira pergi tanpa kabar. Dira harus rela putus sekolah di masa-masa menjelang Ujian Nasional. Kasian ya, Dira..

Nggak ada yang nyangka Dira bakal hamil, bahkan ia sendiri pun masih belum bisa menerima kenyataan dan selalu ngerasa terpuruk. Kehamilan itu memang bakal ngaruh banget ke semua aspek kehidupan, apalagi kalau belum siap. Waktu, hubungan dengan orang lain, bahkan mimpi dan cita-cita bisa jadi taruhannya. Nggak gampang memang, tapi bukan berarti kiamat, ada banyak cara untuk  bangkit kembali dan lebih semangat menatap masa depan.

Mencari dukungan orang yang  dipercaya

Ketika udah terlanjur hamil, biasanya orang pengen menyimpannya sendiri biar nggak bikin malu keluarga. Namun, sebenarnya hal itu nggak baik. Alih-alih diam, memberitahu orangtua atau orang-orang terdekat yang percaya itu penting biar bisa dapat bantuan yang dibutuhkan. Pilih momen yang pas, lalu ceritakan yang mereka perlu ketahui dan mengerti tentang situasi yang sedang dihadapi. Nggak usah takut dimarahi, dengan seiring waktu, mereka akan bisa memahami keadaanmu dan banyak bersabarlah dalam menghadapi mereka.

Sering-seringlah curhat ke orangtua, kakak, saudara, atau siapa pun yang dipercaya, karena butuh dukungan mereka sangat dibutuhkan untuk kesiapan mental menghadapi situasi berikutnya.

Konsultasi ke dokter secara rutin selama masa kehamilan untuk memastikan semuanya sehat dan baik.

Konseling, konseling, konseling!

Kesehatan jiwa ibu hamil yang usianya jauh di atas remaja saja bisa tidak stabil, apalagi pada remaja perempuan. Rentan sekali mengalami masalah kejiwaan seperti kecemasan dan depresi akibat ketidaksiapan fisik, mental, maupun finansial. Makanya, gimana pun sebaiknya tidak menyimpan kondisi ini sendirian, yes mungkin kuat tapi tetap akan butuh ‘tong sampah’ buat ngeluapin emosi dan pikiran.

Konseling itu bukan hanya untuk orang yang mengalami masalah kejiwaan lho. Setiap orang bisa memerlukan bantuan dari psikolog professional. Selain ngebantu kesehatan jiwa remaja dan orangtua dengan konseling juga bakal dapat informasi seputar pilihan yang mungkin  diambil beserta plus-minusnya! Ada banyak tempat yang bisa dituju, seperti puskesmas atau fasilitas kesehatan remaja untuk curhat dan konseling. Jadi jangan ragu buat konseling, ya ~

Lanjut mengerjakan hobi dan lanjutkan pendidikan

Memang sih, kehamilan itu bisa bikin kehidupan seseorang secara pribadi maupun sosial jadi berubah. Kaget iya, mungkin juga bingung sedih dan takut apalagi. Tapi bukan berarti hidup akan berhenti di situ aja. Ingat usia masih muda, masih banyak hal yang bisa dilakuin dan sayang banget kalau disia-siain. Tetaplah bersekolah, gimana pun caranya. Kalau pun harus keluar dari sekolah, masih ada guru privat yang bisa dipanggil ke rumah atau secara online. Selain itu, tetap lakukan hobi. Karena talenta yang dipunya ini adalah bekal buat mewujudkan mimpi di masa depan. Jangan nyerah, tetap fokus dan lakukan apa yang jadi kesukaan.

Satu hal yang sebaiknya dilakukan untuk masa depan adalah melanjutkan pendidikan. Bila tidak memungkin melanjutkan di sekolah pada umumnya, mungkin bisa dengan home schooling, belajar online atau mengikuti program yang secara khusus didisain untuk melanjutkan pendidikan bagi mereka yang terkendala agar bisa terus mencapai cita-cita.

Bikin Rencana Untuk masa depan

Cepat atau lambat, harus segera diputuskan apakah kehamilan akan dipertahankan dan dibesarkan secara mandiri atau nitipin anak ke orang yang dipercaya buat diasuh. Perkara masa depan juga harus dipikirkan matang-matang. Soal habis melahirkan apa yang baiknya dilakukan. Semua keputusan yang bakal diambil ini tentu ada konsekuensinya. Jadi jangan keburu-buru, obrolin dengan matang dan bijak. Pertimbangkan faktor emosi, psikologis, dan finansial serta akibatnya pada pilihan yang diambil. Jujurlah pada diri sendiri dan terbuka pada pengalaman orang lain yang pernah melalui situasi serupa. Duduk dengan pasangan dan orang tua dan ahli medis akan membantu dengan informasi dan dukungan yang diperlukan untuk memahami pilihan-pilihan yang ada dan merencanakan langkah berikutnya.

 

Hamil saat nggak menginginkannya emang terasa kayak mimpi buruk dan bikin frustasi.  Langkah yang bakal di tempuh itu nggak mudah, tapi percayalah, setiap orang itu kuat, dan pasti bisa melewatinya. Hal penting diingat adalah tubuhmu itu adalah milikmu dan sepenuhnya hakmu, maka berpikir bijaklah sebelum melakukan atau memutuskan sesuatu. Apapun keputusan yang diambil, teruslah mengejar mimpi ya!

  • 2.2K
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Artikel ini sudah melalui tahap review dr.Fransisca Handy, SpA