Sobat GenZ pernah nggak sih waktu lagi semangat-semangatnya ngerjain tugas dari dosen, tiba-tiba ada gangguan seperti laptop yang error, kuota internet habis, belum lagi besok harus sudah selesai! Iiiih, bikin emosi aja deh! Seketika suasana hati atau mood jadi berantakan. 

Tak jarang kalau lagi bad mood kita memilih kabur sejenak untuk mencari penyegaran sampai mood baik lagi. Alhasil jadi sering menunda-nunda pekerjaan deh. Nah, biasanya apa sih alasan kamu untuk menunda pekerjaan? Kira-kira kamu masuk ke dalam tipe yang mana?

  • Tipe Penundaan Psikologis

Terjadi karena masalah psikologis, seperti kesedihan abis diputusin pacar, atau kecewa karena barang yang dikirim dari online shop nggak sesuai harapan.

  • Tipe Penundaan Hedonistik

Menunda pekerjaan dengan memilih melakukan sesuatu yang membuatmu mengalami kepuasan sesaat, seperti mencari hiburan di sosial media, melakukan masturbasi, menonton film, atau bermain game hingga lupa waktu. 

  • Tipe Penundaan Gairah

Terjadi ketika kamu mendapatkan semangat mengerjakan tugas di akhir-akhir waktu sebelum tugas dikumpulkan. Nah loh siapa disini yang pejuang SKS atau Sehari Kebut Semalam?

Simak artikel berikut ini untuk membantumu mengelola mood biar nggak lagi menunda-nunda pekerjaan. Check this out!

Biar nggak stres, atur suasana hatimu | Photo by andrea piacquadio via www.pexels.com

Seberapa ngaruhnya sih suasana hati dalam produktivitas?

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan produktivitas seseorang, seperti motivasi yang kuat untuk melakukan hal tersebut, kepribadian, lingkungan kerja yang nyaman, dukungan dari orang lain, manajemen waktu dan emosi. Semuanya memainkan peran penting dalam menyelesaikan sesuatu.

Menurut riset yang dilakukan oleh fakultas psikologi dari Universitas Carleton dan Sheffield bahwa alasan kita untuk menunda-nunda pekerjaan bukan hanya dari bagaimana kita mengelola waktu, tapi bagaimana kita mengelola suasana hati atau mood. Suasana hati yang ceria dapat mendorong kamu untuk lebih produktif sehingga menghasilkan kinerja yang baik. 

Contoh sederhana ketika kamu disuruh oleh ibu untuk menyapu rumah. Tentu kamu akan mengerjakannya namun bisa saja hasilnya kurang maksimal karena pada saat itu kamu sedang mengalami bad mood. Tetapi akan terasa berbeda bila kamu melakukannya atas kesadaran diri sendiri karena mood yang lagi ceria. 

Walaupun lagi banyak tugas hadapi dengan tenang | Photo by cottonbro via www.pexels.com

Bagaimana cara mengelola suasana hati?

Perubahan suasana hati atau mood seseorang dapat dengan cepat beralih dari perasaan bahagia dan optimis menjadi perasaan sedih, mudah tersinggung, atau bahkan marah. Hal itu wajar kok Sobat GenZ, karena pada dasarnya manusia memiliki emosi. 

Menurut Paul Ecman, seorang psikolog dari Amerika Serikat mengidentifikasi bahwa manusia memiliki enam emosi dasar, seperti kebahagiaan, kesedihan, jijik, ketakutan, kejutan, dan kemarahan. Dokter GenZ punya tipsnya nih buat mengelola suasana hati atau mood.

1. Meredakan emosi negatif

Saat menghadapi tugas atau situasi yang sulit, jangan biarkan emosi negatif menjadi tak terkontrol. Lakukan dengan tarikan nafas dalam-dalam dan katakan bahwa ini hanya sementara. Lalu apa?

2. Memaafkan hal yang menjadi pemicu emosi

Ketika kamu sedang mengalami kejadian yang tidak mengenakkan, seperti teman yang bikin kecewa, laptop yang tiba-tiba error, atau gebetanmu yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Maka maafkanlah hal-hal tersebut supaya kamu bisa melepaskan diri dari rasa kecewa, amarah, dan benci. Pikiran tenang dapat mendorong suasana hati atau mood menjadi lebih baik.

3. Mengembalikan emosi positif

Setelah mengalami kejadian yang membuat suasana hati atau mood jadi berantakan, maka kamu harus bisa mengembalikannya kembali agar tugas dapat cepat diselesaikan. Misalnya dengan cara tidur yang cukup, mendengarkan lagu yang ceria, dan melakukan sesuatu yang menyenangkan.

 

Kejadian yang membuat suasana hati atau mood jadi berantakan emang enggak banget ya Sobat GenZ. Padahal buat ngumpulin moodnya udah susah payah. Nah, setelah mengetahui cara mengelola suasana hati, nggak ada lagi alasan buat menunda-nunda ya, Sobat GenZ! 

 

Referensi:

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya