Himbauan kepada pembaca: Artikel ini membahas tentang kekerasan yang bisa membangkitkan trauma masa lalu. Kami berusaha membahas topik yang sensitif dengan sudut pandang yang tidak menghakimi. Jika dirasa tidak nyaman, kamu bisa tutup layar ini sekarang. Jika dalam proses membaca kamu membutuhkan bantuan, silahkan kontak konselor terdekat di sekitar kamu.

 

Banyak pelaku bullying yang merasa bahwa tindakannya nggak memiliki konsekuensi negatif yang begitu signifikan. Padahal, bagi yang pernah jadi target bully, dampaknya benar-benar terasa. Meski pelaku nggak sengaja nge-bully atau niatnya cuma bercanda, ternyata bagi remaja ini bully memberi dampak besar bagi kehidupan mereka.

Di bawah ini ada 5 orang yang berani bercerita tentang apa yang bully yang dulu mereka terima dan bagaimana dampaknya pada kehidupan mereka.

  1. Bela, 17 Tahun

  1. Erik, 17 Tahun

  1. Arya, 19 Tahun

  1. Ana, 18 Tahun

  1. Aristo, 19 Tahun

 

Dari cerita di atas, kita bisa melihat bahwa bully itu punya dampak yang besar bagi mereka yang mengalaminya. Nggak harus yang dalam bentuk kekerasan, bahkan sesederhana kalimat ledekan aja udah bisa bikin orang lain merasa tersakiti. Karena itu jangan sampai deh kita jadi tukang bully.

Kalau sekarang kamu merasa sedang dalam lingkaran kehidupan bullying, baik itu jadi tukang bully atau korban, kamu boleh banget lho untuk minta bantuan orang lain dan profesional kalau dirasa membutuhkan. Survive melewati masa-masa remaja penuh bully itu susah. Mencoba untuk berhenti nge-bully orang juga susah kalau sudah terlanjur terbiasa. Dengan adanya bantuan dari profesional, perlahan kita jadi tergugah untuk keluar dari lingkaran bully. Semangat~

  • 14.4K
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya