“Viral, Sepasang Anak SMP di Bantaeng Menikah”

Sebuah headline berita nasional yang pasti sobat Dokter Gen Z masih inget kan? Tahun 2018 lalu pemberitaan Indonesia diwarnai dengan berbagai fenomena pernikahan dini sepasang anak sekolah, hingga anak sekolah dengan seorang kakek-kakek berumur lebih dari lima puluh tahun di Sulawesi. Hmmmm sebenarnya kenapa bisa heboh ya?

Ya karena menikah ketika kita masih di bawah 18 tahun bukan hal yang biasa kita temui. Apalagi pernikahan yang dilakukan anak di usia dini ini lumayan tinggi jumlahnya di Indonesia, khususnya di Kalimantan dan Sulawesi.

Menurut data Badan Pusat Statistik, pada 2013 Provinsi Sulawesi Tengah adalah daerah dengan tingkat presentase perempuan usia 20-an yang menikah sebelum umur 18 tahun dan paling tinggi di Indonesia. Makanya nggak heran kalau berita seputar pernikahan anak di usia dini kebanyakan berasal dari Sulawesi.

Selain tidak biasa, pernikahan anak usia dini berkontribusi kepada munculnya beberapa masalah besar, misalnya nih putus sekolah, angka perceraian yang tinggi, kekerasan dalam rumah tangga, keguguran, hingga rentan tertular penyakit infeksi seksual. Nah itulah beberapa alasan mengapa pernikahan yang melibatkan anak di bawah umur banyak ditentang khususnya oleh pemerintah.

Untuk menekan angka ini dan meningkatkan kesadaran remaja mengenai usia pernikahan yang ideal, pemerintah melalui BKKBN membuat forum komunikasi remaja GenRe (Generasi berencana) yang tersebar di 34 provinsi dengan lebih dari 23 ribu anggota di Indonesia, salah satunya ya di Sulawesi Tengah.

Tujuan dari program GenRe ini adalah untuk mengajak generasi muda agar ikut serta dalam menurunkan angka pernikahan di bawah umur melalui beberapa kegiatan. Misalnya dengan pemberian edukasi dan konsultasi soal kesehatan reproduksi remaja, kegiatan kepemudaan, komunitas, ajang pencarian bakat dan lainnya.

Selain menekan jumlah pernikahan dini, program ini juga ingin anak muda memiliki jenjang pendidikan yang tinggi, pekerjaan yang terencana, hingga menikah saat sudah siap secara fisik, mental dan finansial. Kalau kata BKKBN nih, usia ideal menikah itu tuh minimal 21 tahun untuk perempuan, dan 25 tahun untuk laki-laki.

“Forum genre adalah gerakan yang berisi sekumpulan anak muda usia 10-24 tahun yang mempersiapkan kesehatan, pendidikan, karir dan perencanaan kehidupan berkeluarga melalui team building, creative thinking & program kelas yang tersebar di seluruh indonesia dengan komposisinya yakni Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja serta Duta GenRe.” Ungkap Muhamad Fadly, Ketua Forum GenRe Sulawesi Tengah.

Muhamad Fadly mewakili GenRe Sulawesi Tengah menerima penghargaan. Sumber: dokumentasi pribadi.

Forum ini biasanya diketuai oleh sosok pemuda yang mampu menjadi influencer bagi anggota di dalamnya. Nah ini dia Muhamad Fadly, ketua sekaligus Duta GenRe yang punya segudang prestasi. Fadly juga sukses mengantar Forum GenRe Sulteng menjadi juara satu forum GenRe terbaik di Indonesia pada Apresiasi Duta GenRe dan Jambore Ajang Kreativitas Remaja 2019 lalu. Acara apresiasi ini diselenggarakan oleh BKKBN untuk memacu para pemuda khususnya remaja agar tergerak untuk berkompetisi lebih produktif dan berprestasi.

Beberapa program unggulan Forum GenRe Sulteng yang secara konsisten dilakukan adalah:
1. GenReXplore : ajang pencarian bakat GenRe, yang memuat kearifan lokal dan mengandung pesan-pesan positif untuk remaja.

2. GenReAward : wadah apresiasi anggota GenRe dari pemerintah daerah, penggerak, pendidik, konselor, mitra yang sudah berkarya dan berkontribusi kepada GenRe Sulteng.

3. EduTour GenRe : penjangkauan ke lapangan daerah-daerah terpencil dan tertinggal dengan kampanye pendewasaan usia pernikahan kepada remaja.

Nah makanya wajar dong jika mereka dapet juara terbaik, abis gerakan dan program kepemudaannya keren-keren. Soalnya mereka nggak cuma menjalankan program wajib dari BKKBN tapi juga membuat inovasi-inovasi lain yang mampu mendorong produktivitas remaja di sana.

GenRe Sulawesi Tengah. Sumber: dokumentasi pribadi.

Semua program tersebut menyasar remaja dan pemuda agar lebih sadar bagaimana risiko pernikahan dini dengan aktif berkarya. Hal ini semata-mata agar dapat mencetak generasi emas melalui pendidikan yang berkelanjutan sampai ke jenjang tertinggi, sekaligus mengurangi presentasi pernikahan anak usia dini yang cukup banyak di Provinsi Sulawesi Tengah.

Hasilnya, menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada 2017 angka Usia Perkawinan Pertama (UKP) pada remaja di Provinsi Sulawesi Tengah meningkat menjadi 20,1 tahun dari 19,58 tahun di 2012.

Luar biasanya lagi, Forum GenRe Sulteng juga melakukan kerjasama dengan UNICEF, UNFPA, Dinas Kesehatan, hingga Kementerian Agama untuk mendukung dan mendorong para pemimpinan kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah dalam mendewasakan usia pernikahan anak.

Nah yang penasaran bagaimana keseruan GenRe besutan BKKBN ini, kamu bisa intip akun media sosial Instagram mereka di @genre_sulteng atau Instagram Muhamad Fadly di @fadlymuhamd.

  • 121
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya