Pornografi mungkin pernah atau bahkan adalah hal yang biasa kamu bicarakan dengan teman, biasanya dalam bentuk candaan seperti “Bagi link dong!”. Tetapi jika dilakukan tanpa edukasi seks yang komprehensif dan dilakukan berlebihan, bisa jadi malah membuat seseorang kecanduan lho! 

Kecanduan pornografi, apa tuh?

Jangan sampai berlebihan | Photo created by torwaiphoto – www.freepik.com

Kecanduan pornografi adalah sebuah kondisi dimana seseorang mengalami ketergantungan terhadap pornografi yang mengganggu kehidupan sehari-hari dan kehidupan sosial orang tersebut. Sebuah penelitian di Spanyol tahun 2016 menunjukkan 8,6% mahasiswa memiliki risiko untuk mengalami kecanduan pornografi. Penelitian lain di Australia tahun 2015 menunjukkan dari 20.094 responden, 1,2% perempuan dan 4,4% laki-laki kecanduan pornografi. 

Ketika seseorang mengalami kecanduan pornografi, mungkin ia mengalami kesusahan untuk berhenti menonton konten pornografi meskipun ia memiliki pekerjaan untuk dilakukan. Ia mungkin akan lebih memilih untuk tetap menonton konten tersebut daripada makan, bertemu dengan teman, mengerjakan PR, dan lain-lain. 

Kecanduan pornografi bukanlah diagnosis yang diakui oleh American Psychiatric Association (APA) dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Health Disorder (DSM), sebuah daftar yang memuat deskripsi, gejala, dan kriteria lain yang diperlukan untuk mendiagnosis gangguan kesehatan mental. Begitupun menurut WHO, kecanduan pornografi bukan diagnosis yang tercantum dalam International Classification of Diseases, sebuah daftar berisi suatu sistem klasifikasi penyakit dan beragam jenis tanda, gejala, kelainan, dan penyebab dari suatu penyakit. Tetapi WHO mengakui adanya kondisi perilaku seksual kompulsif, kondisi yang ditandai dengan kesulitan mengontrol dorongan seksual sehingga mengganggu kemampuan untuk berfungsi dan beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun diagnosis formal dari adiksi pornografi itu masih diperdebatkan, para pakar setuju bahwa penggunaan/konsumsi pornografi bermasalah itu adalah kondisi yang sangat nyata. 

Namun meskipun diagnosis pasti mengenai kecanduan pornografi tidak ada, jika kamu merasa tidak mampu mengontrol dirimu untuk tidak menonton pornografi secara terus menerus hingga mengabaikan tanggung jawabmu, mungkin kamu perlu melakukan sesuatu untuk mengubah kebiasaan itu.

Terus tandanya apa saja?

Kecanduan pornografi ditandai dengan beberapa hal berikut:

  • frekuensi menonton konten pornografi yang terlalu sering
  • mengganggu aktifitas sehari-hari
  • mengabaikan tanggung jawab
  • merasa hampa ketika berhenti menonton konten pornografi 
  • tidak berhenti meskipun mengetahui akibat buruk dari menonton konten pornografi 
  • mengeluarkan uang berlebih untuk menonton konten pornografi
  • memiliki gangguan seksual seperti impoten dan ejakulasi dini
  • menonton konten pornografi untuk mengatasi mood yang buruk, kecemasan, insomnia, dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Kenapa seseorang bisa kecanduan ya?

Penyebab mengapa seseorang bisa menjadi kecanduan pornografi belum diketahui secara pasti. Seperti hal adiktif lainnya, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko penggunaan pornografi yang berlebihan. Menonton konten pornografi memberikan rasa menyenangkan bagi seseorang sehingga ia ingin melakukannya lagi dan lagi. Kecanduan pornografi juga bisa saja dipengaruhi oleh faktor genetik dimana seseorang mewarisi gen yang membuat ia cenderung bertindak tanpa berpikir (impulsif) dalam mencari kepuasan. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh tingginya kadar hormon estrogen dan testosteron yang bisa mempengaruhi libido seseorang. Jika seseorang memiliki perilaku impulsif dan memiliki kadar hormon seks yang tinggi maka ia mungkin memiliki kecenderungan yang lebih untuk menjadi kecanduan terhadap pornografi. 

Faktor psikologis juga bisa saja menjadi penyebab seseorang kecanduan pornografi, seperti mengenal seks terlalu dini, kurangnya edukasi mengenai seks, adanya trauma karena mengalami tindak kekerasan seksual di masa lalu, atau memiliki gangguan kesehatan mental. Kecanduan pornografi juga mungkin dipengaruhi oleh kehidupan sosial seseorang. Mungkin ia pernah ditolak oleh orang lain, dikucilkan di lingkungan sosial, dan pengaruh teman sebaya.

Bahaya nggak sih?

Ada dampak jangka panjang | Photo created by freepik – www.freepik.com

Kecanduan pornografi bisa menyebabkan timbulnya beberapa masalah lain, baik dari segi kesehatan, pekerjaan, maupun seksualitas. Ketika seseorang mengalami kecanduan pornografi, ia bisa berisiko mengalami disfungsi seksual seperti impoten (ketidakmampuan seseorang untuk ereksi) dan ejakulasi dini. Jika seseorang sering menonton konten pornografi sambil bermasturbasi, bisa saja ia juga terbiasa mencapai orgasme/ejakulasi dengan lebih cepat. Menonton konten pornografi secara terus-menerus juga bisa membuat seseorang memiliki keinginan seksual yang rendah dan memerlukan rangsangan yang lebih untuk ereksi. 

Untuk seseorang yang memiliki pasangan, kecanduan pornografi mungkin membuat lebih susah untuk merasa terangsang, cenderung berperilaku agresif atau mendominasi, dan lebih berfokus untuk memuaskan hasrat seksualnya daripada menjalin hubungan romantis. Ia mungkin bisa lebih kritis dalam menilai tubuh seseorang dengan membandingkan tubuh pasangannya atau tubuhnya sendiri dengan tubuh aktor pada konten pornografi. Tidak menutup kemungkinan ia akan memilih lebih dari satu pasangan seksual dan bahkan mengakses layanan prostitusi. 

Selain kesehatan, kecanduan pornografi juga bisa saja mempengaruhi keadaan psikologis seseorang. Ketika seseorang terus-menerus menonton konten pornografi, mungkin ia akan selalu terbayang adegan-adegan seksual. Hal ini bisa saja membuat stres dan cemas karena merasa tidak bisa berpisah dari pornografi.

Kecanduan pornografi juga bisa membuat kehidupan sosial terganggu. Karena efek psikologis yang dirasakan, mungkin ia menjadi enggan untuk bertemu seseorang di kehidupan nyata. Bisa saja ia susah untuk mengontrol pikiran dan tindakan agar tidak melakukan pelecehan seksual terhadap orang yang ditemui. 

 

Namun kecanduan pornografi sebenarnya bisa diobati. Seperti bentuk kecanduan lain, kecanduan terhadap pornografi bisa disembuhkan dengan terapi yang bertujuan untuk menghilangkan kebiasaan menonton pornografi dengan tuntas. Nah, jika kamu memiliki masalah dengan pornografi atau merasa kamu menonton konten pornografi secara berlebihan dan susah untuk berhenti, cobalah identifikasi apakah kamu dengan sengaja menunda aktivitas lain untuk menonton konten pornografi. Jika bingung untuk mengidentifikasi secara mandiri, cobalah menceritakan masalahmu dengan orang dewasa yang kamu percaya, tenaga kesehatan, atau konseling di private chat Dokter GenZ ya! 

 

Referensi:

  • Medical News Today. (2020). What to know about porn addiction
  • Psych Guides. Porn Addiction
  • Psycom. (2020). Tell Me All I Need to Know About Porn Addiction
  • de Alarcón, Rubén et al. “Online Porn Addiction: What We Know and What We Don’t-A Systematic Review.” Journal of clinical medicine vol. 8,1 91. 15 Jan. 2019, doi:10.3390/jcm8010091
  • Ballester-Arnal R., Castro Calvo J., Gil-Llario M.D., Gil-Julia B. Cybersex Addiction: A Study on Spanish College Students. J. Sex. Marital Ther. 2017;43:567–585. doi: 10.1080/0092623X.2016.1208700.
  • Rissel C., Richters J., de Visser R.O., McKee A., Yeung A., Caruana T. A Profile of Pornography Users in Australia: Findings From the Second Australian Study of Health and Relationships. J. Sex. Res. 2017;54:227–240. doi: 10.1080/00224499.2016.1191597. 
  • World Health Organzation. International Classification of Diseases: 6C72 Compulsive sexual behaviour disorder
  • Janssen, E.; Bancroft, J. The Dual-Control Model: The role of sexual inhibition & excitation in sexual arousal and behavior. In The Psychophysiology of Sex; Janssen, E., Ed.; Indiana University Press: Bloomington, IN, USA, 2007; pp. 197–222
  • Memphis Men’s Clinic. Common Causes of Premature Ejaculation
  • 3
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya