Pemerintah baru-baru ini menghimbau kita untuk menggunakan masker selama bepergian atau keluar rumah. Ya, kalau dulu pemerintah mengikuti saran WHO dimana kita hanya diminta menggunakan masker ketika sakit, sekarang pemerintah menganjurkan kita semua untuk menggunakan masker kain ketika berada di tempat umum. Ini dilakukan untuk mengurangi resiko penularan COVID-19 melalui droplet atau percikan air ludah saat seseorang bersin, batuk, atau berbicara. Hal ini juga diperjelas lagi, nih, oleh Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 yang bilang kalau Orang Tanpa Gejala (OTG) bisa menularkan virus Corona kepada orang lain yang sehat.

Lalu, material kain seperti apa sih yang bisa digunakan?

Ilustrasi masker kain

Ilustrasi masker kain

Sebuah riset di Cambridge University, Inggris, melakukan tes pada beberapa jenis material kain rumahan yang bisa dijadikan masker, dengan cara mengukur efektivitas kain-kain tersebut dalam menangkal partikel berukuran mikron. Memang seberapa besar sih ukuran virus Corona? Ternyata virus yang ditemukan pertama kali di Wuhan, Cina ini dapat diklasifikasikan sebagai betacoronavirus dan berukuran sekitar 50-200 nano mikro. Nah, peneliti dari Cambridge tersebut meneliti sampel berukuran 0,02 mikro atau 20 nano mikro (lebih kecil daripada ukuran virus Corona) dan mendapatkan hasil kalau kain mesin vakum, lap dapur, dan katun menjadi top 3 material rumahan yang efektif menangkal ukuran virus di bawah masker operasi.

Tapi secara keseluruhan, bahan katun 100% (tanpa campuran) merupakan material yang efektif digunakan untuk dijadikan masker. Dengan efektivitas mencapai 70% misalnya, bahan katun memiliki filter yang nyaman digunakan. Kita bisa bernafas dengan leluasa dan nyaman. Mirip dengan ketika kita menggunakan masker operasi. Beberapa produsen masker kain katun juga sudah ada yang memproduksinya berlapis dengan kain anti air, sehingga membuat penggunanya lebih nyaman.

Nah, lantas gimana ya cara pakai masker kain yang tepat?

Ilustrasi cara menggunakan masker secara tepat

Ilustrasi cara menggunakan masker secara tepat

Sebenarnya sama saja kok, masker kain digunakan menutupi area mulut dan hidung, dengan penekanan di hidung agar masker tetap menempel, tidak bergeser atau menyisakan gap (ruang). Sedangkan menurut penelitian dari Belanda, ternyata lama penggunaan masker jenis ini tidak mempengaruhi tingkat efektivitas. Jadi idealnya bisa dipakai sekitar 3 jam hingga seharian untuk beraktivitas, dan bisa dicuci untuk kembali digunakan. 

Beberapa masker kain juga memiliki lubang untuk menyisipkan filter tambahan seperti HEPA vacuum filter, vacuum bag filter, filter kopi, hingga tisu sebagai mask pad lapisan (penyaring pada masker). Meskipun demikian, dikutip dari Huffpost, seorang ahli penyakit dalam yakni dokter Nate Favini menyebutkan kalau penggunaan layer tambahan seperti filter kopi dan tisu berlapis ini tidak terlalu efektif, tapi filter tambahan tetap bisa digunakan asalkan sering diganti dan tidak digunakan berulang kali. 

Nah biar makin paham gimana cara makai masker kain yang benar, Dokter Gen Z sudah merangkumkan beberapa poin yang diambil dari Centers for Disease Control and Prevention berikut:

  1. Pastikan masker tidak kendur dan menempel dengan pas di permukaan wajah.
  2. Tali pada kuping atau kepala terikat dengan aman. 
  3. Masker terdiri dari beberapa lapis kain.
  4. Memudahkan bernafas saat dipakai.
  5. Bisa dicuci dan dikeringkan dengan mesin tanpa mengubah dan merusak masker.

Jadi, yuk, untuk kita yang tidak memiliki gejala sakit seperti batuk, pilek, atau demam tetap gunakan masker kain ketika bepergian. Biarkan masker bedah digunakan oleh orang sakit dan para pejuang kesehatan sesuai dengan fungsi dan kegunaannya!

 

  • 14
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya