“Eh nggak papa kalau pake cara ini, aman kok!”

Selama ini mungkin banyak yang mengira kalau ada trik dan manuver khusus dalam berhubungan seksual yang tidak menyebabkan kehamilan dan aman dari penyakit menular. Misalnya loncat-loncat habis berhubungan seksual atau makan nanas biar gak hamil. Dokter Gen Z cuma bisa bilang bahwa semua itu nggak bener lho.

Pada kenyataannya apapun yang kamu lakukan, nggak ada yang aktivitas seksual yang 100% aman bagi remaja karena risikonya bukan cuma cuma hamil tapi juga terjangkit beragam penyakit yang menulari siapapun yang sudah aktif secara seksual. Hal ini bisa disebabkan kondom bocor, kegagalan pemakaian alat kontrasepsi atau bahkan ada penyakit menular seksual yang bisa menular hanya melalui kontak kulit. Misalnya Hepatitis B dan Human Papilloma Virus (HPV) si penyebab kanker leher rahim.

Sebagai tambahan pengetahuan, ini lho yang bisa mempertegas kalau sekuat apapun kita berusaha, hubungan seksual yang tidak terencana dengan baik itu tetap punya risiko. Yuk, disimak!

 

  1. Berhubungan pertama kali nggak bikin hamil itu cuma mitos

Banyak yang bilang kalau nggak akan hamil jika mereka baru berhubungan intim untuk pertama kali. Siapa bilang? Nyatanya, meski baru pertama tetap bisa lho bikin hamil. Yang bikin hamil kan pertemuan sperma dan sel telur; dan kita tidak tahu apakah saat itu sedang masa ovulasi (telur sedang dikeluarkan) atau tidak. Bukan pertama kali atau nggak-nya. Ini termasuk juga, cuma sekali, bukan jaminan kamu gak ketularan penyakit menular seksual lho!

  1. Masa subur cewek bukan hal yang bisa disepelekan

Beberapa pasangan memilih untuk menghindari kehamilan dengan sistem kalender: menghitung masa subur berdasarkan tanggal dan melakukan hubungan saat masa si cewek nggak pada masa suburnya. Tapi coba tanya deh ke tante atau om-mu, berapa banyak yang gagal menerapkan sistem ini? Meskipun sistem kalender ini metode yang terbukti bisa mencegah kehamilan, namun metode ini memerlukan ketelitian dalam banyak hal agar tidak meleset. Alasannya banyak, mulai dari salah hitung tanggal, masa subur yang bergeser, sampai sperma si cowok yang lebih bisa bertahan lama dalam rahim, makanya metode ini sangat tidak disarankan bagi pasangan muda. Nah loh!  

  1. Pil kontrasepsi nggak jaminan 100% aman

Selain mencegah kehamilan pil kontrasepsi juga dapat membantu memprediksi datangnya waktu datang bulan dengan lebih tepat. Namun pada kenyataannya meski pil telah dikonsumsi secara rutin, risiko kehamilan tetap mengintai. Tingkat efektivitas kontrasepsi oral berada di angka 91% – 99%. Jadi masih ada persentase error rate-nya. Selain itu pil kontrasepsi juga tidak bisa Mencegah HIV dan penularan penyakit menular seksual.Belum lagi risiko lupa minum pilnya, manusia kan tempatnya salah dan lupa. Hayo..

  1. Kalau kondom?

Oke, kondom memang bisa mencegah kehamilan, infeksi menular seksual, dan HIV sekaligus, meskipun tidak bisa memproteksi semua seperti HPV dan Herpes, dan kondom cuma akan efektif kalau digunakan dengan benar. Apalagi kalau kondom yang digunakan itu sudah lama atau sudah terkontaminasi, ya jangan berharap ‘aman’. Lagian juga apa kamu yakin udah menggunakan kondomnya dengan benar dan tepat?  

  1. Posisi tertentu bikin nggak hamil…

Mungkin kamu pernah mendengar mitos yang mengatakan cewek nggak hamil kalau pake posisi tertentu buat berhubungan seksual. Hal lain menyebutkan juga jika cewek yang lompat-lompat setelahnya juga akan terhindar dari kehamilan. Faktanya, nggak ada satu posisi pun yang aman untuk menghindari kehamilan. Kalau mau aman, ya mending jangan melakukan hubungan seksual dulu, ya ~

  1. Katanya IUD itu kontrasepsi paling aman, tapi nggak bisa buat remaja

Kalau ngomongin soal IUD, banyak dokter yang bilang kalau IUD atau spiral adalah salah satu kontrasepsi paling aman mencegah kehamilan. Sayangnya, paling aman mencegah kehamilan bukan berarti aman mencegah penyakit seksual, ya.. Kan tetep aja serem. Oh iya, banyak juga yang bilang kalau IUD itu nggak bisa buat remaja. Faktanya, kalau remaja ingin memasang IUD bisa aja kok. Cuma ya tetap harus konsultasi dulu ke dokter atau bidan. Daripada coba-coba sendiri yang malah bahaya.

 

Dan ingat apapun alat kontrasepsi yang dipilih, tetep harus dipadu dengan pemakaian kondom supaya kamu gak ketularan penyakit! Inget juga ya, untuk mencegah penyakit yang serem-serem itu  hubungan seksual seperti suami istri idealnya dilakukan setelah imunisasi kalian lengkap dan kamu beserta pasangan tahu kondisi kesehatan kamu dengan pasti; itulah kenapa sebelum menikah ada yang namanya pre-marital check up.

Itu tadi baru contoh sebagian saja. Ada banyak mitos lain yang belum dipaparkan. Silahkan gunakan kolom komentar di bawah artikel ini, kalau kamu ingin menambahkan mitos-mitos lain yang kamu dengar terkait pencegahan kehamilan.

Mau gimana juga, melakukan hubungan seksual itu harus berdasarkan persetujuan. Sekali pasangan bilang ‘nggak mau’ atau penolakan sejenis, ya udah jangan dipaksa. Karena saat kamu maksa, itu udah masuk ke ranah pemerkosaan. Makanya, kalau kamu mau ‘main’ aman ya tetap harus menunggu saat yang tepat. Biar terhindar dari risiko yang nggak diinginkan. Nah, biar tahu kapan saat yang tepat, coba deh cek artikel ini ~

  • 727
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Artikel ini sudah melalui tahap review dr.Fransisca Handy, SpA