Meski sudah pernah masuk diadaptasi ke dalam sinetron televisi pada tahun 90-an kemarin, kisah keluarga yang bermula dari novel fenomenal karya Arswendo Atmowiloto, “Keluarga Cemara” ini dinarasikan dengan baik ke dalam medium film oleh sutradara Yandy Laurens. Interaksi keluarga antara Abah, Emak, Euis dan Ara tergambarkan dengan sempurna di film ini.

Nah buat kamu yang butuh referensi buat nonton film yang seru di awal tahun ini, coba deh tonton film Keluarga Cemara. Banyak banget nilai soal keluarga yang bisa dicontoh. Seperti poin di bawah ini, misalnya. Tenang, ini bukan spoiler kok. Bener deh hehe..


Salah satu pengalaman berat adalah saat harus berpisah dengan teman

Masa-masa berat dijalani Euis saat harus berhadapan dengan realita kebangkrutan Abah. Euis yang terbiasa dengan pergaulan kota harus rela berpisah dengan teman-temannya. Terlebih pindahnya ke desa yang punya kehidupan beda total dari kota! Siapa sih yang nggak stres kalau harus menghadapi situasi kayak gini? Beruntungnya Euis punya Abah, Emak dan Ara yang selalu menemani. Paling tidak, dengan adanya keluarga yang selalu dekat dengan Euis bisa sedikit membantu meringankan beban berpisah dari teman-teman.

Masa pubertas itu memang berat, tapi keluarga bisa kok jadi tempat curhat

Mens pertama memang jadi salah satu momen yang bikin nggak nyaman karena kamu masih awam dan bingung sama menstruasi. Apalagi kalau momennya awkward banget kayak yang dialami Euis. Mens pertama pas pakai rok putih di depan kelas lagi! Bayangin deh gimana awkward dan paniknya. Akhirnya Euis langsung lari keluar kelas dan pulang.

Untung Euis mau terbuka dan curhat ke Emak. Sebagai orangtua yang juga udah pernah ngalamin mens, Emak tahu betul gimana perasaan Euis dan bisa menenangkan Euis. Besoknya, Euis udah pede lagi buat dateng dan masuk ke kelas.

Membentak dan emosi nggak bakal menyelesaikan masalah di keluargamu

Marah dan punya masalah dengan orangtua memang biasa terjadi. Sayangnya, kadang ego masing-masing dikedepankan dan nggak ada yang mau ngalah. Kayak yang dialami oleh Euis waktu dia beda pendapat sama Abah. Euis bentak-bentak dan marah sama Abah, Abah pun juga sama. Nggak mau ngalah dan juga membentak Euis. Hal kayak gitu nggak bakal menyelesaikan masalah. Masalah justru selesai ketika Euis bicara baik-baik sama Emak dan esok paginya minta maaf ke Abah. Nah ini jadi bukti kalau masalah nggak akan selesai dengan emosi dan bentak-bentak. Daripada hubungan keluarga jadi retak, kan mending bicarain baik-baik ~

Keluarga cemara mengajarkan pada kita bahwa “harga yang paling berharga adalah keluarga”

Film Keluarga Cemara adalah paket lengkap buat kamu yang pengen dapet pelajaran penting soal keluarga. Keluarga Abah kehilangan semua hartanya karena bangkrut ditipu orang. Dipaksa pindah dari nyamannya hidup di perkotaan sehingga harus tinggal di rumah tua peninggalan orangtua yang udah lama nggak dirawat. Tapi bagi Abah, Emak, Euis dan Ara, kehilangan harta bukan akhir dari segalanya. Karena pada akhirnya, ada hal yang lebih setia dan lebih bisa bikin bahagia daripada harta; “Keluarga”. Mau ada masalah apapun, kamu tetap bisa balik dan terbuka curhat kepada keluarga. Kayak yang dilakukan Abah dan Euis di film ini. Keluarga juga akan selalu bisa menghibur kamu kayak peran Ara yang selalu ceria. Dan keluarga juga selalu bisa kamu andalkan kayak peran Emak yang selalu super dan tangguh walau tengah hamil tua.



Jadi nggak salah dong kalau “Keluarga Cemara” ini jadi film paling keluarga yang wajib kamu tonton di awal tahun ini.

  • 1
    Share

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya