Revenge porn adalah gambar/video telanjang atau setengah telanjang seseorang yang diunggah di internet tanpa persetujuan pemilik tubuh. Aksi ini seringkali dilakukan sebagai wujud balas dendam ketika hubungan berakhir. Hasil survei online EndRevengePorn.org tahun 2012-2013 menunjukkan bahwa 57% orang yang mengalami revenge porn mengatakan foto dan video mereka disebarkan oleh mantan pacar. Fenomena ini seringkali memiliki efek psikologis yang mendalam pada orang yang mengalaminya. Dalam jangka panjang, penyintas sering menunjukkan gejala depresi, kecemasan, niat bunuh diri, serta gangguan stres pascatrauma. 

Berikut empat langkah yang bisa membantu kamu untuk mengatasi dampak-dampak merugikan akibat revenge porn.

Keamananmu yang utama

Yang penting kamu aman | Photo by Roman Kraft on Unsplash

Survei endrevengeporn.org menyebutkan bahwa 49% orang yang mengalami revenge porn melaporkan pelecehan dan penguntitan online setelah insiden. Maka dari itu, jika kamu mengalami revenge porn, segera perhatikan faktor keamanan fisik dan digital setelah kejadian. Hal ini penting karena bisa jadi informasi pribadi seperti nama, alamat rumah, dan nomor telepon juga tersebar. Bila dibutuhkan, pergi ke rumah teman atau minta pertolongan keluarga yang bisa dipercaya. Ada baiknya juga untuk kamu menonaktifkan media sosial sementara waktu. Selain untuk menyamarkan identitas, hal ini juga bisa menghindarkan kamu dari komentar-komentar yang membuat kamu semakin tertekan. 

Jaga kesehatan mental

Kesehatan mentalmu juga penting | Photo by Anthony Tran on Unsplash

Revenge porn dapat berdampak negatif pada kesehatan mental pada orang yang mengalaminya. Masih berdasarkan survei yang sama, 93% penyintas revenge porn mengalami tekanan emosional yang tinggi. 42% penyintas mencari layanan psikologis untuk menangani perubahan signifikan dalam kehidupan sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya karena mengalami revenge porn. Penting untuk memberi diri waktu untuk memproses kejadian sepenuhnya. Hal itu bisa dilakukan dengan menghadapi masalah, dan tidak menghindari atau menyangkal keadaan. Contohnya, kamu bisa menumpahkan perasaan dan kekhawatiran dengan menulis jurnal atau bermeditasi. Hal lain yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan mental adalah dengan meluangkan waktu untuk berbagi dan bercerita dengan teman yang dapat dipercaya. Bangun sistem dukungan yang positif sehingga kamu tidak terlarut dalam perasaan cemas dan tertekan. Terakhir, jika kamu merasa bahwa kamu tidak mampu untuk menghadapi hal ini sendiri, nggak perlu ragu ya untuk mencari bantuan ke tenaga profesional! Mereka dapat membantu kamu untuk pulih dari trauma. 

Dokumentasikan buktinya

Screenshot bisa jadi bukti | Photo by Joshua Hoehne on Unsplash

Simpan bukti-bukti penyebaran konten. Ambil tangkapan layar (screenshot) dari semua situs web dan link ke halaman tempat gambar yang dimaksud muncul. Jangan lupa simpan link dari situs-situs tersebut. Bila ada, simpan juga tangkapan layar riwayat chat yang menunjukkan bahwa pelaku memaksa atau mengancam akan menyebarkan konten pribadimu. Buat salinan dan simpan di tempat yang aman. Hasil ini bisa menjadi bukti jika kamu ingin melaporkannya.

Pertimbangkan opsi hukum 

Kamu punya hak untuk bersuara | Photo by Bill Oxford on Unsplash

Kamu punya hak hukum untuk meminta pertanggungjawaban hukum kepada pelaku loh. Proses ini bisa jadi cukup panjang dan melelahkan, maka dari itu ada baiknya kamu mencari bantuan pendamping. Saat ini sudah banyak organisasi-organisasi perempuan, lembaga bantuan hukum, dan komunitas yang bersedia untuk mendampingi kamu menghadapi kasus kekerasan termasuk revenge porn. Kamu bisa mengontak Komnas Perempuan di 021-3903963 atau hubungi konselor sebaya Dokter GenZ untuk didampingi. Pastikan untuk membawa salinan tangkapan layar bersama dengan bukti kekerasan lainnya seperti peretasan, pelecehan, peniruan identitas, pemaksaan, penguntitan, atau pemerasan. 

 

Dengan merespon kejadian revenge porn dengan bijak, harapannya kamu dan orang-orang yang mengalami revenge porn lainnya dapat segera memulihkan trauma dan kembali ke masyarakat dengan aman. Seiring dengan berlalunya waktu dan dukungan positif dari lingkungan sekitar, percayalah kamu dapat memperoleh rasa berdaya atas hidup kamu. Ingat, nilai dirimu tidak berkurang karena kejadian ini!

Referensi:

  • 17
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya