Rasa penasaran saat remaja itu menggebu-gebu. Mulai dari hal-hal baru yang sifatnya untuk menambah ilmu, sampai hal-hal berbau seksualitas. Nah kalau ngomongin hal-hal berbau seksualitas, banyak banget remaja yang jadi terjun kenalan sama film porno. 

Kenapa sih film porno itu bisa bikin kita jadi kecanduan?

Ya karena melihat gambar-gambar eksplisit dalam film porno bisa merangsang dan menyebabkan pelepasan bahan kimia di otak serta memunculkan respons secara fisik. Saat nonton film porno, mungkin kamu juga ngerasa agak malu, tapi banyak juga yang merasa ada perasaan mendebarkan saat nonton film porno. Tetapi lama-lama perasaan mendebarkan itu jadi semakin berkurang. Makanya kita jadi ngerasa perlu nonton lagi dan lagi biar perasaan “seru”-nya itu tetap ada. Akibatnya ya kita jadi kecanduan, deh.

Kayak cowok-cowok di bawah ini. Mereka bercerita kalau pernah sampai di level kecanduan nonton film porno. Bukan cuma sesekali nonton film porno, loh. Tapi levelnya udah pada level “kecanduan”. Mereka terjebak kecanduan film porno sampai menahun sampai akhirnya berjuang keras untuk keluar dari ketagihannya! Simak deh ceritanya~

 

Pindah ke desa membantu Rudi menyudahi kecanduannya

Kalau Leo, dia bikin jurnal sebagai pengingat! 

Nambah kesibukan adalah cara andalan Vino untuk lepas dari kecanduan

Buat menekan rasa pengen nonton film porno, Ilham memilih ikut ekskul futsal

Sebenarnya menjelajahi rasa keingintahuan soal hal-hal seksual itu sah-sah aja, tapi kalau nggak dikontrol bisa-bisa memberi efek buruk bagi cara melihat dan perilaku seksualmu nantinya. Film porno cuma memberi gambaran yang sangat sempit soal hubungan seksual dan bahkan cenderung kurang realistis.  

Kita nggak bisa memungkiri bahwa pornografi juga merupakan bagian dari budaya digital dan seksualitas yang mudah dicari. Karenanya bagi sebagian orang nonton film porno memang susah dihentikan kalau sudah terlanjur terjerumus ke sana. Tapi susah dihentikan bukan berarti nggak mungkin ya. Selama ada niat, semua pasti bisa diusahakan. 

Seperti kata Cantyo Atindriyo Dannisworo, M.Psi, seorang Psikolog Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Psikolog Klinis Dewasa Yayasan Pulih:

“Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidaklah baik, termasuk film porno. Banyak yang sudah terjebak dan sulit untuk keluar. Jika sudah dirasa mengganggu dan tidak bisa mengatasinya dengan caramu, jangan ragu untuk ceritakan kepada orang dewasa yang kamu percaya (bisa orangtua, konselor sekolah/kampus, atau psikolog) untuk membantumu. Ayo gunakan masa muda kita untuk sesuatu yang produktif dan berguna untuk masa depan yang lebih cerah!”

Kayak kasus 4 orang di atas. Mereka sukses berhenti nonton film porno dengan caranya masing-masing. Kalau kamu tertarik, boleh lho cobain cara mereka~

  • 155
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya