Semenjak kecil, kita selalu senang saat diberi uang saku. Sudah terbayang mau beli jajan apa saja dan mainan apa saja dengan uang tersebut. Tapi orang tua selalu berpesan untuk menggunakan uang tersebut dengan bijaksana. “Lebih baik ditabung,” begitu katanya. Semakin dewasa, kita dituntut untuk bisa mengelola uang saku lebih mandiri karena kebutuhan meningkat. Butuh beli alat tulis, fotokopi materi pelajaran, transportasi rumah ke sekolah, banyak deh!

Belum sampai itu saja. Setelah bergulat dengan banyak tugas sekolah, rasanya pengen banget kasih penghargaan ke diri sendiri. Sekali-kali boleh lah beli barang-barang di Tiktok yang lucu-lucu habis belajar keras, begitu pikirmu. Belum lagi ajakan nongkrong satu geng dan ajakan kembaran baju sama sahabat. Waduuhhh.. 

Awas! Kalau kebablasan kamu bisa jadi terjerumus hedon alias hedonisme loh Sobat Gen Z. Buat kamu yang masih asing dengan istilah yang satu ini, yuk langsung saja kita simak artikel berikut.

Gaya hidup konsumtif yang banyak dilakukan oleh remaja | Photo by streetwindy via www.pexels.com

Hedonisme itu seperti apa sih? 

Kata Hedonisme pertama kali diperkenalkan oleh seorang filsuf bernama Socrates, Aristippus, dan Epikuros. Mereka mempertanyakan ‘apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia’. Jadi, hedonisme dapat diartikan sebagai cara pandang yang menganggap bahwa hal terbaik yang dirasakan manusia adalah kesenangan, terutama untuk dirinya sendiri. Tujuan hidupnya hanya untuk memenuhi kesenangan semata dan menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme secara tidak langsung mengarahkan kita pada perilaku hidup boros atau konsumtif.

Bentuk godaan-godaan hedonisme saat kuliah 

Adanya internet dan media sosial dapat mendorong kita pada perilaku hedonisme. Jika tidak bisa menahan diri dari polusi mata saat melihat media sosial, bisa-bisa kalap dan malah mengikuti tren yang ada.  Apalagi ketika sudah menyimpan uang saku sendiri, tantangan terbesar untuk menahan godaan adalah diri sendiri.

Berikut ini adalah beberapa gaya hidup hedon yang perlu kamu ketahui agar kamu tidak terjerumus pada perilaku hedonisme.

1. Shopaholic: kecanduan belanja

Melihat penampilan teman-teman kampus yang trendi dengan memakai baju, tas, dan sepatu yang bermerek, tanpa sadar membuatmu merasa rendah diri dan merasa tidak puas dengan apa yang sudah kamu miliki. Akhirnya kamu memaksakan diri untuk membeli barang-barang tersebut. Padahal barang yang kamu punya masih bagus dan berfungsi dengan baik.

Menurut Ruth Engs, profesor ilmu kesehatan terapan dari Indiana University, seseorang menjadi kecanduan belanja karena saat melakukan kegiatan tersebut otak akan melepaskan endorfin (hormon kenikmatan) dan dopamin (hormon kesenangan). 

Padahal untuk merasakan kesenangan, kamu tidak perlu harus mengikuti tren loh. Alternatif lainnya adalah dengan membuat prakarya kreatif, belajar hal baru, atau ikut kegiatan kerelawanan. Kamu bisa memperkaya diri dengan petualangan dan pengalaman yang berharga.

2. Hang out: nongkrong sana sini

Lingkungan pertemanan yang berasal dari latar belakang berbeda-beda membuatmu merasa harus bisa menyesuaikan diri pada saat bersamanya. Jangan sampai dirimu dibuat terlena dengan ajakan hang out atau nongkrong secara berlebihan. Mulai dari ajakan nonton bioskop, makan di kafe mewah, atau pergi belanja. 

 

Nah itu dia beberapa hal yang kerap kali menggoda kita pada saat mulai mengatur keuangan sendiri. Mungkin kamu sudah tidak asing dengan kalimat yang satu ini: bersenang-senanglah selagi muda karena hidup hanya sekali. Tapi perlu diingat! Kita harus bisa mengendalikan diri dari pengaruh lingkungan yang ada ya, Sobat GenZ.

 

Referensi:

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya