Ghosting akhir-akhir ini jadi kata yang populer di media sosial. Ghost dalam bahasa Inggris artinya sih hantu. Eh, emang ada ya hubungannya antara hantu sama percintaan?

Ghosting adalah istilah untuk menjelaskan seseorang yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Apalagi dalam kemajuan teknologi seperti sekarang, siapapun bisa mengunduh aplikasi chatting dan aplikasi kencan yang mempermudah seseorang memutuskan hubungan tanpa bertemu dengan pasangannya. Dalam sebuah studi online terhadap 1300 orang yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships pada tahun 2018, sekitar 25% responden pernah mengalami ghosting pada beberapa momen kehidupannya. Sementara 21,7% responden mengaku pernah menjadi pelaku ghosting.

 

Kenapa seseorang melakukan ghosting?

Kebersamaan yang nggak ‘kerasa’ | Photo by Daisy Anderson from Pexels via doktergenz.hipwee.com

Ghosting bisa dilakukan oleh seseorang karena berbagai alasan. Meskipun begitu, alasan berikut tidak otomatis bisa membenarkan seseorang untuk melakukan ghosting yah. Berikut beberapa diantaranya.

1. Menghindari konflik

Alasan ghosting seseorang bisa jadi karena merasa takut memutuskan hubungan secara langsung karena khawatir bagaimana pasangan akan menyikapi keputusan yang mereka buat. Jika pasangan mereka tidak menerima keputusan itu dengan baik, bisa saja konflik akan terjadi. Konflik inilah yang cenderung dihindari oleh seseorang yang melakukan ghosting.

2. Merasa tidak ada konsekuensi

Ghosting bisa saja mudah dilakukan jika seseorang menjalin hubungan dengan orang yang baru ia temui. Mungkin mereka tidak memiliki teman yang sama atau tinggal di lingkungan yang berbeda sehingga jika ia melakukan ghosting, ia tidak perlu menghadapi konsekuensi seperti ditanya teman, ditemui secara langsung, atau konsekuensi lain yang bisa didapat jika menjalin hubungan dengan seseorang di lingkaran pertemanan yang sama.

3. Melepaskan diri dari toxic relationship

Ghosting bisa dilakukan seseorang jika mereka merasa hubungan yang dimiliki memberikan dampak negatif pada hidup mereka. Memutus kontak jadi pilihan agar dapat hidup bahagia. Tapi kalau menghilang tiba-tiba tanpa kabar, wah bisa jadi masalah baru dong.

Siapa yang bisa menjadi pelaku ghosting?

Bisa siapa saja | Photo created by freepik – www.freepik.com via doktergenz.hipwee.com

Ghosting bisa terjadi pada siapa saja dan dilakukan oleh siapa saja, termasuk kamu. Ghosting tidak terbatas pada hubungan romantis saja, tetapi bisa juga kamu alami dalam hubungan pertemanan. Ghosting bisa saja dilakukan oleh pasanganmu ketika mereka kehilangan percikan romantis atau perasaan berbunga-bunga dari hubungan kalian. Temanmu juga mungkin saja tiba-tiba berhenti merespons chat atau video call darimu karena berbagai alasan.

Tanda kamu di-ghosting

Kamu berubah | Photo created by yanalya – www.freepik.com via doktergenz.hipwee.com

Jika kamu merasa komunikasimu dengan pasangan atau temanmu mulai berkurang bahkan hilang sama sekali, ada baiknya kamu mulai mengidentifikasi apakah mereka benar sedang melakukan ghosting ataukah mereka hanya sedang sibuk untuk sementara waktu.

Hal yang pertama kamu lakukan adalah membandingkan pola mereka merespons pesan atau teleponmu. Apakah mereka masih merespons seperti biasanya? Ataukah tiba-tiba menjadi susah untuk dihubungi? Kamu juga bisa memperhatikan apakah ada yang berubah dengan hubunganmu dengannya. Bisa saja sebelum kamu di-ghosting kamu melakukan atau mengatakan sesuatu yang membuat mereka kesal. Meskipun bisa saja bukan kamu masalahnya. Bisa jadi mereka baru saja mengalami masalah yang serius dalam hidup mereka. Nah, makanya lebih baik komunikasikan deh biar nggak salah paham.

Tips agar kamu tidak di-ghosting

Perlu buat batasan | Photo created by drobotdean – www.freepik.com via doktergenz.hipwee.com

Berpisah dari seseorang mungkin membuat kamu sedih. Tapi kamu bisa menerapkan hal-hal berikut agar dampaknya tidak terlalu besar pada kehidupanmu.

1. Membuat batasan diri

Sebelum menjalin hubungan dengan orang lain, katakanlah apa yang kamu harapkan dari hubungan itu. Apakah hanya sekedar berteman ataukah kamu ingin menjalin hubungan yang serius? Selain itu, beritahu mereka apakah kamu ingin selalu berkomunikasi setiap waktu, setiap hari, atau waktu yang lain. Dalam sebuah hubungan, kejujuran dapat membantumu memiliki hubungan yang baik dan mengurangi risiko saling ghosting satu sama lain.

2. Beri batas waktu

Jika kamu sudah tidak menerima kabar dari mereka untuk waktu yang lama, berilah ultimatum. Mungkin kamu bisa memberi mereka pesan bahwa kamu akan menunggu mereka menghubungi atau menemuimu dalam waktu seminggu atau kurun waktu yang lain. Jika mereka tidak melakukannya, komunikasikan apa yang akan kamu lakukan. Dengan cara seperti ini, kamu juga bisa ambil peran aktif dalam membangun hubungan yang asertif.

3. Jangan menyalahkan diri sendiri

Kamu juga harus membuat catatan di pikiran untuk tidak menyalahkan diri sendiri ketika kamu di-ghosting. Hindarilah membuat asumsi-asumsi mengenai apa yang bisa menjadi alasan mereka untuk melakukan ghosting terhadapmu. Selain belum tentu benar, asumsimu bisa bikin stres sendiri!

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan bahwa ghosting bukanlah hal yang baik untuk kamu terima maupun kamu lakukan. Makanya nih, jagalah komunikasi dalam hubungan. Kemukakan perasaanmu jika ada perilaku mereka yang membuatmu merasa tidak nyaman. Jangan ragu untuk speak up!

 

Referensi:

  1. Healthline. (2019). What Is Ghosting, Why Does It Happen, and What Can You Do to Move Past It? https://www.healthline.com/health/ghosting
  2. Freedman Gili, Darcey N. P, Benjamin Le, and Kipling D. Williams. 2018. “ Ghosting and Destiny : Implicit Theories of Relationships Predict Beliefs About Ghosting”. Journal of Social and Personal Relationship. Hal.1-20. DOI : 10.1177/0265407517748791.
  3. Koessler, R. B., Kohut, T., Campbell, L., Vazire, S., & Chopik, W. (2019). When your boo becomes a ghost: The association between breakup strategy and breakup role in experiences of relationship dissolution. Collabra: Psychology, 5(1).

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya