Lusi: “Bu, seks itu apa sih?”

Ibu: “Husss! Kamu kok ngomongnya jorok gitu? Siapa yang ngajarin?!”

Pernahkah kamu mengalami hal yang sama seperti Lusi? Bertanya seputar ‘seks’ ke ayah atau ibumu, lalu bukannya dapat jawaban, eeeh… malah kena omelan. Ngeselin kan? Padahal untuk anak muda seperti kita, respons seperti itu justru memancing rasa penasaran yang lebih dalam.

Nah, daripada bingung mau tanya ke siapa atau mungkin dapat jawaban dari orang lain yang bikin gagal paham, mending kamu merapat ke sini, yuk!

Kamu mungkin bertanya, apa sih yang salah dengan kata ‘seks’? Kenapa kok terkesan sangat tabu membahasnya…

Seks itu jenis kelamin         Sumber : www.123rf.com via www.123rf.com

Ketika bicara soal ‘seks’, kebanyakan orang akan mengernyitkan dahi, ada juga yang tersenyum malu, atau bahkan marah-marah seperti yang dilakukan Ibu Lusi tadi. Sayang sekali ya, di zaman yang udah serba modern seperti sekarang ini, pengertian tentang ‘seks’ masih diartikan dalam sudut pandang yang sempit. Padahal, seks nggak hanya sekadar bermakna hubungan intim atau kontak seksual yang dilakukan untuk memenuhi hasrat!

Kalau ditinjau dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seks berarti jenis kelamin, atau hal-hal yang berkaitan dengan alat kelamin.

Manusia itu diciptakan Tuhan lengkap dengan alat kelaminnya. Seperti halnya jantung dan paru-paru, alat kelamin juga sama pentingnya untuk kehidupan. Jadi, manusia akan selalu berkaitan dengan hal-hal tentang seks untuk meneruskan kehidupannya. Itulah kenapa kamu perlu mengenal alat kelamin yang kamu punya agar bisa menjaganya dengan baik.

Seks, seksualitas dan aktivitas seksual itu beda lho maknanya. Pahami dulu biar nggak salah paham, ya!

Dari pernyataan di atas, mungkin kamu bertanya-tanya, “seksualitas dan aktivitas seks apa ya maknanya? Beda nggak dengan seks?” Kalau berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , seksualitas bisa berarti (1) ciri, sifat atau peranan seks, (2) dorongan seks, atau (3) kehidupan seks. Nah berdasarkan definisi tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa seksualitas itu lebih luas maknanya daripada seks.

Sedangkan aktivitas seks merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku seperti berdandan, mejeng, merayu, menggoda hingga berhubungan intim. Jadi, makna seksualitas dan aktivitas seks juga nggak melulu negatif lho ya!

Nah lantas seks dan gender itu apakah berbeda?

Jelas berbeda! Keduanya pun punya peran penting dalam hidupmu. Untuk lebih jelasnya, akan kita bahas di artikel yang akan datang. Pantengin terus ya!

Terus, kalau dorongan seksual?

Nah, jika kamu pernah punya keinginan untuk mendapatkan kepuasan secara seksual, itulah yang dinamakan dorongan seksual. Saat kamu sudah puber, dorongan seksual ini akan muncul dengan sendirinya lho. Saat puber, organ-organ reproduksi dan hormon-hormon seksual akan mulai berfungsi sehingga menimbulkan hasrat atau dorongan seksual. Nah, pentingnya belajar tentang pengetahuan seks akan membuatmu lebih bisa mengontrol sewaktu-waktu hasratmu muncul.

Psst, jangan lupa, perkembangan otak usia remaja itu belum selesai lho. Di usia remaja, bagian otak yang menimbulkan sensasi menyenangkan itu udah sempurna dan sedang sensitif-sensitifnya, sementara bagian otak yang membantu kita berpikir rasional dan menimbang untung-rugi belum selesai. Makanya, kita perlu banget belajar soal seks dan bagaimana mengendalikan dorongan seksual, supaya kita nggak kecemplung ke masalah yang bikin hidup kita susah!

Nah kalau sudah paham maknanya gini, kamu jadi ngeh kan kalau sebenarnya nggak ada yang salah dari seks? 🙂

Karena itu buka-bukaan soal seks itu sebenarnya bukan hal tabu, justru akan banyak manfaatnya buatmu

Sharing soal seks kepada orang tuamu akan sangat bermanfaat Sumber : 123rf.com

Tahu nggak sih? Ada banyak manfaat yang kamu dapatkan ketika kamu mau buka-bukaan untuk ngobrol tentang seks lho! Coba cek dulu deh, semua informasi ini penting banget buat kamu ke depannya.

  1. Kamu nggak bakal kaget saat mengalami perubahan fisik dan mental sebagai masa peralihan dari anak-anak menjadi remaja

Biasanya, kamu akan mengalami masa peralihan ini saat berusia 8 – 9 tahun. Untuk perempuan, tanda yang paling awal adalah pertumbuhan payudara. Sedangkan untuk laki-laki, biasanya akan dimulai dengan pembesaran buah zakar. Nah, kalau kamu udah punya pengetahuan tentang seks, maka kamu nggak bakal kaget, bingung apalagi takut ketika mengalami masa puber karena kamu udah paham apa yang harus dilakukan.

  1. Lebih percaya diri dengan kelebihan maupun kekurangan fisik yang kamu punya

Kalau kamu udah paham jenis kelaminmu serta nyaman karena udah mengetahui anggota tubuh (terutama alat kelamin) dan fungsinya, maka kamu akan lebih percaya diri dengan kelebihan atau kekurangan fisik yang kamu punya. Kamu nggak bakal sembarangan memperlakukan tubuhmu semaunya. Akhirnya, kamu akan belajar bertanggung jawab atas diri sendiri.

  1. Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kesehatan organ reproduksi dan mencegah kekerasan

Belajar tentang seks secara terbuka akan membuka pikiranmu untuk lebih menyayangi organ tubuh yang kamu miliki, terutama organ reproduksi. Kamu pun jadi lebih berhati-hati ketika dihadapkan pada tindakan yang merugikan seperti seks bebas atau pelecehan. Menjaga kesehatan organ reproduksi juga mendukung masa depanmu lho!

  1. Terhindar dari rasa ingin tahu yang nggak sehat dan justru menjerumuskanmu

Masa-masa remaja seperti kamu sekarang ini adalah masa-masa penasaran dan keingintahuan yang besar. Mencari tahu tentang seks lewat teman, komik, internet, film atau media lain itu sangat berisiko lho…belum tentu bener dan jika infonya menyesatkan bisa bikin kamu terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan. Coba deh, lebih terbuka untuk ngobrol dengan ayah, ibu, atau gurumu yang mengerti betul siapa kamu. Oh iya kamu juga bisa ke layanan kesehatan remaja terdekat di sekitarmu, biar informasi yang didapat semakin akurat!

Ingat, otak kita belum selesai dibentuk di masa remaja. DI masa ini, otak kita mengalami fase peningkatan efisiensi, sel yang sering dipakai akan tumbuh sehat, sementara sel yang nggak dipakai akan mati. Pastikan sel-sel yang tumbuh sehat di otak kita adalah sel-sel yang baik dengan mengisi masa muda kita dengan kegiatan dan hal2 positif ya…

Sebaliknya, kalau kamu nggak terbuka untuk ngobrol tentang seks, ada kerugian-kerugian yang akan menghampirimu lho!

nggak pede dengan diri sendiri Sumber: 123rf.com

Hipwee nggak bisa bayangin gimana nasib Lusi yang justru diomelin ibunya saat bertanya tentang seks. Padahal seks itu ‘kan penting untuk diketahui, terutama bagi remaja seperti kamu sekarang ini. Ini lho yang bakal terjadi kalau kamu canggung atau nggak pede untuk membicarakan segala pertanyaanmu tentang seks:

  • Kamu merasa rendah diri dan nggak merasa nyaman diciptakan sebagai seorang laki-laki atau perempuan.
  • Kebingungan saat menghadapi perubahan fisik dan mental (masa puber) sehingga nggak tahu apa yang harus dilakukan.
  • Mudah percaya dengan mitos-mitos tentang seks yang belum tentu benar.
  • Tidak menjaga organ reproduksi dengan benar sehingga rentan terserang penyakit dan terinfeksi virus atau bakteri.
  • Karena minimnya informasi terhadap tubuh, kita bisa rentan terjerumus ke perilaku seks berisiko yang walaupun dilakukan hanya sekali bisa berdampak hingga ke jangka panjang
  • Rentan mengalami kekerasan seksual karena minimnya pengetahuan mengenai apa saja yang bisa dikategorikan kekerasan mulai dari siulan menggoda di pinggir jalan hingga pemerkosaan. Informasi tentang seksualitas penting untuk memberdayakan siapapun yang rentan dan sudah menjadi korban kekerasan.

Masih ada banyak hal lain yang amat sangat merugikanmu jika kamu nggak terbuka tentang seks pada orang dewasa yang terpercaya. Seks itu nggak jorok kok, wajar jika kamu ingin mengetahuinya, karena seks adalah bagian dari hidup kita.

Nah, kehidupan seks di masa remaja sebenarnya adalah gimana kita mengenal tubuh kita dengan baik dan menjaganya dengan bijak demi masa depan yang super keren. Makanya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan orangtua atau gurumu, ya! Kalau kamu nggak dapat jawaban dari mereka, atau mengalami hal yang sama seperti yang Lusi alami, Hipwee bisa jadi teman ngobrol yang bisa dipercaya kok. Yuk, lebih mengenal diri sendiri!

 

  • 313
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Artikel ini sudah melalui tahap review dr.Fransisca Handy, SpA