Mendengar ungkapan “cinta itu buta” memang rada-rada klise. Tapi ada lho yang masih kejebak cinta buta di kehidupan nyata. Apa pun yang diminta pasangannya selalu diturutin, katanya atas nama cinta.

Dalam pacaran yang sehat itu nggak boleh ada salah satu yang merasa tertekan dan terpaksa cuma demi dibilang benar-benar sayang. Jadi, kalau pacarmu minta hal-hal kayak di bawah ini, berarti dia nggak ngerti apa itu sebuah hubungan yang sehat.

1. Sering maksa dibeliin barang

Pokoknya beliin ini! via www.pexels.com

Memelihara hubungan memang butuh uang, tapi bukan berarti semuanya harus dinilai dengan materi atau uang. Cara orang mengekspresikan cinta itu kan ada banyak cara. Memang kadang ada orang yang mengekspresikan rasa sayangnya dengan memberi barang, sementara orang lain dengan memberi perhatian dan kasih sayang dengan hal lain.

Pacarmu gak seharusnya membuatmu ngerasa gak enak kalo gak ngasih dia barang ini itu. Kalau dia masih nuntut kamu untuk belanjain uangmu buat dia, jelasin aja kalo kamu punya cara sendiri mengekpresikan rasa sayangmu, seperti kasih sayang, perhatian, dan saling menolong aja.

2. Selalu minta laporan dan cek HP tiap ketemu

Cek hape terooos~ via www.pexels.com

Hubungan yang sehat dibangun di atas dasar kuat yakni rasa percaya. Rasa percaya diantara pasangan berarti kamu bisa percaya dan saling mengandalkan satu sama lain. Kalau seseorang ngerasa dia gak bisa percaya sama kamu, atau mempertanyakan kesetiaanmu, maka dia akan mulai ngecek chat di hp dan social media kamu. Selain itu dia juga akan minta kamu secara terus menerus ngapdet semua aktivitas kamu dan keberadaanmu. Ih ini pacaran atau inspeksi sih? Kamu berdua emang pacaran, tapi kamu juga berhak atas privasi, Jangan sampe kamu kehilangan privasi kamu hanya untuk nyenengin pacar kamu. Kelakuan si pacar yang pengen ngontrol semua aktivitasmu itu gak sehat lho. Coba deh kamu bicarain ini sama dia untuk cari tau apa sih sebenernya sumber kecurigaannya. Kalo gak berhasil juga, hal terbaik sih putus aja.

3. Memintamu menomorsatukan dirinya

Aku harus jadi yg nomor satu~! via www.pexels.com

“Jadi kamu miluh futsalan sama temen-temnmu? Oke, kita putus aja!”

Sebelum berpacaran dengannya, tentu kamu udah punya lingkungan pertemanan , hobi dan hal-hal lain yang jadi prioritasmu kan? Nah ini harusnya tak ada yang berubah hanya karena kamu punya pacar. Kamu tentunya  pengen banyak waktu sama pacarmu tapi bukan berarti seluruh kehidupan hanya berpusat pada dia kan.Waktumu gak bisa mendadak jadi gak bisa main lagi sama temen-temenmu atau menghabiskan waktu sama keluarga. Kalo kamu sampe kesulitan menyeimbangkan hubunganmu dengan si pacar dan hal-hal lain yang juga penting dalam hidupmu, coba deh atur jadwalmu. Misalnya, kamu bisa menyediakan waktu khusus satu atau dua hari dalam seminggu untuk bisa bareng-bareng sama si pacar dan sementara hari-hari lainnya kamu bisa gunakan untuk hal lain yang juga prioritas.

4. Minta kamu berubah sesuai kemauannya

Jangan mau kalau pacarmu minta yang aneh-aneh via www.pexels.com

Kadang dalam sebuah hubungan, seseorang ingin ngubah perilaku atau penampilan pacarnya sesuai dengan keinginan dia. Emang sih asik ketemu pacar yang bisa bantu bikin keputusan yang baik dan mengenalkanmu ke hal-hal baru, tapi gak seharusnya kalo dia terus-terusan berusaha mengubahmu secara mendasar sampe kamu jadi kayak orang lain.

Kalo pacarmu selalu berusaha memperbaiki perilakumu, penampilanmu, cara bicaramu atau bahkan mengambil keputusan untukmu, maka dia punya masalah dengan kontrol.Mungkin emang bener dia suka sama kamu, tapi di kepalanya dia punya bayangan ideal tentang kamu seperti yang diinginkannya. Kalo pacar kamu gak nerima kamu apa adanya seperti pas kalian ketemu pertama kali, mungkin kamu bukan orang yang tepat buat dia. Karena kalo pacarmu sayang sama kamu, dia akan menghargai dan menghormati mu sebagai individu yang punya keinginan, bukan orang yang harus menuhi keinginan mereka.

 

Pacaran itu bukan berarti kamu miliknya seutuhnya. Kalian hanya punya hubungan lebih dekat dan  intens dari sekadar teman, bukannya berhak atas semua yang dia miliki atau memaksanya untuk menuruti segala yang kamu minta. Dan ingat ya, nggak boleh ada yang namanya pemaksaan. Kamu berhak atas dirimu dan waktumu sendiri. Jadi kamu juga punya hak untuk menolak, tanpa perlu takut dianggap nggak sayang. Sebaliknya, kamu juga nggak boleh memaksakan kehendakmu ke pacarmu lho ya. Intinya sih, saling menghargai aja. Gampang ‘kan?

 

 

Artikel ini sudah melalui tahap review dr.Fransisca Handy, SpA

  • 4.1K
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya