Saat pendapat atau inginmu nggak disetujui sama orangtua, rasanya emang ngeselin banget. Bawaannya kayak pengen marah-marah dan berontak. Tapi sekecewa apapun kamu, marah-marah ke orangtua itu tetap nggak dianjurkan, ya. Karena bagaimanapun, apalagi ketika kita masih muda, orangtua adalah bagian signifikan dari hidup kita. Dengan segala kekurangan dan pertengkaran yang kerap muncul denganmu, mereka tetaplah orangtuamu.

Emang sih kalau ada hal yang kamu nggak setuju, kadang bingung gimana caranya bilang ke orangtua. Mau langsung ngomong nggak setuju, takut orangtua marah atau malah menyakiti hati mereka. Tapi diam aja ya nggak menyelesaikan masalah. Makanya, coba simak ulasan ini biar kamu tahu harus ngapain saat menghadapi orangtua yang nggak setuju sama inginnya kamu. Biar hubunganmu dengan orangtua jadi lebih asyik ke depannya.

Pakai kalimat yang sopan

Kamu baru aja nyampe rumah dari kerja atau sekolah seharian, dan kamu pengen banget rileks dulu sebentar sebelum mulai kerjain kerjaan-kerjaan rumah. Eh tiba-tiba mamamu marah-marahin kamu dan nyuruh kamu untuk cuci piring. Karena emosi, kamu jadinya marah balik ke mama sambil ngegas bilang “Mama tuh bawel banget, sih!”

Kalau tubuh sedang capek, kadang emosi memang susah dikendalikan. Tapi sebaiknya sebagai anak, kamu tetap pakai kalimat yang sopan kalau ngomong sama orangtua. Terlebih ketika kamu pengen bilang nggak setuju tentang suatu hal. Ya kan kamu tetap harus menjaga hubungan dengan orangtua agar tetap harmonis dan nyenengin. Caranya ya dengan jelasinn alasanmu pakai kalimat yang sopan, tanpa menggunakan kata-kata yang nggak pantas. Jangan salah, kalau kalimatmu sopan dan enak didengar, maka kemungkinan besar pendapatmu didengar dan dipertimbangkan lagi lho sama orangtuamu.

Contohnya untuk skenario di atas: daripada marah balik dan bilang bahwa dia bawel, coba dengan kalem bilang “Ma/Bu, aku lagi capek banget karena baru sampe rumah. Aku minta waktu sedikit aja untuk rileks dulu sebentar, ya. Habis itu langsung kukerjain deh cuci piringnya~”

Gunakan data/sumber pendukung yang valid

Tahun depan kamu mulai kuliah dan kamu excited banget untuk mulai mendalami bidang yang kamu suka, yaitu psikologi. Tapi, kedua orangtuamu maunya kamu ambil kedokteran. Mereka kekeh banget bahwa masa depanmu akan cerah kalau kamu jadi dokter. Kamu bingung gimana caranya membuat mereka ngebolehin kamu ambil psikologi.

Nah, kalau dalam situasi kayak gini coba gunakan data atau sumber pendukung yang valid. Contohnya, untuk kasus di atas, kamu bisa coba cari-cari informasi atau data mengenai prospek karir jurusan psikologi. Atau, bisa juga wawancara orang-orang sukses yang dulunya belajar psikologi. Dengan sumber dan data yang valid kayak gitu, kamu jadi bisa memperlihatkan ke orangtuamu bahwa ambil psikologi itu juga bisa punya masa depan yang cerah, lho! Jadi, apa yang kamu jelaskan itu nggak asal-asalan. Orangtuamu juga akan menganggap kamu serius kalau kamu punya data pendukung. Yang penting data atau sumber pendukungnmu valid. Jadi lebih terpercaya dan sulit disanggah.

Sediakan opsi lain sebagai pengganti keputusan orangtua yang kamu nggak setuju

Orangtuamu pengen banget kamu mulai ikut les. Katanya, daripada pulang sekolah main terus, mendingan waktunya dipakai buat les. Mereka nyuruh kamu ikutan les biola, tapi kamu males banget les biola. Kamu sama sekali nggak tertarik. Wah, gimana dong?

Kalau kayak gitu, coba deh kamu sediakan opsi lain sebagai pengganti keputusan orangtua yang kamu nggak setuju itu. Misalnya, kalau kasusnya kayak di atas, kamu bisa kasih opsi les lain yang emang kamu tertarik. Mungkin kamu nggak tertarik biola, tapi kamu pengen banget bisa bahasa Spanyol – nah, bisa kan memberikan opsi les bahasa Spanyol ke orangtuamu? Dengan begitu, orangtua pasti bakal pertimbangkan lagi opsi lainmu itu. Tapi, kamu harus cari opsi yang emang bisa sesuai untuk dibandingin dan mengganti alasan orangtua ya.

Persiapkan sanggahan lain kalau nanti kamu dan orangtua berdebat cukup panjang

Kamu lagi kesemsem banget nih sama satu cowok/cewek di sekolahmu! Udah gitu, dia juga suka balik sama kamu. Dia baik dan pintar banget. Udah siap banget deh untuk pacaran. Eh tapi sayangnya, orangtuamu nggak bolehin kamu untuk pacaran sama sekali. Pokoknya mereka langsung bilang “kamu ga ada ya pacaran-pacaran”. Duh, frustasi banget.

Nah, kalau ngomongin soal setuju atau nggak sama orangtua, kamu harus persiapkan banyak sanggahan. Karena yang namanya beda pendapat, bisa saja kamu dan orangtua bakal berdebat cukup panjang. Pikirkan dulu kira-kira obrolanmu sama orangtua bakal berjalan seperti apa dengan orangtua. Selain itu, coba pikirin kira-kira orangtuamu ini mikirin apa sih, kekhawatirannya apa, keinginannya apa. Dengan begitu, kamu bisa mempersiapkan sanggahan yang emang sesuai dengan pikiran dan kekhawatiran mereka.

Contohnya untuk skenario di atas, kamu bisa coba cari tahu, kenapa sih orangtuamu nggak bolehin kamu pacaran. Misalnya ternyata abis kamu nanya, mereka bilang bahwa kamu nggak boleh pacaran karena nanti nggak fokus belajar. Nah, ketika kamu tahu informasi itu, kamu kan jadi bisa jelasin ke orangtua bahwa pacaran nggak akan ganggu waktu belajarmu. Kamu bisa kok, membagi waktu dengan baik. Kalau gitu, jadinya kan lebih gampang kan untuk merubah pikiran mereka?

Cari dukungan dari orang lain

Kamu lagi stres banget masalah kuliah/sekolah yang numpuk nggak habis-habis. Karena stres, kamu merasa bahwa kamu butuh bantuan profesional dari psikolog. Nah, kamu coba minta izin ke orangtua untuk dibolehin ke psikolog, tapi mereka nggak setuju. Mereka bilang, ngapain coba ke psikolog? Coba selesaiin masalahnya sendiri aja! Huft…

Cara gampang biar pendapatmu diterima dengan baik oleh orangtua yaitu cari orang lain yang dukung kamu. Semisal kakak, paman, atau orang lain yang dekat dengan kamu dan orangtua. Untuk skenario di atas, kamu bisa minta tolong orang-orang ini untuk jelasin ke orangtuamu bahwa bantuan profesional dari psikolog itu emang kadang dibutuhkan, dan bisa membantu banget lho! Hal ini biasa dilakukan untuk memperkuat argumen seseorang ketika nggak setuju terhadap suatu hal. Dengan demikian, pendapatmu akan makin kuat deh.

 

Beda pendapat dengan orangtua itu wajar. Maklum saja karena kamu dan orangtua lahir dan tumbuh besar di era yang berbeda dan tentu cara pandangnya nggak sama. Karena itu, kalau mau ungkapkan pendapat sendiri atas ketidaksetujuan sama orangtua, kamu coba terapkan langkah-langkah di atas ya.   

 

“Tujuan dari komunikasi (dengan orangtua) bukan semata-mata supaya pendapat kita disetujui, melainkan ketika kedua belah pihak sama-sama merasa didengarkan, dapat menyuarakan pendapat, dan menyepakati solusi bersama.

Membuka hati untuk mendengarkan orang lain lebih mudah ketika kita sudah terlebih dulu merasa dihargai oleh orang tersebut. Oleh karena itu, ketika berbicara dengan orangtua, cobalah untuk mendengarkan dan memahami sudut pandang mereka terlebih dahulu.”

  • Kara Andrea Handali, M.Psi, Psi.

Psikolog di Pusat Pengembangan Psikologi Jejak Kaki dan TigaGenerasi

  • 250
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya