Sebagai pelajar, tiap harinya kita harus dihadapkan pada kegiatan yang teramat padat. Mulai dari membereskan kamar setelah bangun pagi, pergi ke sekolah, hingga belajar plus mengerjakan PR tiap malam. Itu belum kegiatan lainnya kayak bantuin orangtua atau les privat buat ningkatin personal skills kita.

Apalagi zaman sekarang Internet dan gadget udah jadi godaan yang sulit untuk ditolak. Pasalnya di sana banyak banget fitur yang menarik. Mulai dari urusan belajar, menggali passion, mengeksplore hal baru yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya sampai nge-game.

Kadang banyaknya kegiatan itu bikin kita merasa keteteran. Jadi sulit menata waktu kapan buat main, belajar, hingga istrirahat. Kan sedih… 🙁  

Hal-hal di atas memang memiliki manfaat untuk menambah produktivitasmu sebagai remaja kekinian. Tapi, jika kamu nggak pintar dalam manajemen waktu justru akan kerepotan untuk mengimbangi semuanya, ditambah lagi kamu masih punya seabrek kesibukan di sekolah. Padahal sebagai remaja, time management adalah keterampilan yang sangat penting untuk kamu pelajari, baik untuk tanggung jawab-tanggung jawabmu sekarang, dan untuk kehidupanmu di fase berikutnya.

Usia remaja itu usia yang bagus banget untuk mulai mempraktekkan keterampilan ini, karena kalau time manajemen sudah kamu terapkan sejak remaja, bakal membantumu banget saat kamu masuk ke dunia pendidikan tinggi dan pekerjaan! Memang, time management sebenarnya adalah hal yang sulit-sulit-mudah untuk dilakukan. Apalagi bagi pelajar yang masih belajar time management, akan kesulitan awalnya namun pasti bisa jika benar-benar diniatkan. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:

Berhenti jadi penunda

“Kalau bisa nanti, kenapa harus dikerjakan sekarang?”

Mungkin kamu sudah sering ketemu moto kayak di atas. Memilih untuk menunda pekerjaan dan bersantai sampai mepet deadline. Apalagi kalau kamu percaya mantra “the power of kepepet” yang sering digembar-gemborkan orang, bisa-bisa kamu baru ngerjain itu kalau udah mepet banget sama tenggat. Padahal, itu justru menyulitkanmu kalau tiba-tiba aja ada human error atau agenda dadakan yang harus segera kamu selesaikan. Kan hal-hal kayak gitu bisa bikin kacau harimu. Jadi makin panik, pusing sampai makin bikin emosi sendiri! 

Iya sih belajar untuk tidak menunda pekerjaan itu sulit, tapi bisa dilakukan kok kalau kamu beneran mau berusaha. 

Dari tugasmu yang keliatannya besar dan berat banget, coba di break down jadi bagian-bagian yang lebih kecil. Contoh, break down “Selesaikan makalah Bahasa Indonesia” menjadi “1) Mempelajari struktur makalah yang baik, 2) Berdiskusi dengan kelompok, 3) Menentukan topik, dll”. Memecahkan tugas besar menjadi tahapan-tahapan yang lebih kecil membuat kamu lebih termotivasi untuk mulai, karena tugasnya jadi nggak se-menakutkan dan se-malesin itu, dan kamu bisa terus track kemajuanmu dalam mengerjakan tugas. Lalu, dari bagian-bagian yang kecil itu, coba deh bikin jadwal harian atau to do list! Tentunya ya setelah bikin to do list jangan dilanggar sendiri. Dengan begitu kamu akan terbiasa untuk melakukan sesuatu sesuai dengan waktunya dan nggak lagi menunda-nunda. Males nulis? Jangan khawatir, sekarang udah banyak banget kok aplikasi mobile to-do list dan produktivitas lainnya! Tinggal cari aja di app store!

Berusaha untuk fokus ngerjain satu-satu, nggak multitasking gitu

Di usia remaja, mungkin akan terlihat hebat jika berhasil menyelesaikan banyak hal di waktu yang singkat. Padahal kalau kamu nggak bisa mengatasinya, hasilnya malah jadi nggak maksimal karena dikerjakan di waktu yang bersamaan. Kamu jadi nggak punya kontrol atas apa yang seharusnya membutuhkan ketelitian lebih. Lebih baik kerjakan satu persatu tapi hasilnya maksimal dan kamu puas dengan apa yang kamu kerjakan.

Nah, berhubungan dengan tips yang pertama, menghindari multitasking juga akan jauh lebih mudah kalau kamu tidak menunda-nunda ngerjain tugas. Ketika kamu udah break down tugas-tugasmu jadi to-do list yang sudah dijadwalkan, otomatis kamu jadi bisa fokus ke satu tugas pada satu waktu. 

Prioritaskan sesuatu berdasarkan 4 kotak deadline 

Karena hal yang kamu kerjakan itu nggak sedikit, kamu perlu bikin kategori untuk memudahkanmu mengerjakan semuanya. Coba deh bikin 4 kategori kayak:

  • Penting mendesak
    • Contoh: besok harus kumpulin PR matematika yang kalau telat ngumpulinnya, nilainya akan dikurangin 
  • Tidak penting tapi mendesak
    • Contoh: salah satu band yang kamu suka bakal datang ke kotamu, dan hari ini terakhir penjualan tiketnya
  • Penting tidak mendesak
    • Contoh: proposal untuk festival seni sekolah harus diserahkan ke Kepala Sekolah maksimal 4 minggu lagi
  • Tidak penting tidak mendesak
    • Contoh: game yang lagi ngetren barusan rilis versi terbarunya di app store

Dengan mengisi 4 tabel deadline di atas, kamu jadi belajar lebih bijak dalam berpikir ketika mengkategorikan kepentinganmu. Bukan berarti kamu nggak boleh melakukan hal yang tidak penting dan tidak mendesak lho, tapi kamu perlu memastikan bahwa kamu sudah menyelesaikan hal-hal yang kategorinya antara penting, mendesak, atau dua-duanya terlebih dulu. Baru setelah itu kalau kamu ada waktu renggang, kamu bisa melakukan yang tidak penting dan tidak mendesak. Akhirnya hal-hal yang kamu lakukan bisa sesuai dengan prioritas plus waktumu jadi nggak habis duluan untuk kegiatan yang kurang bermanfaat lagi deh!

Halau distraksi yang akan mengganggumu

Salah satu hal yang jadi distraksi saat mengerjakan sesuatu adalah notifikasi dari handphonemu. Awalnya sih, emang beneran penting urusannya untuk dibalas, tapi kemudian ada notifikasi dari sosial media yang sebenarnya nggak penting untuk kamu buka. Eeeh, jadi keterusan scrolling dan lupa akan tugasmu di awal. Nah saat mengerjakan tugas, mending jauhkan ponselmu. Biar kamu lebih fokus dan nggak buang-buang waktu. Bukan berarti kamu nggak boleh liat handphone sama sekali selama 2 jam belajar/ngerjain tugas, tapi pastikan bahwa setidaknya kamu bekerja secara fokus selama 30-40 menit dengan handphone mu di-silent, dijauhkan, atau di-airplane mode; setelah itu, bolehlah memberikan dirimu 5 menit waktu main hp. Tapi setelah itu, fokus lagi ya! 

 

Awalnya sih memang susah untuk belajar time management, tapi bukan berarti nggak mungkin dilakukan. Meski awal-awal kamu nggak ngerasain perubahan yang menguntungkanmu, percayalah lama-lama kamu pasti merasa manfaatnya. Jadi nggak perlu minder kalau masih belum bisa. Ya kan melatih kebiasaan kayak gini emang butuh waktu. 🙂

  • 11K
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya