Aplikasi yang membantu seseorang untuk melakukan diagnosis mandiri kini sudah semakin banyak. Google pun mampu untuk membantumu menemukan apapun yang ingin kamu cari. Mungkin kedua hal itu membantumu menjadi lebih tahu dan menyadari apa yang terjadi pada dirimu. Tetapi tidak menutup kemungkinan apa yang kamu temukan tidak selalu tepat. 

Diagnosis mandiri, atau kerennya self-diagnosis, adalah proses dimana seseorang mengidentifikasi sendiri penyakit yang dimiliki tanpa pemeriksaan oleh tenaga kesehatan profesional. Biasanya, proses ini dilakukan dengan mencocokkan gejala yang dialami dengan informasi yang didapat dari internet atau buku. Walaupun menyadari ada yang salah dengan tubuhmu itu baik, diagnosis mandiri sangat tidak dianjurkan.

Lebih baik periksa ke tenaga kesehatan | Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Ini beberapa alasan yang harus kamu ketahui kenapa kamu tidak boleh melakukan diagnosis mandiri.

Adanya penyakit penyerta

Terkadang seseorang bisa saja memiliki dua atau lebih penyakit secara bersamaan. Ketika kamu melakukan self-diagnosis bisa saja kamu menganggap hanya ada satu penyakit yang kamu derita. Bisa jadi ketika mencoba melakukan pengobatan mandiri untuk satu penyakit, penyakit lain bisa saja semakin parah. Sebagai contoh, ketika kamu merasa tertekan dengan perasaan cemas yang tak kunjung hilang, kamu mungkin akan menganggap kamu memiliki gangguan kecemasan. Tetapi bisa saja sebenarnya gangguan anxiety itu membuatmu tidak bisa melihat adanya kemungkinan kamu mengidap depresi mayor.

Banyak penyakit dengan gejala yang sama

Alasan lain kenapa kamu tidak seharusnya melakukan self diagnosis adalah karena satu gejala yang kamu rasakan bisa saja mengarah ke berbagai penyakit. Sebagai contoh, ketika kamu pusing dalam waktu yang lama, gejala itu bisa saja disebabkan karena stres, malaria, demam, atau bahkan tumor otak. Atau ketika kamu sedang mood swings, setelah melakukan pencarian di internet kamu merasa kamu memiliki gangguan bipolar. Padahal mood swings juga merupakan gejala adanya borderline personality disorder dan depresi mayor. Tapi bisa juga mood swing itu merupakan bagian normal dari dinamika mood. 

Itulah pentingnya melakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional. Mereka sudah dilatih untuk menganalisa gejala yang kamu rasakan berlangsung dan menegakkan diagnosis yang tepat.

 

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui kan kenapa melakukan self-diagnosis itu tidak direkomendasikan? Meskipun internet bisa membuatmu lebih mengerti gejala apa yang kamu rasakan, kamu sebaiknya mencari bantuan dari tenaga kesehatan untuk membantumu mengetahui apa penyakitmu dan pengobatan yang cocok untuk kamu ya!

 

Referensi:

  • 3
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya