Kalau di usia remaja kamu jadi agak baperan, misalnya jadi gampang sedih pas nonton film, gampang marah pas temannya nggak sependapat sama dia sampai jadi ribet soal penampilan. Sebetulnya itu kenapa sih? Normal gak ya?

Nah, bisa jadi perubahan mood kamu itu disebabkan karena masa puber yang lagi kamu alami. Puber nggak hanya akan memengaruhi perubahan fisik saja, peningkatan hormon dan struktur otak pada masa ini juga ngaruh ke emosi dan suasana hati kamu.

Beberapa perubahan akan mudah dilewati, tapi ada juga beberapa yang cukup menantang sampai-sampai bikin kamu bingung kenapa bisa kayak gitu. Coba deh perhatikan, kalau kamu udah ngalamin hal-hal ini, tandanya kamu lagi puber dan mulai tumbuh jadi dewasa.

 

 

Mulai ngerasa orangtua nggak memahami kamu

Di masa-masa pendewasaan, kamu akan mulai mencari identitas diri. Karena lagi cari jati diri itulah, imbasnya kamu jadi nggak mau diatur-atur dan banyak ngelawan juga lebih sering mempertanyakan aturan-aturan orangtuamu dibanding ketika kamu masih anak-anak. Makanya, di titik ini kamu cenderung lebih banyak ngabisin waktu bareng teman-teman karena lebih nyaman sama mereka yang seumuran dan ngalamin hal serupa.

 

Kamu jadi moody

 

Ketika kamu mulai moody itu tandanya kamu mulai dewasa. Kenapa? Ini semua karena pengaruh hormon dalam tubuhmu yang lagi aktif. Nggak jarang perasaanmu bakal cepat berubah. Bisa saja pas kamu lagi ketawa-ketawa, tiba-tiba berubah jadi jengkel dan gampang nangis cuma gara-gara hal remeh. Terus juga gampang gelisah dan khawatir.

Nggak apa-apa kok, semua orang yang lagi puber bakal mengalami perubahan emosi dan reaksi yang diakibatkannya. Nanti kalau udah dewasa dan bagian otak yang mengatur emosimu sudah matang, kamu bakal lebih bisa ngendaliin emosimu. Tapi kalau kamu pengen hidup dengan emosi positif, caranya gampang, tinggal kelilingi aja hidupmu dengan orang-orang yang positif. Dijamin kamu jadi nggak gampang emosian kok ~ 

Impulsif!

 

 

Kadang kamu bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dijelaskan alasannya. Kamu bisa merespon sesuatu tanpa berpikir panjang akan konsekuensinya. Inilah yang disebut tindakan impulsif yang sering terjadi di masa-masa remaja. Impulsif   terjadi karena bagian otak yang berperan untuk membuat kita mampu bertindak impulsif (untuk bertahan hidup) udah matang terlebih dulu, sementara otak yang bagian berpikir rasional masih belum sempurna perkembangannya. Pada masa puber ini kamu akan lebih banyak bertindak berdasarkan emosi dan reaksi daripada perencanaan matang dan pemikiran panjang.

Meski wajar, adalah sangat penting untuk bisa meminimalisir tindakan impulsif ya.  Sebelum kamu tergoda bolos sekolah karena diajak temen, nyoba narkoba karena ditawarin gratis,  atau hal buruk lainnya, coba pikirin gimana hal itu akan mempengaruhi masa depanmu. Sadari perasaan dan pikiran sebelum bertindak, dan pertimbangkan akibatnya. Dekatkan diri dengan orangtua atau mereka yang kamu percaya, karena mereka akan membantu menjagamu untuk tetap berada di jalur yang aman. Jangan sampai ada tindakan implusifmu yang bikin kamu menyesal nantinya ~

 

Sangat memerhatikan penampilan

 

Biasanya juga bodo amat sama penampilan, tapi akhir-akhir ini jadi pengen lebih perhatian ke badan dan juga penampilan? Nah, artinya kamu udah mulai dewasa. Semakin dewasa, pola pikir kita jadi makin kompleks karena perkembangan otak sudah lebih maksimal. Termasuk untuk soal penampilan.

 

Muncul ketertarikan pada temen di sekelilingmu terutama lawan jenis

 

Kalau udah perhatian ke penampilan, biasanya kamu juga mulai ngefans sama seseorang yang menarik perhatianmu. Mungkin ada teman atau kakak kelas yang menurutmu menarik dan bikin kamu pengen kenal lebih dekat. Sampai akhirnya bikin kamu jadi kepo dan mulai cari tahu tentang orang yang kamu puja ini. Kamu pun jadi pengen cari perhatian juga ke dia. Aduh, nano-nano banget rasanya ya jadi dewasa!

 

Dengan semua perubahan yang sedang kamu alami, mungkin kamu nggak cuma jadi bingung atau kaget. Bisa jadi kamu juga ngerasa nggak nyaman dan nggak PD. Wajar kok, namanya juga lagi  mengalami masa peralihan besar. Dijalani dengan asik aja karena kamu tahu semua hal yang sedang dialami ini akan terlewati dengan sendirinya ketika kamu sudah lebih dewasa. Pasti akan lebih baik kok nanti.

Tapi kalau rasa nggak nyamanmu udah mentok, dan kamu gak tau lagi gimana caranya harus mengatasi masa-masa transisi ini coba deh ceritain ke orangtua atau ke layanan kesehatan remaja yang lebih paham sama apa yang kamu alami.  Selain itu ada Dokter Gen Z yang bisa bantu kamu untuk sediain info-info yang berguna biar kamu bisa menjalani masa-masa menuju dewasa ini dengan asik dan aman. Tetap semangat ya!

  • 1.5K
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Artikel ini sudah melalui tahap review dr.Fransisca Handy, SpA