Jangan kira cowok nggak punya rasa insecure. Di balik penampakan luarnya yang tenang dan tegas, bisa jadi cowok punya kekhawatiran yang ia simpan dalam-dalam. Entah itu masalah perasaan, penghasilan atau penampilan. Kalau saya sendiri, salah satu hal yang pernah bikin saya merasa sangat insecure adalah permasalahan ukuran titit atau penis.

“Hahahaha… Tititnya si Dio kecil. Hahahaha”

Kalimat itu benar-benar jadi momok yang bikin minder. Padahal sebenarnya saya dan teman-teman nggak pernah saling pamer penis. Tapi entah kenapa saya selalu tertohok ketika ada teman yang menuduh saya dengan tuduhan seperti di atas.

Waktu itu, saya masih SD lho padahal, tapi saya sudah merasa sangat insecure soal ukuran titit! Bohong kalau misal ada yang bilang nggak mungkin cowok insecure soal tititnya. Fakta bahwa branding Mak Erot bisa segitu tenarnya ya karena saking banyaknya cowok yang insecure sama ukuran titit.

Dalam kasusku, penyebabnya adalah pergaulan dan paparan video porno

Sejak kecil guyonan cowok memang seringnya menyerempet masalah titit. Banyak geng cowok yang guyonannya nggak jauh-jauh dari urusan titit, termasuk geng saya dulu. Mulai dari olok-olokan soal ukuran sampai guyonan soal ereksi spontan. Hal itu juga yang jadi salah satu faktor munculnya rasa insecure terhadap ukuran penis saya.

Ditambah lagi ketika beranjak dewasa ada paparan video porno yang bikin ekspektasi soal ukuran titit jadi makin besar. Ya gimana, para pemeran pria dalam video porno umumnya memiliki ukuran penis yang terlihat WOW. Setelah nonton, perasaan insecure soal ukuran titit itu muncul lagi. Gara-gara paparan video porno, saya terjebak dalam pikiran bahwa standar “normal” ukuran penis cowok itu ya segitu!

“Waduh… Yang di film itu bisa segede itu yak. Punyaku bisa segede itu nggak, ya? *Glekk…”

Ditambah lagi cowok juga punya kecenderungan memandang ukurang penisnya lebih kecil dibanding kenyataan. Padahal mah kalau misal ada orang lain yang lihat juga kayaknya ukuran segini itu normal aja, tapi saya ngerasanya punya saya ini kurang gede. 🙁

Bermula dari rasa penasaran, saya berambisi menemukan jawaban

Rasa insecure atas ukuran penis itu kemudian bikin saya makin penasaran. “Masa iya sih punyaku ini terbilang di bawah normal?” Saya bertekad untuk menemukan kebenarannya! Masalahnya, gimana caranya?

Mau tanya langsung sama orangtua ya jelas awkward. Nggak mungkin dong tiba-tiba aja tanya “Pak, ukuran penisku segini ini normal nggak?” sembari nunjukin tititku. Bisa-bisa saya dituduh yang tidak-tidak nanti. Mau pakai cara basa-basi tanya ukuran titit Ayah juga nggak mungkin dong~

Pun demikian juga dengan ngobrolin masalah ukuran titit ini sama teman-teman. Rasanya cuma cowok polos yang ngomongin masalah ukuran titit ke temannya. Bukannya apa-apa, paling-paling jawaban teman-teman bakal mengada-ada. Ada yang malah pamer mengaku punyanya lebih gede dari aslinya dan mungkin malah ada respons yang justru ngejek kamu karena kamu tanya ukuran penismu.

Setelah sekian lama memendam rasa penasaran, akhirnya saya menemukan secercah harapan. Ternyata ada sebuah artikel yang menyebutkan bahwa rata-rata ukuran penis cowok dunia adalah sekitar 12,9 cm sementara rata-rata penis orang Indonesia adalah 11,68 cm!

Nggak pakai lama, saya langsung mengambil meteran untuk kain, masuk kamar, dan kemudian mulai mengukur si titit, tentunya ya ini yang diukur versi yang sudah ereksi dong heuheu. Setelah mengetahui angkanya sedikit di atas “standar”, hati ini sedikit merasa tenang. Terjawab sudah rasa penasaran saya soal “apakah ukuran penis saya ini masih masuk ‘normal’ atau tidak” hehe.

Tapi kemudian timbul pertanyaan lanjutan…

Nggak mungkin dong kemudian saya koar-koar bahwa ukuran penis saya lebih dari batas standar di muka umum. Awkward juga kalau tiba-tiba bilang ke teman soal temuan terbaru saya ini kan. Yang ada malah saya diketawain.

“Iya, ukurannya ‘normal’, lha terus apa yang bisa saya lakukan dengan fakta itu?”

Kalau dihadapkan pada pertanyaan di atas, saya sendiri nggak bisa menjawab. Faktanya, saya merasa insecure soal ukuran penis berawal dari guyonan teman-teman dan expose dari film porno. Jadi sebenarnya nggak ada alasan valid kenapa saya harus insecure.

Kita sering nemu ucapan kayak punya titit berukuran besar itu lebih maskulin dan lebih “cowok”, dan hal itu kadang bikin kita insecure. Kalau alasan insecure sama ukuran titit adalah karena anggapan bahwa punya titit besar adalah sebuah kebanggaan, sebenarnya kan ya cowok susah mau membandingkannya. Agak awkward juga kan kalau misal bandingin sama punya teman. Lha kalau alasannya adalah karena penis besar identik sama kepuasan seksual, tenang, nggak semua cewek mempermasalahkan ukuran. Ada banyak faktor lain yang mempengaruhi kepuasan seksual.

Lebih baik fokus sama membangun positive body image pada diri sendiri. Salah satu yang bisa dicoba adalah dengan rajin olahraga biar badan tetap sehat dan stop membandingkan diri sendiri dengan orang lain biar mental juga sehat.

  • 89
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya