Problematika remaja sampai sekarang selalu muncul sesuai perkembangan zaman. Jika dulu remaja sibuk habiskan waktu di warnet atau rental PS, kini para remaja betah berlama-lama dengan handphone tersayang. Maka nggak heran seiring perubahan zaman, para remaja butuh orang-orang yang aware dengan pertumbuhan remaja saat ini.

Salah satunya ada Muhammad Agni Rizki Santang (Agni). Cowok kelahiran Bandung, 17 Desember 1992, ini menjabat sebagai wakil ketua GenRe Indonesia dan sejak duduk di bangku kelas 1 MTs telah bergabung di Pusat Informasi dan Konseling Remaja atau PIK-R untuk mendalami permasalahan remaja. Seperti apa cerita seru Agni sejak awal mula bergabung di PIK-R tahun 2006 hingga saat ini menjadi wakil ketua GenRe Indonesia? Simak dalam ulasan ini yuk!

Eh tapi sebelumnya kita kenalan dulu deh sama PIK-R~

Buat kamu yang belum tahu apa itu PIK-R atau Pusat Informasi dan Konseling Remaja, nih kita jelasin secara singkat ya.

PIK-R itu merupakan wadah kegiatan PKBR (Pusat Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja).  Ya namanya juga ada kata remaja di sana, jadi konsepnya adalah “dari, oleh dan untuk remaja”. Semua yang meng-handle adalah teman-teman remaja. Tujuannya ya biar ketika ada remaja yang datang ke PIK-R, mereka bisa nyaman dan nyambung ngobrol bareng teman-teman PIK-R.

Awalnya Agni ragu bergabung di PIK-R lantaran isu perpeloncoan remaja di organisasi kepemudaan sedang sedang hangat-hangatnya diberitakan

Isu perpeloncoan remaja di organisasi kepemudaan yang sedang hangat-hangatnya diberitakan sempat membuat Agni ragu. Cowok yang mulai ikut PIK-R saat berusia 14 tahun ini bercerita ketika diajak bergabung oleh pendiri PIK-R pertama (Drs. Wawan Wadiawan/Babeh Wawan), banyak hal-hal seru yang ditemui. Misalnya pelatihan Peer Educator yang berlangsung selama 3 hari 2 malam dengan 30 peserta dari tiga kecamatan yang diselenggarakan oleh PIK-R ciwidey ini mengungkapkan, banyak sekali permasalahan yang terjadi pada remaja.

Kegiatan Peer Educator tersebut dikemas dengan pelatihan yang menarik, mulai dari diajarkan tentang public speaking, teknik fasilitasi, cara mengetahui menjadi pendidik untuk sebaya dan konselor sebaya, serta bagaimana menjadi seorang organisator yang tangguh. Nah, menarik banget kan?

“Menurut Agni, suka duka menjadi konselor sebaya yakni ikut terhanyut dalam berbagai masalah yang sering dicurhatkan oleh klien. Sedangkan sukanya antara lain bisa memberi sedikit bantuan untuk mereka yang sedang dalam masalah dan tentunya dapat teman baru.”

Yang bikin Agni masih berkiprah di PIK-R yaitu sejak awal selalu diajarkan “Khoerunnas anfa uhum linnas…” –  sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sekitarnya

Ada hal unik yang sampai sekarang berkesan bagi Agni. Selama berkiprah di PIK-R, Agni kerap diajarkan “Khoerunnas anfa uhum linnas…” – sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sekitarnya. Kalimat sakti tersebut membuat Agni makin terdorong untuk memberi manfaat bagi sekitar, khususnya remaja. Agni pun mengaku, bergabung di PIK-R membuatnya dapat hikmah dan kepuasan untuk berbagi. Karena diajarkan untuk memberi tanpa mengharapkan, ikhlas tanpa ingin dipuji.

Asyiknya lagi, banyak kesempatan seru yang Agni alami selama di PIK-R. Mulai dari keliling antar kecamatan, antar kabupaten, bahkan antar provinsi hanya sekadar berbagi cerita tentang pengalaman di PIK-R dan berbagi ilmu tentang isu-isu yang ada pada remaja. Dan tentunya Agni sangat bersyukur ketika cita-citanya terwujud bisa keliling Indonesia, semisal dari Sabang sampai Merauke secara gratis. Hehe.

Btw, PIK-R dan GenRe itu apa sih?

PIK-R merupakan program yang digagas oleh BKKBN dengan kemasan nama PIK-KRR (Pusat informasi Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja) pada. Lalu, program itu turun ke tingkat kabupaten/kota di Jawa Barat, sayangnya respon dari kabupaten/kota lain sangat lambat dan belum ada yang membentuk PIK-KRR tersebut. Akhirnya, pada Juni 2003 di kecamatan Ciwidey berkumpullah para pemuda yang tergabung dalam forum Bandung Sehat dan karang taruna untuk merespon cepat program BKKBN yang dianggap akan membantu mengurangi permasalahan yang terjadi pada remaja. Kemudian nama yang di pakai bukan PIK-KRR tapi PIK-R.

PIK-R ini pada dasarnya menjadi wadah untuk pengembangan program KRR pada zaman pertama dibentuk. Namun seiring kebijakan yang diterbitkan BKKBN maka banyak sekali perubahan program yang menjadi bahasan inti dari PIK-R. Mulai dari KRR menjadi PKBR (Penyiapan Kehidupan Bagi Remaja) hingga sekarang yang kita kenal dengan sebutan Generasi Berencana (GenRe).

Yang menjadi fenomenal dikalangan remaja yang tergabung di PIK-R yaitu dengan hadirnya GenRe yang menjadi branding dari PIK-R. Karena apa ya?

Kehadiran GenRe memunculkan salah perepsi dan pemahaman yang terjadi bahwa GenRe itu sebuah program. Padahal GenRe itu hanya sebuah branding bagi PIK-R, dan PIK-R adalah wadah bagi GenRengers (remaja yang tergabung di PIK-R).

Hingga pada 2016–2017, para pengurus PIK-R se-Indonesia berkumpul dan difasilitasi oleh BKBBN membahas dan membentuk sebuah forum GenRe di tingkat pusat yang bernama “GenRe Indonesia”. Lalu pada 2017 telah sah menjadi sebuah yayasan yang menjadi mitra kerja dari Direktorat Ketahanan Remaja BKKBN Republik Indonesia. Terbentuknya GenRe Indonesia di tingkat pusat dan diharapkan dapat merangkul teman-teman remaja yang menjadi pengurus di PIK-R dan menjadi DUTA GenRe yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan harapan menjadi rumah bagi remaja Indonesia.

Perkembangan PIK-R dari mulai berdirinya hingga sekarang sangat bermanfaat bagi jutaan remaja di Indonesia. Tidak hanya itu, PIK-R adalah rumah, sekaligus wadah untuk berbagi ilmu dan menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitar. PIK-R juga membuka banyak hal tentang rezeki, kehidupan, hingga sumber ilmu di mana salah satu program yang juga sangat bermanfaat adalah Program Life Skill. Agni pun berterimakasih kepada Babeh Wawan yang telah mengajaknya bergabung di PIK-R dan memberikan banyak pengalaman bagi diri Agni.

  • 57
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya