Sejak dulu kalau ditanya tempat mana yang paling pengen dikunjungi, saya akan selalu menjawab Bali atau Malang. Atau kalau bukan keduanya ya jawaban saya paling kota-kota lain yang sering jadi tempat liburan mainstream di Indonesia. Nggak pernah sama sekali kepikiran untuk bisa menginjakkan kaki di luar negeri. Maklum, saya bukan orang yang suka traveling. Hehehe

Eh ndilalah kok rasanya takdir ini punya jalannya sendiri.

Beberapa bulan lalu saya dikabari, “Jik, tolong habis ini urus paspor dan Visa ke Amerika, ya”. Sesungguhnya saat mendengar kalimat itu, saya terdiam beberapa saat. Bingung mau ngerespon gimana dengan berbagai macam pikiran yang bentrok di kepala.

“Ini beneran nggak, ya? Atau jangan-jangan dikerjain doang”
“Eh ini bukan April Mop, kan?”
“Ini seriusan? Jangan-jangan ada apa-apa, nih?”

Tapi setelah dikonfirmasi, ternyata beneran dan saya nggak sedang dijebak dalam acara macam “Kena deh”, “Spontan” atau program prank-nya Atta Halilintar. Saya beneran diajak sama Johns Hopkins Center for Communications Program buat ikut terbang ke San Francisco bareng teman-teman @tabu.id dan Skata!

Beuh, rasanya girang banget! Ngeriiiii….

Sama sekali nggak pernah menduga bahwa saya bisa jalan-jalan ke Amerika. Halah kok Amerika, rasanya bisa traveling ke Bali aja udah seneng kok. Terlebih di Amerika, saya didapuk jadi salah satu pembicara di forum global yang isinya penuh dengan orang-orang keren dan kreatif yang sudah berkiprah di bidang kesehatan reproduksi dan isu-isu anak muda.

Tentu waktu dikabari untuk ikut jadi pembicara di forum global tentang tech dan kesehatan reproduksi bernama YTH saya seneng-seneng ngeri. Ya gimana, background saya bukan dari dunia anak lulusan IT atau medis. Saya cuma alumni kelas BAHASA waktu SMA dan lulusan Sastra waktu kuliah. Eh ndilalah diminta jadi pembicara di conference medis, bayangin sendiri gimana paniknya…

Eh tapi ini juga bisa jadi bukti sih, kalau apapun jurusan yang kamu pilih, nggak usah minder! Selama kamu tetap semangat dan rajin berusaha, semua ada jalannya kok!

Apa sih YTH itu?

Kalau nyontek dari situs resminya sih YTH adalah:

“Forum diskusi global yang berisi orang-prang dengan kreatif dan penelitian terkini dalam berbagai topik mulai dari kesehatan seksual dan reproduksi hingga kesehatan mental dan hak digital.”

YTH 2019 sendiri kemarin berlangsung sejak tanggal 5-6 Mei 2019 dan di sana saya banyak belajar. Baik itu mengenai topik kesehatan reproduksi, isu-isu yang menyangkut remaja sampai tentang perkembangan teknologi! Yang bikin saya kagum, banyak banget presenter program yang isinya anak muda. Paling umurnya baru 15-17 tahunan gitu. Tapi project yang sudah mereka ciptakan benar-benar bikin geleng-geleng kepala. Jadi makin minder kan… :’)

Untungnya presentasi saya juga berjalan cukup lancar. Menjelaskan soal Dokter Gen Z dan kerja sama kami dengan SKATA di depan audiens global yang sudah punya pengalaman di bidang kesehatan reproduksi rasanya ngeri-ngersi sedap. Tapi ya, overall saya dapat banyak masukan berharga dari para audiens di sana!

Setelah dari YTH saya berkesempatan duduk bareng dan diskusi bareng tim Facebook, Youtube dan Google juga!

Kesan pertama yang saya dapat dari kantor Facebook adalah “Wanjeer… Ini beneran kantor?” Silakan ejek saya dengan kata-kata macam “norak” dan lain sebagainya. Lha tapi kenyataannya beneran gitu kok. Kantornya benar-benar bikin saya terkesan dan betah berlama-lama di sana walau cuma sekadar duduk aja. Desain kantor warna-warni unik dengan konsep working space bebas di mana kamu bisa duduk di mana aja. Plus berbagai peralatan canggih yang ada di sana. Sayangnya, nggak boleh foto-foto di sana. Sial. Hehe

Esoknya saya juga berksempatan untuk duduk bareng dan ngobrol bareng teman-teman dari Youtube. Kami belajar banyak soal algoritma Youtube serta gimana caranya untuk mengoptimasi akun Youtube biar traffic-nya makin tinggi. Tapi sayangnya, kami ngobrolnya nggak di kantor Youtube HQ. Yah, padahal rasanya pengen banget bisa lihat kantornya Youtube gimana… :’)

Kemudian tibalah hari terakhir di San Francisco. Rasanya masih belum pengen pulang, tapi ya gimana, ada orang-orang tercinta yang udah nunggu di rumah (sama kerjaan sih huhuhu). Nah hari terakhir ini saya berkesempatan diajak tur dan ngobrol bahas analytics serta UX riset bareng tim dari Google San Francisco.

Nah menurut pengamatan saya, kantornya Google dan Facebook (Mungkin Youtube juga, tapi kan kami nggak sempet main ke HQ-nya) punya satu kesamaan; FOOD IS EVERYWHERE! Di tiap lantai dan tiap bagian selalu aja ada snack bar, food stand, ice cream corner yang siap melayani kapanpun kamu pengen. Duh kalau saya kerja di sana, seminggu udah naik 10Kg deh kayaknya hehehe

Eh tapi masa ke Amerika cuma ikut conference dan meeting doang? Oh tentu tidak~

Selama di San Francisco, saya punya beberapa waktu luang untuk jalan-jalan. Mulai dari belanja di daerah Market Street, main ke Golden Gate Bridge yang terkenal itu, jalan-jalan ke daerah Fishermen’s Wharf, sampai menyusuri Lombard Street yang super Instagrammable. Tapi karena memang dasarnya nggak suka foto-foto. Saya jadi nggak punya banyak koleksi foto.

Meski cuma seminggu, saya bersyukur banget bisa ikutan ke San Francisco bareng teman-teman Johns Hopkins CCP, Tabu.id dan Skata. Selain bisa belajar banyak dari orang-orang keren, paling tidak saya juga jadi punya bahan cerita pas nanti mudik lebaran dan kalau ditanya-tanya sama saudara. Hehe :p

  • 20
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya