Corona dilarang kena aku! Corona dilarang kena aku!

Siapa nih yang udah bikin video Tik tok pakai lagu di atas? Yakin deh Sobat Gen Z disini udah ada yang bikin hihihi. Kebijakan sekolah dan kuliah yang masih PJJ alias pembelajaran jarak jauh yang diperpanjang bikin banyak remaja galau. Rasanya kangen banget.. kangen ketemu temen-temen, kangen ekskul, kangen peer-nya juga nggak nih?

Memang nggak bisa dipungkiri kalau #dirumahaja yang tidak kunjung berakhir ini sangat berefek pada remaja. Faktanya terdapat lebih dari 150 juta anak dan remaja di 165 negara yang terdampak oleh wabah ini. Gaya hidup remaja yang berubah drastis karena tutupnya sekolah dan kebijakan lockdown berkontribusi pada berkurangnya aktivitas fisik alias mager (males gerak). Mager ini nih yang mendorong kita untuk memiliki gaya hidup sedenter, yaitu gaya hidup yang ditandai dengan rendahnya tingkat aktivitas fisik, misalnya keseharian didominasi dengan menonton televisi, bermain komputer, dan rebahan. 

Magernya remaja selama pandemi | Photo by Ekaterina Bolovtsova from Pexels

Sebuah penelitian yang melibatkan anak dan remaja berusia 6-17 tahun menemukan bahwa secara keseluruhan, waktu rata-rata yang dihabiskan untuk aktivitas fisik menurun drastis dari 77 menit/hari (sebelum pandemi) menjadi 15 menit/hari (selama pandemi). Padahal berdasarkan standar dari WHO, seseorang dikatakan tidak aktif jika beraktivitas fisik <30 menit/hari. Belum lagi prevalensi remaja yang tidak aktif secara fisik meningkat dari 21,3% menjadi 65,6%. Waduh, mager banget dong?

Apakah ilustrasi ini kamu banget? | Photo by RF._.studio from Pexels

Ngomongin mager belum lengkap kalau tanpa smartphone. Nah, durasi screen time, atau waktu yang dihabiskan seseorang di depan layar gadget juga meningkat secara signifikan dari 610 menit/minggu (sebelum pandemi) menjadi 2340 menit/minggu (sesudah pandemi). Belum lagi kalau main gadget sambil ngemil dan mager. 

Kombinasi perilaku ini bisa meningkatkan risiko obesitas dan risiko kesehatan lain yang menyertai. Berkurangnya aktivitas fisik dan gaya hidup sedenter berkepanjangan ini berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental yang buruk loh, seperti menurunnya kebugaran otot serta kesehatan jantung, penambahan berat badan, masalah psikososial (contohnya stress dan depresi), bahkan prestasi akademik bisa menurun. Maka dari itu kecukupan aktivitas fisik harian patut menjadi perhatian.

Nggak mau kan kalau mager-mu jadi mengganggu kesehatanmu? WHO aja merekomendasikan seenggaknya kita melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 150 menit setiap minggu atau aktivitas fisik dengan intensitas tinggi selama 75 menit setiap minggu, atau kombinasi keduanya. Naah… Dokter GenZ ada rekomendasi nih untuk tetap bisa melakukan aktivitas fisik meskipun di rumah yang nggak pake mahal! 

  1. Siapkan pengingat untuk bergerak

Selain mager, lupa adalah salah satu tantangan dalam beraktivitas fisik. Maka dari itu pasang pengingat di gawaimu untuk bergerak di sela-sela waktu PJJ, misalnya pemanasan (stretching), dance Tik tok, bersih-bersih dan berkebun. 

  1. Ikut kelas olahraga online

Di jaman serba online ini banyak banget loh kelas gratis dan tutorial di YouTube. Misalnya kelas Zumba gratis, tutorial yoga 15 menit di pagi hari, sampai tutorial gerakan Tik tok. Jangan lupa pemanasan dan ingat kemampuan tubuh kamu yah!

  1. Berjalan

Eits, bukan jadi alasan untuk jalan-jalan di mall loh ya. Tapi di rumah pun berjalan-jalan atau jalan di tempat dapat membantu kamu tetap aktif. Kamu juga bisa sambil telepon teman atau mendengarkan podcast. Tapi kalau kamu memutuskan untuk jalan-jalan keluar, pastikan untuk menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain. Jangan lupa maskernya!

  1. Berdiri

Apakah ini maksudnya stand-up comedy? Bisa jadi! Maksud dari saran ini adalah kurangi waktu duduk dengan berdiri jika memungkinkan. Usahakan berdiri setiap 30 menit dari semula posisi duduk atau berbaring.

  1. Rileks

Meditasi dan latihan pernapasan bisa membantu kamu untuk tetap tenang. Selain bagus untuk kesehatan mental, hal ini juga bagus untuk melatih paru-parumu.

 

Naah.. Sobat GenZ udah tahu kan kalau mager itu bisa jadi penyebab dari berbagai masalah kesehatan? Sobat GenZ juga udah tahu nih apa aja yang bisa dilakukan untuk melawan mager.

“Tapi kalau mager-nya bukan males gerak, tapi mager bikin pager gimana Dok?”

Nah, itu boleh banget karena termasuk aktivitas fisik, hihihi. Pokoknya jangan lupa gerak biar tetap sehat ya guys!

 

Sumber:

  • 38
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya