Pernah nggak sih kamu berdiri di depan cermin, lalu mulai mengritik apa pun yang kamu lihat di sana? Mulai dari kulit yang menurutmu kurang cantik, rambut yang susah diatur, bentuk wajah yang menurutmu kurang ideal, hingga jerawat yang bertaburan. Rasanya semua yang ada dalam dirimu nggak sempurna. Lalu kamu pun mulai berandai-andai bila kamu punya penampilan seperti si A, B, atau C. Nah inilah yang ingin diubah oleh konsep body positivity, yakni mengajakmu memberikan citra yang baik untuk tubuhmu sendiri.

 

Apa sih body positivity itu?

Apa itu body positivity? (Joshua Coleman/Unsplash) via unsplash.com

Minder soal penampilan adalah perasaan yang umum bagi para remaja. Apalagi di masa puber, sebagian remaja mengalami perubahan fisik yang cukup drastis. Contoh yang paling sederhana sih jerawat yang mulai bermunculan. Rasanya malu banget kalau ketemu orang lain, karena kamu takut diejek.

Hal ini diperparah sama standar kecantikan atau ketampanan yang masih banyak diyakini oleh lingkungan kita. Katanya yang cantik itu yang rambutnya panjang, kulitnya putih, tinggi, semampai, dan lain sebagainya. Lalu yang tampan itu harus berdada bidang, bertubuh tinggi atletis, dan kulitnya terang. Lantas, kita yang nggak memenuhi kriteria itu merasa kurang sempurna.

Apa yang ingin ditekankan oleh konsep body positivity adalah bahwa setiap orang berhak memiliki citra yang positif terhadap tubuh masing-masing. Setiap orang memiliki bentuk tubuh, warna kulit, serta kriteria penampilan yang berbeda, dan itu nggak apa-apa. Jadi, body positivity mengajak semua orang untuk menghargai diri sendiri karena setiap tubuh, nggak peduli bagaimanapun bentuk, warna, dan ukurannya, punya nilai yang sama. 

Body positivity juga mengajakmu lebih fokus kepada apa yang bisa dilakukan oleh tubuhmu, ketimbang bagaimana penampilannya. Di sini, kamu diajak untuk lebih mengembangkan potensi dirimu sehingga menutupi kekuranganmu dengan kelebihan-kelebihan itu. Yup, setiap orang punya potensi dan kelebihan kok. Sayangnya, hal ini seringkali dilupakan karena kita terlalu sibuk meratapi kekurangan. Bener, nggak?

 

Kenapa kamu harus mulai memandang positif pada tubuhmu sendiri?

Pentingnya body positivity (Retha Ferguson/Pexels) via www.pexels.com

Nah, sekarang kamu sudah tahu apa itu body positivity. Lalu, apakah hal ini penting untuk diterapkan? Jelas penting. Soalnya, hal ini berkaitan erat dengan rasa percaya dirimu, bagaimana kamu mengembangkan diri, kesuksesanmu di masa depan nanti, dan pada akhirnya, kebahagiaan hidupmu sendiri. Untuk gampangnya, coba perhatikan gambaran di bawah ini, ya. 

Kamu merasa bahwa tubuhmu jauh dari standar cantik atau tampan yang dikatakan orang-orang. Apalagi sekarang jerawatmu datangnya sedang keroyokan. Suatu hari, guru di sekolahmu menawarkan siswa untuk berpartisipasi dalam acara kesenian di sekolah. Sebenarnya, kamu punya suara dan skill menyanyi yang bagus—ya meskipun selama ini hanya bernyanyi di kamar mandi atau di depan keluarga. Kamu ingin ikut serta, tetapi, kamu ragu karena merasa penampilanmu lagi “nggak banget”. Bagaimana kalau nanti diejek ketika di atas panggung? Bagaimana kalau orang-orang nggak mau nonton karena kamu (merasa) nggak cantik atau tampan? Akhirnya, kamu pun memutuskan untuk mundur. Padahal, berawal dari menyanyi di acara kesenian sekolah, bisa saja kamu menjadi penyanyi profesional di masa mendatang. 

Bagaimana? Sudah terlihat kan betapa penting bagi kita untuk menerapkan body positivity? Dengan memahami dan meyakininya, kamu akan lebih mudah menerima dirimu sendiri. Kamu menerima bagaimanapun bentuk dan kondisi tubuhmu serta perubahan-perubahannya. Dengan begitu, kamu nggak akan lagi memandang tubuhmu sebagai suatu penghalang untuk melakukan sesuatu. Akhirnya, kamu bisa lebih membuka diri menyambut peluang-peluang yang bisa membuatmu berkembang. 

 

Tapi apa itu artinya kamu nggak boleh diet ataupun rajin olahraga ? Boleh banget! Justru setelah paham soal body positivity, kita punya kewajiban untuk menjaga kesehatan tubuh sendiri. Jadi, bila kamu merasa perlu diet untuk tubuh yang lebih sehat, itu juga bagus.

Bonusnya setelah paham soal body positivity, kamu nggak akan lagi menilai orang lain dari segi fisik. Apalagi sampai body shaming. Karena kamu memahami bahwa tubuh setiap orang berbeda-beda, tetapi sama berharganya.

Hal ini memang nggak gampang. Karena bagaimanapun, mengabaikan omongan orang lain itu nggak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi nggak apa-apa kok, mulai saja dari dirimu sendiri. Ingat, kamu itu berharga :’)

Feature image credit: Rahmani Kresna/Unsplash 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya