Di era pergaulan zaman sekarang, pacaran sering dikonotasiin sama perbuatan yang belum saatnya dilakukan remaja. Entah itu pegangan tangan, ciuman atau bahkan sampai melakukan hubungan seksual. Kalau nggak kayak gitu, dibilang cupu sama teman-teman.

“Halah… Pacaran zaman sekarang kok belum pernah ngapa-ngapain, sih. Cupu, lo!”

Selain karena tuntutan orang-orang terdekat, salah satu alasan kenapa banyak remaja mau diajak berhubungan seksual adalah janji pacar buat tanggung jawab atau biar pacar gak lari ke lain hati. Padahal, zaman sekarang mah omongan nggak bisa dipegang. Buktinya, seperti 6 kisah di bawah ini, yang memutuskan berhubungan seks karena merasa bahwa itu yang harus dilakukan dan tekanan dari pasangan dan teman. Akibatnya mereka harus menghadapi kehamilan di usia muda yang mengubah kehidupan mereka jadi berantakan.

Ini kisah nyata yang dialami dengan nama yang disamarkan untuk menjaga privasi mereka, semoga kamu bisa berkaca dari pengalaman mereka.

FANNI, hamil saat berusia 19 Tahun — cewek yang hamil karena pacar dan pacarnya nggak tanggung jawab

“Setelah dia dapat yang dia pengen, dia jadi jarang ngehubungin gue lagi. Pas dia tahu gue telat datang bulan, dia tiba-tiba hilang dan bilang itu bukan anak dia. Setelah itu hidup gue ancur! Orangtua gue malu abis dan ngirim gue ke rumah sodara. Gue terpaksa pindah sekolah dan baru mulai sekolah lagi setelah ngelahirin anak gue. Sementara cowok yang ngehamilin gue masih bisa haha-hihi sama temen-temennya dan bebas dari tanggung jawab karena dia anak keluarga terpandang di kota gue”

 

MILA, hamil saat berusia 20 tahun — cewek yang hamil dan dinikahi pacarnya, tapi tetap punya penyesalan

“Karena meski dinikahi, hidupku berubah 180°. Pandangan orang-orang termasuk teman-teman ke aku jadi berubah. Mereka kayak ngeliat aku ini orang yang kotor. Belum lagi keluarga besar yang ngeliat aku dan cowokku ini sebagai aib keluarga. Sedih banget liat orangtuaku nangis pas mereka tahu aku hamil di luar nikah”

 

FEBI, hamil saat berusia 19 tahun — cewek yang hamil dan akhirnya disuruh berhenti sekolah

“Dan setahun setelah nikah aku hamil dan saat kehamilanku udah masuk usia 7 bulan, aku diminta keluar dari sekolah. Lagi-lagi aku nggak bisa apa-apa dan cuma bisa mengiyakan kemauan suami dan keluarga. Kalo boleh jujur, aku iri sama temen-temenku yang bisa sekolah, ngumpul dan jalan-jalan!”

 

DHEA, hamil saat berusia 19 tahun — cewek yang hamil muda dan akhirnya diceraikan setelah nggak lama dinikahi


“Dia bilang kalo harusnya dia masih bisa main bareng temen-temennya dan belum siap nikah. Nggak lama setelah anak gue lahir, akhirnya gue dicerai. Bayangin, gue udah terpaksa putus sekolah, nggak punya ijazah mumpuni, skill juga kurang, tapi harus ngasi makan gue dan anak gue. Nggak cuma hidup tu cowok yang hancur, hidup gue jauh lebih hancur gara-gara kesalahan di masa lalu itu!”

 

Nggak cuma cewek doang, dari dampak dari kehamilan yang nggak direncanakan juga dirasakan oleh cowok. Kayak cerita di bawah ini, misalnya:

 

BIMA, ceweknya hamil pas Bima berusia 18 tahun — cowok yang mencoba bertanggung jawab dengan menikahi ceweknya, tapi tetap nggak bahagia


“Selama 2 tahun nikah itu, gue jadi tahu kalau sebenarnya gue nggak cinta-cinta amat sama dia dan dia pun juga nggak cinta-cinta amat sama gue. Banyak banget yang nggak cocok antara kami. Akhirnya kami memutuskan buat cerai. Saran nih ye, sebelum lu ngajak pacar lu gituan, mending pikir dulu deh akibatnya. Jangan sampai nyesel kayak gue. Umur baru 21, tapi status gue udah duda!”

 

RIAN, ceweknya hamil saat Rian berusia 19 tahun — cowok yang belum siap bertanggung jawab, tapi nggak mau memilih aborsi


“Akhirnya kami mutusin buat ngelahirin aja tu jabang bayi, tapi kami sepakat nggak mau nikah dulu. Takut sama konsekuensi dan nggak berani ngasi tahu ortu. ada orang yang mau adopsi anak itu. Nah setelah tu bayi lahir, yang ngemong adalah orang itu. Aku dan pacarku masih ngelanjutin kehidupan kami seperti biasa dan setelah 5 tahun berlalu, aku dan pacarku masih lanjut pacaran, cuma kami nggak tahu gimana kabarnya anak kami yang udah diadopsi orang tadi”

 

Setelah kamu baca beberapa cerita di atas, kamu jadi paham kan dampak melakukan hubungan yang nggak dipersiapkan dengan matang. Sebelum kami kepikiran untuk ngelakuin hubungan seksual berisioko, penting banget untuk dipikirin kemungkinan akibat dari perbuatanmu seperti kehamilan, anak, dan kehidupan yang kamu gak bayangkan sebelumnya harus kamu jalani.

Enam kisah diatas ngegambarin gimana kehidupanmu bisa berubah akibat kehamilan yang tidak direncanakan. Kamu tentunya nggak mau kan hal serupa kejadian sama kamu? Karena itu kamu harus menguatkan keyakinanmu buat nggak ngelakuin hubungan seksual sebelum kamu benar-benar yakin dan siap. Ingat:

Kalau beneran tanggung jawab, tentu nggak bakal melakukan hubungan sebelum yakin dan siap.

 

  • 3.6K
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Artikel ini sudah melalui tahap review dr.Fransisca Handy, SpA