Remaja itu sering banget jadi sasaran empuk dari yang namanya stres dan galau berkepanjangan. Masa peralihan ini suka bikin bingung dengan serba ketidakpastian. Sayangnya, masih banyak yang menyepelekan. Bahkan sampai ada yang ngerespon:

“Halah, masih muda pakai stres-stres segala”.

Padahal yang kamu rasain itu bener banget! Stress, perasaan tertekan atau bahkan kehilangan harapan itu s bisa bahaya dampaknya buat kesehatanmu. Kamu kudu curhat sama seseorang soal apa yang kamu rasain dan inget bahwa hal ini akan berlalu oleh waktu.

  1. Kalimat orangtua yang suka membandingkan anaknya dengan orang lain

“Itu lho anaknya bu Broto bisa ranking 1 terus sejak SMP. Kamu malah masuk 10 besar aja nggak pernah. Contoh dia gitu lho!”

Rasanya nggak enak kalau orangtua membandingkan kita dengan orang lain. Entah dibandingin kepatuhannya, prestasi akademisnya, atau pun bentuk fisiknya. Efeknya juga nggak bisa disepelekan, kamu akan mulai berpikir kalau anak-anak lain itu selalu lebih baik darimu dan kamu jadi terbebani karenanya. Oleh sebab itu kamu harus mulai terbuka sama orang lain. Coba cerita ke teman atau gurumu. Jangan dipendam dan dihadapi sendiri, ya. Akan lebih baik lagi kalau kamu bisa ngobrol dengan orangtuamu dan mengungkapkan apa yang kamu rasain. Pasti orangtuamu mengerti kok, karena nggak ada orangtua yang ingin anaknya tertekan.

  1. Tertekan karena bully di sekolah

Kondisi yang juga sering bikin stres adalah bullying di sekolah. Mungkin awalnya tindakan ini hanya dianggap sebagai guyon belaka. Tapi karena merasa bahwa menggoda itu jadi hal yang menyenangkan, akhirnya kebablasan sampai melakukan hal-hal yang dampaknya menyakitkan. Akibatnya, remaja akan merasa dikucilkan, trauma, hingga jadi takut ke sekolah dan mungkin diperburuk dengan online bullying yang dialami. Ini bisa bikin semangat jadi menurun, bahkan bisa mengganggu kejiwaan lo. Kalau ini terjadi, jangan cuma pasrah di-bully. Kamu harus berani ngobrol sama guru dan orangtuamu. Percaya deh, mereka pasti akan membantu.

  1. Diputus pacar itu bukan hal sepele bagi beberapa orang lo

Apakah kamu salah satu yang masih keinget-inget mantan pacar dan ngerasa gagal move on? Punya banyak pacar dan bolak-balik diputusin mungkin sudah jadi hal yang biasa bagi beberapa orang. Tapi nggak semua orang bisa menerima kenyataan saat dirinya diputus pasangan. Hati-hati lho, ini jadi masalah serius kalau kamu sampai nggak mau keluar kamar atau melakukan aksi mogok makan. Segera temukan orang yang bisa kamu ajak curhat sebelum kondisimu makin mengenaskan.

  1. Tugas sekolah dan tuntutan akademis yang terlalu tinggi

Percaya atau nggak, tantangan sekolah di zaman sekarang makin sulit untuk dihadapi. Zaman dulu waktu kelas satu SD, kita masih fokus untuk belajar membaca dan berhitung. Tapi sekarang, anak kelas satu SD saja sudah dituntut untuk menguasai kosakata berbahasa Inggris. Belum lagi tantangan yang harus dihadapi anak SMP maupun SMA. Bisa jadi kamu merasa tertekan karena jika nggak bisa memenuhi tuntutan akademis, maka kamu akan tertinggal selamanya. Kondisi ini jugalah yang bikin remaja stress berkepanjangan.

  1. Merasa nggak puas dengan bentuk fisik yang dimiliki

Yang terakhir ini adalah masalah paling umum yang dihadapi oleh sebagian besar remaja. Biasanya, remaja cewek ingin punya tubuh yang ramping, sementara remaja cowok merasa kurang “laki” kalau nggak punya massa otot yang bagus. Rasa nggak puas dengan kondisi fisik ini bisa memicu rasa minder dan stress. Nggak jarang sampai ada yang melakukan segala cara untuk mendapatkan kondisi fisik yang ideal. Kalau kamu dalam kondisi saat ini, ingat-ingat lagi bahwa kesehatan jauh lebih penting ketimbang penampilan fisik doang. Kalau kamu mau diet untuk berat badan sempurna, konsultasikan dengan dokter supaya dietmu nggak malah bahaya. Selain itu, kamu bisa juga nyoba untuk olahraga secara rutin minimal 30 menit per hari. Selain sehat untuk tubuhmu sendiri, olahraga rutin ini juga bisa membantu melepaskan stresmu lho.

 

Meski masalah yang dihadapi berbeda, semua remaja nggak ada yang terbebas dari stres. Bahkan banyak dari stres itu yang nggak bisa dihadapi sendiri. Kalau kamu sedang mengalami kondisi-kondisi di atas, jangan dipendam sendiri dan dibiarkan berlarut-larut. Cari teman untuk cerita biar bisa plong.

Tapi kalau stres atau tekanan yang dihadapi itu sudah bikin kamu susah tidur, nggak doyan makan, nggak enak ngapa-ngapain, nilai pun terjun bebas, kamu nggak cuma butuh teman curhat, melainkan seorang profesional yang bisa membantumu mengatasi stres. Segera cari bantuan ya, psikolog terdekat mungkin bisa jadi pilihan.

 

 

Artikel ini sudah melalui tahap review dr.Fransisca Handy, SpA

  • 7.4K
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya