Suara hati bucin: “Kirim aja gambarnya, kamu cantik natural lho di foto itu. Bisa jadi dengan kamu kirim foto seksi kayak gini dia nggak akan mutusin kamu”

Suara hati waras: “Kamu yakin dia nggak akan nyebarin fotomu yang seksi kayak gini? Hati-hati, nanti bisa jadi bahan untuk mengancam kamu. Ingat, revenge porn udah banyak!”

Percakapan itu lazim terjadi di kepala korban ketika diminta oleh pasangan mengirimkan foto terbuka. Faktanya, memang kasus revenge porn sudah banyak terjadi. Revenge porn terjadi ketika seseorang membagikan gambar atau video yang mengandung konten seksual tanpa persetujuan pemilik dengan tujuan untuk menyakiti dan menekannya. Pelakunya seringkali adalah mantan pasangan atau orang dikenal. Biasanya motifnya adalah aksi balas dendam karena putus hubungan.

Setelah seseorang memiliki gambar atau video seksual dengan kamu di dalamnya, sulit untuk mengetahui apa yang akan dilakukan dengan foto itu di kemudian hari. Foto dan video tersebut bisa menjadi senjata jika pasangan memaksa untuk mendapatkan sesuatu. Bukanlah hal yang mustahil jika konten digital seperti itu diunggah ke situs media sosial atau website pornografi tanpa seizin kamu.

Nah, ada beberapa tindakan pencegahan nih yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi kemungkinan menjadi korban revenge porn.

Hati-hati terhadap informasi pribadi

Keamananmu yang utama | Photo by Pixabay from Pexels

Jangan membagikan informasi pribadi dan detail kontak pribadi di situs media sosial. Hal ini termasuk nomor handphone atau Whatsapp, alamat rumah, dan nomor KTP. Periksa pengaturan privasi di media sosial secara berkala agar tetap ter-update. Ketika beraktivitas di dunia digital, keamananmu tetap nomer satu!

Simpan password untuk diri sendiri

Password bukan untuk dibagi-bagi | Photo by Yura Fresh on Unsplash

Jangan pernah bagikan password kepada orang lain, baik handphone dan media sosial. Ingat, hanya karena kamu mempercayai seseorang hari ini bukan berarti dia akan tetap dapat dipercaya selamanya. Jika sudah terlanjur, kamu bisa mengganti password lama dengan yang baru. Memberikan password ke orang lain meningkatkan kemungkinan seseorang mendapatkan akses ke semua gambar pribadi dan kontak pribadimu. Hati-hati yah!

Simpan foto dan video yang intim dengan aman

Pastikan aman | Photo by Pixabay from Pexels

Simpan semua foto dan video pribadi ke dalam folder yang dilindungi password di komputer kamu. Kamu juga bisa meng-install perangkat lunak keamanan tambahan di ponsel dan komputer. Dengan cara ini, orang lain yang berniat menyalahgunakan foto dan video akan lebih sulit mengakses. Pertimbangkan untuk menyimpannya di komputer daripada di penyimpanan online karena mudah diretas. 

Bijak sebelum mengirim pesan

Intinya di kamu | Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Jangan terlibat dengan siapa pun yang mencoba memaksa kamu untuk berbagi foto telanjang baik dengan orang asing di internet maupun dengan orang yang kamu kenal. Pikirkan baik-baik sebelum kamu membagi konten seksual dengan siapapun, termasuk dengan pasanganmu. Jika pasanganmu memaksa kamu untuk mengirimkan gambar seksual, jelas ia tidak benar-benar mempertimbangkan keamananmu. Pasangan yang baik akan menghormati batasan yang kamu miliki serta memperhatikan efek jangka panjang terkait apa yang dia minta kamu untuk lakukan. Jika kamu masih di bawah 18 tahun dan/atau bingung cara merespon kejadian seperti ini, sebaiknya segera laporkan kepada orang dewasa yang kamu percaya.

 

Langkah-langkah di atas dapat mencegah tersebarnya foto pribadi yang tidak disertai dengan persetujuanmu, khususnya dalam kasus revenge porn. Penting untuk mengerti batasan yang sehat dalam hubungan terutama ketika hubungan juga melibatkan teknologi digital. Ingat! Sulit untuk menghapus jejak digital ketika foto dan video sudah diunggah ke internet. Ambil langkah pencegahan dari sekarang sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

 

Referensi:

  • 35
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya