Internet adalah teman kita. Segala jenis komunikasi berjalan via medsos atau chat messenger. Karena itu, kadang gaya bicara “selow”-nya jadi kebawa saat remaja merangkai kalimat yang ditujukan pada orang yang lebih tua atau bahkan yang sifatnya formal dan profesional. Padahal kan gaya bicaramu sehari-hari dengan teman sebaya yang serba santai itu nggak bisa disamakan dengan gaya bicara dengan orangtua yang kesannya lebih formal. Apalagi buat urusan professional.

Nah, biar kamu lebih bisa membatasi dan mengoreksi gaya bahasamu, ini lo beberapa gaya ngobrol ‘santai’ yang sebaiknya nggak kamu tujukan ke orang yang lebih tua, apalagi kalau bicaranya via tulisan di pesan singkat.

Jangan lupa ucapkan salam dan perkenalkan diri terlebih dahulu

Kalau tiba-tiba ada orang nggak dikenal yang ngajak ngobrol soal “harga beras naik” saat kamu lagi makan sama pacar, kamu bingung nggak?

Ya kayak gitu perasaan orang yang kamu chat tapi kamu nggak memperkenalkan diri dan menyebutkan maksudmu terlebih dahulu. Yang harus kamu ingat, aturan paling standar dalam dunia komunikasi, terutama untuk komunikasi via chat atau email profesional, itu ya memperkenalkan diri. Sebutkan nama dan kepentingannya menghubungi apa. Kalau nggak gitu, ya jangan salahkan kalau chatmu dicuekin~

Nggak sabaran dan nggak sopan

Kadang kita peduli dengan orang yang diajak bicara saat berkirim pesan. Mau itu lawan bicaranya lebih tua hingga konteksnya yang formal, bahasanya selow aja. Pakai “ping” buat maksa balasan sampai pakai sebutan “lu-gue” dalam bahasa tulisan. Ini kan jelas nggak sopan.

Pakai kata yang disingkatnya kebangetan

Menyingkat kata memang akan menghemat waktu dan energi. Tapi kalau diterapin saat lagi berkirim pesan sama orang tua atau pesan yang sifatnya formal, yang ada pesanmu nggak bakal tersampaikan dengan baik.  Kamu lebih mudah mencerna mana?

“Saya mau makan” atau “Q mw mkn”?

Nggak apa-apa boros karakter sedikit, yang penting kan pesanmu tersampaikan dengan baik. Daripada nyingkat-nyingkat tapi lawan bicaranya nggak paham. Udah gitu dianggap nggak sopan lagi. Kan malah merugikan ~

Terlalu sering pakai istilah gaul yang cuma dimengerti sama anak remaja

Adi: “Halo bu, IMHO kalimatnya si Alfian ini OOT sih. Tapi ya, itu CMIIW, ya. Untuk tugas, nanti saya kirim ASAP deh”

Bu Lita: “Adi, itu kamu ngomong apaan? Kenapa mau ngirim asap ke saya? Saya punya infeksi pernafasan, kamu mau bikin saya sakit? Hah! Nilau kamu 0 buat pelajaran Ibu!”

Saat ini ada banyak banget bahasa atau istilah gaul yang sering dipakai untuk berkomunikasi. Mulai dari yang paling sepele sampai yang sebenarnya mengandung arti penting. Jangan sekali-kali kamu pakai istilah-istilah ini saat lagi chatting-an sama orang tua dan urusan formal. Istilah itu kan cuma dimengerti sama kamu dan orang-orang seumuranmu, bisa-bisa dianggap kurang ajar  dan bikin bingung kalau kamu menggunakannya pada komunikasi tertulis.

Penggunaan tanda baca yang nggak jelas

Tanda baca ini juga nggak kalah penting untuk memberi intonasi dan penekanan pada kalimat. Penggunaan tanda tanya, tanda seru, koma dan titik di tempat yang seharusnya penting untuk memberikan intonasi yang jelas pada hal yang kamu coba sampaikan.  Meskipun memang sih, kadang orang tua juga suka nggak menempatkan tanda baca dengan benar, makanya kalimatnya jadi terbaca datar aja kayak kereta api. Tapi kalau kamunya juga pakai tanda baca yang nggak jelas gitu, obrolanmu bisa ngalor-ngidul gak jelas nantinya.

Bukannya menjelaskan maksud dengan gamblang, malah pakai emot buat kode-kodean

Kehadiran fitur emoticon di pesan singkat memang jadi daya tarik tersendiri bagi para penggunanya karena bisa memperjelas maksud pesan lewat ekspresi yang dihadirkan. Tapi tetap jangan berlebihan pakai emoticon-nya. Bukannya memperjelas isi pesan, yang ada malah bikin bingung. Apalagi kalau pesan yang mau disampaikan sifatnya urgent atau penting, nggak usah kebanyakan pake emot-emot yang nggak jelas deh.

 

Mengobrol secara lisan dan tulisan itu beda aturannya. Apalagi kalau ngobrol tertulisnya kepada orang yang lebih tua dengan konteks formal pula. Perlu jaga sopan santun meskipun hanya lewat pesan singkat. Apalagi kalau ngobrolnya via email. Aturan seperti jangan lupa pake subject dan body text saat mengirim email formal juga harus kamu ingat. Kamu nggak bisa memperlakukan semuanya dengan sama. Kalau formal, ya pakai bahasa formal. Kalau bertukar pesan dengan yang lebih tua, bahasanya ya yang sopan

Coba deh biasakan menggunakan bahasa yang baik dan benar saat bertukar pesan. Kamu nggak mau kan dicap nggak sopan dan gagal di urusan formal cuma gara-gara bahasa doang?

  • 2.3K
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Artikel ini sudah melalui tahap review dr.Fransisca Handy, SpA