Kalau mendengar istilah remaja, yang terlintas di benak kita mungkin adalah bayangan masa serunya nongkrong sama teman, cinta monyet, sampai masanya pusing sekolah. Namun faktanya nggak semua remaja mengalami apa yang kita bayangkan. Menurut data SDKI 2017, 3,6% bayi lahir dari ibu yang masih remaja. Nggak sedikit juga ternyata remaja perempuan yang mengalami kehamilan remaja dan udah jadi Ibu.

Fenomena ini sebenarnya cukup memprihatinkan. Yang seharusnya menikmati masa remaja dan melanjutkan pendidikan, eh malah udah disibukkan sama berbagai kewajiban dan tanggung jawab besar menjadi Ibu. Apalagi ternyata banyak risiko yang mengintai remaja yang mengalami kehamilan. Mulai dari risiko kematian ibu dan bayi hingga risiko kelainan pada bayi.

Kenapa kok risiko kehamilan remaja itu banyak banget, ya?

Ya karena tubuh remaja memang belum siap untuk menghadapi kehamilan. Nggak percaya? Coba baca artikel ini buat tahu alasannya:

Kebutuhan nutrisi remaja sangat tinggi

Kita tahu dong kalau masa remaja adalah masanya pertumbuhan. Karena itu kebutuhan nutrisi untuk remaja tentu juga sangat banyak. Mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lain sebagainya. Kalau nutrisinya nggak cukup, banyak banget dampak negatif yang akan terjadi sama tubuh. Kayak kurang nutrisi hingga obesitas. Saat terjadi kehamilan, nutrisi yang kita dapat juga akan diserap sama janin yang ada di rahim. Karena masih belum bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya sendiri, janin mendapatkan kebutuhan nutrisinya dari si ibu.

Karena itu kebutuhan nutrisi Ibu hamil meningkat pesat. Kalau harus membaginya sama janin di rahim, kan kasian ibu dan bayinya juga yang jadi nggak optimal perkembangannya. Ngomongin nutrisi, salah satu nutrisi yang banyak dibutuhkan tubuh adalah zat besi. Baik remaja cowok atau cewek butuh banyak zat besi. Tapi remaja cewek punya kebutuhan zat besi yang lebih banyak dibandingkan sama remaja cowok. Kenapa? Karena selain untuk pertumbuhan, zat besi juga digunakan untuk mengganti zat besinya yang hilang saat mengalami menstruasi setiap bulan. 

Nah saat mengalami kehamilan, kebutuhan zat besi jadi meningkat drastis. Kalau kebutuhan zat besinya nggak terpenuhi, akibatnya bisa terkena anemia. Dampaknya banyak! Mulai dari terganggunya pertumbuhan, kecapekan, menurunnya fungsi dan daya tahan tubuh, hingga menimbulkan risiko bayinya terlahir prematur dengan berat badan rendah.

Organ reproduksi belum sempurna

Pernah nggak sih sesekali buka foto-foto lamamu? Pas zaman masih bayi, beranjak masuk TK, hingga foto saat ini pasti banyak banget perubahan yang terjadi sama fisikmu. Mulai ukuran fisik yang terus bertambah sampai fungsi tubuh dari yang dulunya belum bisa berdiri sekarang udah bisa lari. Bahkan mungkin foto tahun lalu dan foto sekarang aja kita nemu beberapa perbedaan pada fisik kan? Ya wajar aja. Kita sebagai remaja memang masih dalam masa pertumbuhan. Tubuh kita belum tumbuh sempurna. Nah hal yang sama juga terjadi sama organ reproduksi kita. 

Sebagai remaja yang masih dalam masa pertumbuhan, organ reproduksi kita memang masih belum tumbuh sempurna. Nah ini menyebabkan kehamilan menjadi sangat berisiko. Potensi keguguran jadi makin tinggi. Belum lagi potensi penyakit seperti kanker serviks atau kanker mulut rahim. Kan serem yak… 

Emosi remaja yang belum stabil

Selain dua poin di atas, ada satu poin terakhir nih yang juga perlu diperhatiin yakni masalah emosi remaja yang cenderung belum stabil. Emosi remaja yang belum matang dan support system yang belum kuat berpotensi menimbulkan masalah pada kehamilan. Emosi yang masih berubah-ubah butuh untuk dikendalikan, ketidakmampuan mengendalikan emosi bisa bikin stres dan ngaruh lho ke kesehatan janin. Makanya kalo kata BKKBN usia ideal perempuan untuk menikah itu ada di 21 tahun ke atas.

Jangankan remaja, kadang yang udah berusia dewasa saja masih kesulitan mengendalikan emosi. Apalagi yang masih remaja kan? 

 

Nah karena itu yuk lebih terencana lagi dalam mempersiapkan kehamilan. Mending kita lebih banyak cari-cari informasi terlebih dahulu soal hubungan seks berisiko, penggunaan kontrasepsi, dan soal pendidikan seksual. Daripada hamil usia muda terus malah jadi masalah dan penyesalan kan? Makanya waspada itu perlu! Tetap semangat ya… 

  • 2.2K
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya