Di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, hampir semua kegiatan dilakukan secara online. Mulai dari sekolah online, belanja online, ngakak online, sampai ke soal percintaan yang sudah bisa ditemukan secara online. Waduuh kalo keseringan online bisa-bisa membuat kita lupa sama interaksi sosial nih. 

Oh iya, Sobat GenZ pernah nonton film animasi Wall-e belum? Bagi yang belum pernah nonton, Dokter GenZ bakal kasih sedikit spoilernya nih. Dalam film animasi tersebut menggambarkan keadaan bumi yang sudah tak lagi berpenghuni lantaran dipenuhi oleh ribuan sampah. Sedangkan manusianya tinggal di dalam pesawat luar angkasa bernama AXIOM, dimana segala aktivitas dapat dilakukan sambil duduk menghadap layar. Saking nyamannya dengan kemajuan robot dan internet, sampai-sampai menghilangkan sisi kemanusiaan penduduknya untuk saling bersosialisasi. Wah, padahal manusia makhluk sosial juga kan?

Nah, setelah setahun lebih melalui pandemi COVID-19 yang memaksa kita membatasi interaksi langsung, apakah Sobat GenZ ikut merasakan hal yang sama? Ternyata hal tersebut rentan membuat kita mengalami social anxiety atau kecemasan sosial lho. Untuk informasi selengkapnya simak penjelasan berikut ini ya supaya kamu tidak terjebak di zona nyaman daring.

Terlalu nyaman daring rentan berakibat social anxiety | Photo by vanessa garcia – www.pexels.com

Apa itu social anxiety

Social anxiety atau kecemasan sosial merupakan gejala yang membuat seseorang mengalami rasa takut saat bertemu dengan orang lain atau merasa tidak nyaman terhadap situasi sosial sehingga berusaha menghindari kegiatan sosial. Misalnya nih seperti malas untuk diajak reunian, malas untuk mengikuti organisasi kampus, atau malas untuk mengikuti kegiatan kerelawanan. Nah, jika kamu sudah terlalu nyaman dengan kegiatan daring, kamu mungkin bisa saja mengalami kecemasan sosial ini lho, Sobat GenZ. 

Terlalu nyaman di dunia maya | Photo by lisa via www.pexels.com

Kenapa seseorang bisa mengalami social anxiety 

Menurut Leslie Adams, seorang terapis dari Northwestern Medicine Central DuPage Hospital, Amerika Serikat menyatakan bahwa masa isolasi yang lama dapat meningkatkan kecemasan sosial. Ditambah lagi dengan adanya kehadiran internet sebagai kebiasaan baru kita yang membuat kita bisa asik sendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain secara langsung. Rasa cemas, ragu, malu, serta rendah diri saat menghadapi kegiatan sosial karena terlalu nyaman dengan daring hingga lupa bahwa dengan mengikuti kegiatan sosial dapat meningkatkan sisi kemanusiaan seperti saling tolong menolong dan saling menghargai. 

Jangan sampai teknologi membuatmu menjauhi kegiatan sosial | Photo by andrea piacquadio – www.pexels.com

Tips mengurangi kecemasan sosial

Supaya kamu tidak terjebak di zona nyaman daring, ada baiknya kamu untuk coba mengikuti beberapa tips yang telah Dokter GenZ rangkum berikut ini.

1. Menyadari bahwa rasa takut itu normal 

Sebelum buru-buru bilang NO ketika diajak mengikuti kegiatan sosial, ada baiknya kamu ketahui terlebih dahulu rasa takut apa yang membuatmu untuk mengurungkan niat bergabung. Seperti rasa tidak suka, merasa terancam, atau merasa tidak nyaman saat ngobrol dengan seseorang.

2. Berlatih untuk menghadapi rasa takut

Setelah mengenal rasa takutmu, penting untuk menyadari bahwa rasa takut itu adalah hal yang wajar dan tidak perlu kamu menyalahkan diri atas perasaan tersebut. Cobalah untuk berbicara bersama orang lain dimulai dari topik-topik yang membuat kamu nyaman, seperti menanyakan kabar, menanyakan hobi, atau membahas berita terbaru.

3. Membangun kepercayaan diri

Penting banget nih untuk membangun kepercayaan diri, tapi jangan lupa untuk membuat dirimu nyaman. Misalnya pakai baju favorit, sepatu yang nyaman, dan parfum yang segar, bisa membuat aura dirimu positif. Kalau kamu nyaman, kamu jadi lebih mudah berbaur dengan orang lain. 

 

Nah, setelah Sobat GenZ menyimak beberapa tips di atas, semoga bisa mengatasi kecemasan sosial yang mungkin sedang kamu alami yah! Meskipun masih di masa pandemi yang menuntut kita untuk jaga jarak, ada baiknya kamu juga mengikuti kegiatan-kegiatan sosial yang bernilai positif untuk dirimu. Eits, jangan lupa protokol kesehatannya yah!

 

Referensi:

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya