Buat kalian yang udah punya resolusi buat tahun baru, coba dicek lagi deh ke diri sendiri. Kamu yakin kan buat mencapai resolusi itu sampai akhir tahun? 

Buat kamu yang udah yakin dan bahkan udah punya strategi, great! Semangat ya buat konsisten mencapai tujuan kamu! Tapi buat kamu yang belum, coba deh tanya kenapa? Apakah tujuanmu belum detail dan belum kepikiran strateginya?

Nah, kali ini Dokter GenZ mau ngenalin strategi yang namanya SMART! Strategi ini bisa membantu kamu merumuskan tujuan yang spesifik dan realistis untuk dicapai. Ini nih kepanjangannya:

  • Specific (spesifik)
  • Measurable (dapat diukur)
  • Achievable (dapat dicapai)
  • Relevant (relevan)
  • Time bound (berbatas waktu)

Yuk mari kita bahas satu persatu.

Specific (spesifik)

Tentukan tujuan spesifik | Photo created by wayhomestudio – www.freepik.com

Sasaran resolusimu harus jelas dan spesifik. Nggak sekadar “ingin jadi lebih baik dari tahun sebelumnya” atau “jadi lebih sehat”. Saat menyusun resolusi, cobalah jawab lima pertanyaan “W” ini:

  • What – Apa yang ingin kamu capai?
  • Why –  Mengapa resolusi ini penting?
  • Who – Siapa yang terlibat dalam resolusimu?
  • Where – Dimana resolusimu akan kamu wujudkan?
  • Which – Sumber daya atau batasan apa yang terlibat dalam resolusimu?

Misalnya kamu ingin menjadi lebih sehat. Sehat seperti apa, apakah sehat secara fisik, mental, sosial, finansial, atau ingin sehat secara keseluruhan? Tentukan hal apa atau aktivitas seperti apa yang dapat mendukung hidupmu jadi lebih sehat. Ingin fisikmu lebih bugar? Coba olahraga rutin. Ingin sehat secara mental? Asik nih coba meditasi. Ingin kondisi keuanganmu juga sehat? Pastikan pengeluaranmu nggak lebih dari pemasukan. Usahakan yang spesifik biar makin fokus.

Measurable (dapat diukur)

Biar bisa melihat perkembanganmu | Photo created by valeria_aksakova – www.freepik.com

Penting untuk memiliki resolusi yang dapat diukur, sehingga kamu bisa tahu sudah sampai mana kemajuan yang dicapai. Resolusi yang dapat diukur harus menjawab pertanyaan seperti:

  • Sudah berapa banyak hal yang kamu lakukan untuk meraih resolusimu?
  • Sudah berapa kali kamu melakukan hal yang dapat mewujudkan resolusimu?
  • Bagaimana kamu tahu jika resolusi itu tercapai?

Misalnya kamu ingin mencapai menurunkan berat badan dengan olahraga. Berapa target penurunan berat badanmu? Lalu kamu ingin berolahraga berapa kali sehari atau berapa kali seminggu?

Achievable (dapat dicapai)

Realistis | Photo created by valeria_aksakova – www.freepik.com

Pastikan tujuanmu realistis sehingga kamu dapat melakukan langkah-langkah untuk mencapai resolusimu. Hal ini penting loh biar proses mencapai tujuan nggak ambyar di tengah jalan. Sesuaikan dengan kemampuanmu saat ini dan juga sumber daya yang ada. Misalnya apakah kamu yakin kamu akan target olahraga tiap hari dengan agenda sekolah setiap hari? Mungkin kamu bisa pertimbangkan untuk buat target 2-3 kali seminggu, asal konsisten.

Relevant (relevan)

Oke untuk hidupmu | Photo created by wayhomestudio – www.freepik.com

Pastikan kalau resolusi ini memang penting bagimu dan sejalan dengan rencana hidupmu. Maksudnya, pastikan resolusimu nggak mengganggu aktivitasmu yang utama. Misalnya terkait olahraga, apakah resolusi olahraga dapat sejalan atau mendukung aktivitas utamamu, misalnya sekolah atau bekerja? Apakah dengan olahraga tiap hari relevan dengan kondisimu yang mengharuskan sekolah seharian dari pagi sampai sore? Pikirkan lagi yah!

Time bound (time bound)

Ada deadline-nya | Photo created by rawpixel.com – www.freepik.com

Tugas aja ada deadline-nya, begitu juga dengan resolusimu! Biar nggak santai-santai, tentukan deadline untuk tujuanmu, misal dalam waktu mingguan atau tahunan. Deadline bisa menjagamu agar tetap berada pada jalur yang benar. 

 

Setelah tahu tujuan yang SMART, coba cek lagi deh resolusi yang kamu buat. Udah SMART atau belum? Kalau belum, bisa yuk dirombak lagi agar kamu juga bisa membangun strategi untuk mencapai tujuanmu. Semangat kuy semangat!

 

Referensi:

  • 12
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya