Masa remaja kerap identik dengan sosok yang memiliki semangat membara untuk memperjuangkan hidupnya  demi sesama. Namun di zaman yang cepat bertransformasi ini, remaja juga dihadapkan dengan berbagai tantangan. Salah satunya menghadapi tantangan global di masa depan. Maka dibutuhkan karakter yang positif dan kuat untuk bisa menghadapinya.

Melihat hal tersebut, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Cakra Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) menyelenggarakan acara Indonesia Young Leader Summit (IYLS).  Tahun ini, IYLS digelar dengan tema ‘Peran Pemuda dalam Membentuk Generasi Berencana Peduli Kesehatan Reproduksi Remaja untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045’. Seperti apa kegiatannya?

Digelar demi membentuk karakter positif remaja dalam menyukseskan Indonesia Emas 2045

Peserta dan pengisi acara IYLS 2019 (Foto: dok. IYLS)

Melalui IYLS 2019 yang digelar pada 21-24 November di Solo, PIK-R Cakra UNS berkomitmen untuk membentuk karakter positif remaja khususnya melalui organisasi mahasiswa untuk menjadi role model yang baik. IYLS 2019 juga melakukan program terarah serta terintegrasi dengan baik dalam mencapai bonus demografi dan menyukseskan Indonesia Emas 2045.

Perlu diketahui, saat Indonesia genap berusia 100 tahun, muncul suatu ide, wacana. dan gagasan Indonesia Emas 2045. Soalnya, Indonesia pada 2020-2045 sedang mendapatkan bonus demografi. Pada tahun 2045, Indonesia mendapatkan bonus demografi dengan jumlah penduduk Indonesia 70% dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk tidak produktif (usia di bawah 14 tahun dan di atas 65 tahun).

Lalu apa sih visi dari Indonesia Emas 2045? Visinya mencakup aspek demokrasi, politik, hukum, sosial, budaya, dan pendidikan yang diperuntukkan bagi generasi muda saat ini di masa yang akan datang. Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah peningkatan kualitas SDM Indonesia untuk menjamin generasi muda benar-benar siap untuk menghadapi tantangan global di masa yang akan datang.

Ajak mahasiswa bertanggung jawab dan berperan untuk menguatkan karakter bangsa

Diajak menjadi generasi yang lebih berkualitas dan siap untuk menghadapi Indonesia Emas 2045 (Foto: dok. IYLS)

Mahasiswa yang notabenenya merupakan bagian dari generasi muda memiliki tanggung jawab dan peran lebih dalam penguatan karakter bangsa. Apalagi nantinya mereka menjadi tonggak untuk memajukan Indonesia sehingga harus mendapatkan pengetahuan dan informasi mengenai bagaimana cara menjadi Generasi Berencana (Genre), yaitu remaja yang terbebas dari Pernikahan Dini, Seks, Pra Nikah, Remaja yang memiliki perencanaan hidup, serta mampu menjadi role model yang menginspirasi masyarakat dan teman sebayanya. Dengan begitu, mahasiswa menjadi generasi yang lebih berkualitas dan siap untuk menghadapi Indonesia Emas 2045 dengan SDM yang matang.

IYLS 2019 melibatkan perwakilan mahasiswa dari seluruh provinsi di Indonesia

Acara ini melibatkan delegasi yang datang dari perwakilan seluruh provinsi di Indonesia. Untuk kegiatannya, IYLS 2019 menggelar Kongres PIK Mahasiswa Seluruh Indonesia yang memiliki agenda FGD tentang permasalahan kesehatan reproduksi di Indonesia yang dibagi dalam beberapa tema pembahasan, yaitu HIV/AIDS, seksualitas, penyalahgunaan NAPZA, pernikahan usia anak, dan pendewasaan usia perkawinan.

Seminar nasional (Foto: dok. IYLS)

Setiap kelompok berdiskusi bersama dan mencari solusi yang tepat untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut di Indonesia. Hasil FGD kemudian akan menjadi bahasan  usulan resolusi kongres yang akan diberikan kepada BKKBN dan Pemerintah Indonesia. Selain itu, digelar pula Seminar Nasional dihadiri oleh Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN, Dr. dr. M. Yani, M. Kes, PKK, Youth Center PILAR PKBI Jateng, dan dr. Aditya Surya Pratama serta  dihadiri oleh 400 peserta dari seluruh Indonesia.

IYLS 2019 juga gelar proyek sosial ke desa dan sekolah-sekolah

Peserta IYLS melakukan cek kesehatan gratis ke warga desa (Foto: dok. IYLS)

Nggak cuma seminar, IYLS 2019 juga membantu masyarakat dan pelajar demi memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai 8 fungsi keluarga dalam program GenRe. Untuk kegiatan Genre Goes To Village dilakukan di Kelurahan Kampung Sewu, Jebres, Surakarta dengan memberikan kegiatan cek kesehatan gratis yang dilakukan oleh tenaga ahli dan pemberian sembako gratis. Sementara untuk kegiatan Genre Goes To School digelar di SMPN 1 Jaten, Genre Goes to School dengan mengambil konsep pengenalan dan pendalaman informasi kesehatan reproduksi, yaitu pubertas kepada siswa-siswi SMP.

 

 

  • 61
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya