“Cewek itu selalu benar, apalagi waktu PMS!”

“Wah, ati-ati tuh sama si Salsa, lagi PMS dia!”

Kamu pernah nggak ngomong begitu ke temen perempuanmu? Kamu juga mungkin punya teman perempuan yang selalu masuk ke UKS karena diare di hari pertama mens-nya, mengalami kram perut, atau menjadi sensitif terhadap hal-hal biasa yang kamu lakukan. Pas banget nih, ternyata sebuah studi menunjukkan bahwa laki-laki mengaitkan menstruasi dengan peningkatan rasa marah dan frustasi pada perempuan. Jika hal-hal itu terjadi, apa yang biasanya kamu lakukan?

Biar nggak bingung lagi, yuk cari tahu apa sih  yang sebenarnya dilalui perempuan ketika PMS? 

Mengenal menstruasi dan premenstrual syndrome

Nggak ada salahnya cowok tahu | Photo created by wayhomestudio – www.freepik.com

PMS atau Pre Menstrual Syndrome erat kaitannya dengan menstruasi. Setiap bulan, ovarium melepaskan sel telur yang disebut dengan proses ovulasi. Pada saat yang sama, perubahan hormon terjadi untuk mempersiapkan rahim. Namun jika ovulasi terjadi dan sel telur tidak dibuahi, maka terjadi peluruhan yang disebut dengan menstruasi.

Selama siklus menstruasi terjadi, terdapat perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh. Estrogen dan progesteron mengubah level neurotransmiter di otak, zat kimia yang bertanggung jawab untuk ‘menyampaikan’ pesan antar sel saraf. Suasana hati, nyeri, dan rasa senang dipengaruhi oleh zat kimia otak ini.

Serotonin adalah salah satu neurotransmitter yang dipengaruhi perubahan hormon selama siklus menstruasi. Perubahan kadar hormon progesteron dan estrogen, menyebabkan kadar serotonin berfluktuasi. Fluktuasi inilah yang menyebabkan gejala-gejala PMS seperti perubahan nafsu makan, kembung, kenaikan berat badan, dan perubahan mood yang signifikan.

Bagaimana perempuan melewati masa PMS

Jadi gitu ya… | Photo created by freepik – www.freepik.com

PMS biasanya dialami perempuan 1 hingga 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi dan berakhir ketika menstruasi memasuki hari 1 sampai ke-4. Gejala-gejala yang dirasakan bisa bervariasi dan berbeda dari satu perempuan dengan perempuan lain. Gejala-gejala itu dapat berupa gangguan fisik seperti diare, kembung, kram, sakit kepala, nyeri punggung, atau bengkak pada payudara dan gejala emosional seperti mudah marah, gangguan tidur, mudah lelah, kesulitan berkonsentrasi, merasa sedih, atau mengalami perubahan mood secara drastis (mood swings). Gejala yang dirasakan perempuan ketika PMS bisa dalam skala ringan, sedang, atau bahkan berat yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apa yang bisa kamu lakukan ketika teman perempuanmu PMS?

Jadi cowok siaga | Photo created by wayhomestudio – www.freepik.com

Sebuah studi di Brazil tahun 2008 menunjukkan bahwa 80% perempuan melaporkan mereka mengalami PMS dan 78% diantaranya percaya bahwa pasangan mereka dapat mengenali kapan ketika mereka sedang PMS. Jika teman perempuanmu sedang PMS, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk membantunya loh!

1. Cari tahu lebih banyak soal PMS

Baca lebih jauh mengenai PMS dan menstruasi dari sumber-sumber terpercaya. Hal ini penting agar kamu tahu perubahan-perubahan yang terjadi selama perempuan mengalami menstruasi. Dan akhirnya, kamu bisa lebih berempati dan memahami apa yang bisa kamu bantu untuk mengurangi gejala-gejala PMS yang membuat perempuan tidak nyaman.

2. Berempati

Hal penting lain yang bisa dilakukan ketika teman mengalami PMS adalah mendengarkan dan berusaha untuk mengerti! Dengan kata lain, menunjukkan empati. Coba tanyakan bagaimana perasaan teman perempuanmu ketika menunjukkan gejala-gejala PMS. Lalu, coba bayangkan bagaimana rasanya kalau mengalami gejala-gejala tersebut. Hal ini bisa membuat kita lebih paham mengapa perilaku teman kita berubah menjelang menstruasi.

3. Tetap tenang ketika dia marah

Perempuan bisa menjadi lebih sensitif ketika PMS. Hal yang biasanya tidak mengganggu bisa berubah menjadi hal yang membuat kesal. Ketika hal itu terjadi cobalah untuk tidak terpancing dan membalasnya dengan kalimat-kalimat yang mungkin menyinggung, seperti “Apaan sih!” atau “Lagi PMS ya, galak amat!” Sabar dan ingatlah bahwa mereka sedang mengalami proses biologis dalam tubuhnya. 

4. Ajaklah mereka untuk olahraga

Olahraga secara teratur memberikan berbagai manfaat untuk tubuh kita, salah satunya adalah membantu mengurangi gejala PMS yang dialami perempuan. Olahraga dapat menjadi berat untuk dilakukan kalau dilakukan sendiri. Nah kamu bisa banget nih ngajakin teman perempuanmu untuk olahraga bersama. Selain dapat membantu hubungan kalian tetap baik, secara tidak langsung kamu juga membantunya mengelola gejala PMS. Bonusnya kamu juga sehat deh!

5. Bantu mengurangi rasa sakit

Beberapa gejala PMS seperti kram dan nyeri dapat diatasi dengan pereda rasa sakit. Jika teman perempuanmu mulai mengeluhkan hal tersebut kamu bisa membantunya dengan mendapatkan obat pereda nyeri berupa ibuprofen, aspirin, atau pereda nyeri lainnya.

 

Nah, sekarang karena kamu sudah tau apa saja yang mungkin dialami perempuan ketika PMS dan apa yang bisa kamu lakukan. Jangan lupa dipraktekkan yah!

Referensi: 

  • 66
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya