Kita pasti punya seenggaknya satu temen yang doyan banget bikin drama. Lagi ada masalah dikit sama pacarnya, sedihnya bisa berhari-hari lamanya. Nggak cuma itu, semua yang lagi dirasakannya selalu dijadiin status di media sosial. Termasuk cerita galau-galauannya.

Dengan segala kemudahan dan keseruan fitur yang ada di medsos, bukan berarti kamu bisa bagikan semua informasi yang kamu punya lo. Bukannya keren, justru kamu sendiri yang rugi. Kalau kamu ngotot upload hal-hal di bawah ini, jangan kaget kalau stalker dan orang jahat lainnya mengincarmu!

 

  1. Masalah pribadi yang lagi dialami

Masalah pribadi tuh nggak seharusnya diumbar di medsos yang dibaca oleh semua followermu. Bukannya dapet dukungan yang dibutuhkan, malah respons negatif yang menilai kamu lebay dan alay. Mendingan dicurhatin sama orangtua, kakak, adik, atau sahabatmu yang bisa kasih solusi, kan? Atau, kamu juga bisa kok curhat di tempat-tempat profesional kayak klinik remaja atau psikolog. Selain curhatanmu dijamin aman, kamu juga bisa dapat solusi yang jelas.

  1. Foto-foto mesra bareng pasangan

Posting foto bareng pacar nggak masalah kok, tapi juga ada batasnya dan pasanganmu harus setuju kalau fotonya diunggah lho. Kebanyakan posting foto-foto kalian yang lagi peluk atau cium-cium manja juga, kan bikin orang lain ilfil juga ngelihatnya. Belum lagi postingan soal chatting mesra atau sexting-mu dengan pasangan, selain nggak berfaedah, postinganmu bisa jadi bahan nyinyiran. Nggak mau kan hidupmu jadi nggak tenang karena diomongin dan dijauhi orang?

Satu hal yang jelas banyak ruginya posting foto-foto mesra karena banyak risiko yang mungkin gak kepikiran sama kamu. Misalnya kamu mempertaruhkan kepercayaan pasanganmu bahwa aktivitas berdua yang kalian lakukan bareng bakal diposting ke medsos dan diliat oleh banyak orang, juga yang tak kalah serem adalah risiko diincar sexual predators.

Selain itu, postingan tersebut potensial mengundang komen negatif yang tentunya nggak kamu harapkan. Dan terakhir yang juga penting diingat adalah bahwa jejak digital itu akan ada selamanya tersimpan meski sudah kita hapus. Karena itu kemungkinan foto-foto tersebut bisa dilihat oleh ortu dan keluargamu, atau bahkan oleh perusahaan atau lembaga yang akan merekrutmu untuk sebuah pekerjaan. Wah rugi banget kan, jangan sampe bye-bye dream job cuma karena hal ini.

  1. Aib orang lain apalagi teman atau keluargamu sendiri

Mengumbar aib orang lain dan menganggap hal ini iseng-isengan sama halnya dengan bullying. Dampaknya sama-sama menyakitkan bagi mereka yang jadi korban. Coba bayangin kalau kamu sendiri yang mengalaminya, punya foto atau video yang memalukan eh malah diunggah sama temanmu di medsos, sementara kamu nutup-nutupin aib itu rapat-rapat. Kalau kamu ingin dihargai privasinya sama orang lain, kamu pun harus menghargai privasi orang lain. Jangan sakiti orang lain kalau kamu juga nggak mau disakiti. Iya, ada hukum timbal balik di medsos lo.

  1. Boarding pass dan paspor

Ada lho yang suka banget share foto-foto perjalanan liburan dengan nunjukin boarding pass di medsos. Padahal, selain mengungkap info perjalanan, bagiin foto boarding pass juga ngasih detail info tentang identitasmu yang bisa disalahgunakan lo. Belum lagi tentang keseluruhan rencana perjalananmu kayak tempat tujuan dan sampai kapan kamu bakal ada di sana, yang bisa jadi ngundang orang-orang jahat justru mengetahui keberadaanmu. Sekaligus membahayakan kondisi rumah mu yang bisa diincar penjahat karena mereka tahu kamu sedang pergi dan rumahmu kosong. Hii seram kan!

Cara paling aman mau berbagi postingan liburanmu sebetulnya ala latepost. Foto-foto perjalanan kamu unggah ketika kamu sudah tiba di rumah.

  1. Berita hoax atau yang belum tentu benar

Adanya medsos ini juga kadang bikin orang-orang seenaknya sendiri menyebarkan info-info yang beredar di dunia maya tanpa mempertimbangkan kebenarannya. Inginnya jadi orang yang pertama kali tahu info-info terbaru, padahal belum tentu kebenarannya. Berita-berita hoax kayak gini bisa merugikan orang lain lo. Jangan jadi sumbu pendek ya, teliti dulu deh sebelum nyebarin berita. Belum lagi kalau kamu suka komentar-komentar kasar baik di postinganmu maupun di postingan orang lain yang akhirnya menyulut pertengkaran. Kamu mau komentar-komentarmu itu dikasusin? Makin ribet kan jadinya…

 

Nah daripada posting hal-hal semacam itu, mending gunakan medsos untuk hal-hal positif. Unggah posting yang bisa berdampak positif pada dirimu sendiri. Seperti prestasi, karyamu atau foto momen bahagia dengan caption yang bisa bikin orang lain termotivasi untuk jadi lebih baik lagi. Kalau bingung mau upload apa, kamu bisa juga kok baca informasi terbaru yang terpercaya dan share konten-konten yang bermanfaat seperti kontennya Dokter gen Z ini.

  • 3.1K
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Artikel ini sudah melalui tahap review dr.Fransisca Handy, SpA