Kalau kamu mendengar kata “masturbasi”, kira-kira apa yang terlintas di pikiranmu?

Masturbasi dianggap masih tabu buat dibicarakan di negara kita. Kalo kita ngomongin ini seringkali direspon negatif sama orang-orang disekeliling dan nggak bakalan juga dapet informasi yang dibutuhin biar kita ngerti

Tapi tenang, Dokter Gen Z nggak tabu kok buat bahas ini untuk pembaca, kita malah udah ngobrol bareng beberapa orang nih dan juga dokter. Mereka bakal menyampaikan pengalaman soal pelayanan seksual secara mandiri. Penasaran gimana cerita mereka? Yuk lah baca artikelnya dan nanti bisa kamu putusin sendiri mana yang kira-kira pas buat kamu.

 

1.

2.

3.

4.

5.

6.

 

Kalau kamu gimana? Gimana nih memandang “masturbasi”? Yuk tulis di kolom komentar ~

Sebenarnya mau melakukan pelayanan seksual secara mandiri atau tidak ini kan pilihan pribadi. Yang penting kamu pertimbangkan dulu plus-minusnya buat dirimu, ya. Setelah paham konsekuensi, semua pilihan ada di tangan masing-masing… Hehe

 

Dari pandangan medis dr. Yulianto Santoso Kurniawan, SpA, mengatakan bahwa masturbasi adalah bagian normal dalam perkembangan seksual dari anak, dan bagian dari perjalanan kehidupan seksual manusia. Namun meskipun normal, dr. Yulianto menegaskan bahwa masturbasi atau aktivitas seksual secara mandiri harusnya dilakukan dalam ruang pribadi, tidak dalam ruang umum dan tidak berlebihan. “Berlebihan adalah kalau kamu tidak bisa konsentrasi dalam belajar atau bekerja dan selalu berpikir mengenai masturbasi. Bila hal ini sudah terjadi maka kamu perlu diskusi dengan dokter atau orang dewasa yang kamu percaya (orang tua). Aktivitas ini juga tidak dilakukan dengan benda-benda yang kotor, kasar atau aneh karena bisa menyebabkan luka bahkan infeksi,” kata dokter yang berpraktek di RS. Mayapada dan RSUD Kebayoran Baru  Jakarta Selatan ini.

Sementara untuk meredakan dorongan untuk melakukan masturbasi, dr. Yulianto menyarankan agar diperbanyak kegiatan yang positif. “ Umumnya masturbasi dilakukan bila seseorang tidak ada kegiatan,jadi carilah kegiatan yang positif bermanfaat untuk kamu, misal olahraga, ngobrol, membaca, buat kerajinan atau vlog yang seru. Habiskan waktu dengan masturbasi atau habiskan waktu dengan olahraga? Kamu pilih yang terbaik untuk diri kamu,” kata dokter muda yang juga aktif Markas Sehat ini.

 

Setuju dong kamu?

  • 105
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya