Sobat GenZ pernah nggak diminta mengisi data diri dan ada kolom jenis kelamin? Pastinya pernah dong ya. Tapi pernah nggak menemukan kolom yang berisi gender? Mungkin ada yang pernah ada yang belum. Sobat GenZ tahu nggak apa bedanya? Atau menurut kamu sama aja?

Penggunaan istilah “jenis kelamin” dan “gender” sering kali tumpang tindih. Padahal pengertiannya sangat jauh berbeda dan kamu harus tahu!

Setelah ini lebih mudah membedakan seks dan gender deh! | Photo by Magda Ehlers from Pexels

Jenis kelamin

Secara umum, seks atau jenis kelamin mengacu pada perbedaan anatomis dan fisiologis antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan ini tentunya merupakan bawaan dari lahir. Karakteristik yang membedakan mencakup karakteristik seksual primer (yang terkait dengan sistem reproduksi) dan karakteristik seksual sekunder (yang tidak terkait langsung dengan sistem reproduksi, seperti payudara dan rambut wajah).

Karakteristik jenis kelamin laki-laki antara lain:

  • Memiliki penis
  • Memiliki kelenjar sperma dan bisa menghasilkan sel sperma
  • Memiliki hormon testosteron yang lebih tinggi

Sedangkan karakteristik jenis kelamin perempuan antara lain:

  • Memiliki vagina
  • Mengalami menstruasi
  • Mempunyai kelenjar susu pada payudara dan bisa menghasilkan air susu
  • Mempunyai indung telur dan bisa menghasilkan sel telur
  • Bisa hamil dan melahirkan
  • Memiliki hormon estrogen dan progesteron yang lebih tinggi

Secara genetik, manusia mempunyai 23 pasang kromosom dengan total 46 kromosom. Dua puluh dua dari pasangan ini, yang disebut autosom, sama-sama dimiliki oleh laki-laki dan perempuan. Tapi pasangan yang ke-23 nih atau yang disebut kromosom seks yang membedakan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan memiliki dua salinan kromosom X (XX), sedangkan laki-laki memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y (XY). Namun ada juga loh laki-laki yang terlahir dengan dua atau tiga kromosom X, begitu pula ada perempuan yang terlahir dengan kromosom Y. Seseorang dengan pencampuran kromosom yang beda dari biasanya ini seringkali disebut interseks. Menurut satu sumber, sebanyak 1 dari 100 bayi yang lahir adalah interseks.

Wah, ternyata jenis kelamin jauh lebih kompleks daripada laki-laki dan perempuan aja ya guys! Eits.. jangan pusing dulu. Ada juga yang namanya gender nih yang ternyata beda banget dari jenis kelamin.

Gender

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan gender sebagai karakteristik perempuan dan laki-laki yang dikonstruksi secara sosial, seperti norma, peran, dan hubungan dari dan antara perempuan dan laki-laki. Hal ini bervariasi antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain serta dapat diubah.

Peran yang diberikan kepada laki-laki, perempuan, atau gender lainnya dalam masyarakat dikenal sebagai peran gender. Sedangkan identitas gender adalah pemahaman seseorang mengenai gendernya dan bagaimana ia ingin orang lain melihatnya. Bukannya semata-mata ditentukan oleh genetika seperti perbedaan jenis kelamin, perkembangan peran dan identitas gender seseorang  dipengaruhi oleh faktor lingkungan, termasuk interaksi keluarga, teman sebaya, dan komunitas. 

Peran gender dalam masyarakat  juga dapat berubah seiring waktu. Contohnya ada di artikel Dokter GenZ sebelumnya yang pernah bahas mengenai keharusan perempuan pakai baju pink dan laki-laki pakai baju biru. Padahal pada awalnya warna pink banyak dipakai laki-laki karena unsur merah didalamnya dianggap kuat untuk laki-laki, sedangkan warna biru terkesan lebih lembut dan dianggap cocok untuk perempuan. Namun seiring waktu terjadi perubahan-perubahan sampai saat ini.

Contoh lainnya adalah sepatu hak tinggi pada awalnya dirancang untuk digunakan laki-laki saat menunggang kuda. Namun seiring waktu, perempuan mulai mengenakan sepatu hak tinggi. Sepatu hak laki-laki pun menjadi lebih pendek dan gemuk sedangkan sepatu hak perempuan lebih tinggi dan runcing. Terciptalah persepsi kalau memakai sepatu hak tinggi jadi terlihat feminin. Padahal sepatu ya sepatu aja yang nggak punya gender, ya nggak sih Sobat GenZ? Norma sosial-lah yang telah membuatnya demikian.

Terakhir, gender itu nggak selalu sejalan dengan jenis kelamin ya. Bisa saja hal tersebut merupakan variasi normal dari gender seseorang.

Nah, setelah tahu perbedaan gender dan seks, semoga kamu tidak salah mengartikan dan tidak salah menerapkannya dalam kosakata sehari-hari ya!

Sumber:

  • 24
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya