Perut rasanya seperti diremas-remas, dan kepala rasanya melayang-layang. Mungkin seperti itu gambaran sakit yang dirasakan oleh kaum perempuan ketika datang bulan alias nyeri haid. Tapi siklus bulanan ini punya efek yang beda-beda lho untuk setiap orang. Dan  yang paling umum yakni rasa sakit di bagian perut, pegal-pegal sekujur tubuh, sampai dengan pusing kepala. 

Biasanya rasa sakit atau nyeri ketika haid datang, kita kenal dengan dismenorea. Menurut Cleveland Clinic, dismenorea adalah istilah kesehatan yang merujuk pada kram menstruasi. Penyebabnya bisa karena kontraksi pada rahim nih guys. Frekuensinya juga berbeda-beda lho tiap individu. Ada yang sakitnya tidak menganggu. Ada pula yang sampai yang bikin kamu nggak bisa ngapa-ngapain.

Kondisi yang seperti ini wajar kok dirasakan oleh kamu setiap awal masa haid. Tapi kamu harus tetap waspada ya, sebab sakit yang tak tertahan dalam jangka waktu yang lama, bisa jadi merupakan tanda penyakit pada organ reproduksi. 

Menurut dr. Marianti dari Alodokter, dismenorea dibagi jadi dua jenis yakni primer dan sekunder. Disminorea primer adalah nyeri yang normal, karena terjadinya disebabkan proses alamiah dalam tubuh ketika menstruasi. Gejala dismenorea primer biasanya berupa kram perut pada masa sebelum dan dua hari pertama menstruasi. Tingkat nyerinya beragam, dari yang ringan hingga sedang. Nyeri ini bisa terjadi selama 12 hingga 72 jam. Bagian yang akan terasa sakit adalah perut bagian bawah, pangkal paha, pinggul dan punggung bawah. 

Pada umunya gejala disminorea bervariasi, bagi sebagian perempuan bisa diikuti dengan gejala lain seperti diare, kembung, lemah lesu, mual hingga pusing. Khususnya bagi perempuan dengan usia remaja, maka rasa sakitnya akan lebih terasa. Dismenorea primer akan menghilang seiring bertambahnya umur perempuan, bisa saja hilang atau tidak sakit ketika nanti sudah melahirkan. 

Sedangkan dismenorea sekunder disebabkan oleh kelainan pada organ reproduksi. Biasanya rasa sakit yang ditimbulkan jauh lebih lama dan disertai gejala lain seperti siklus haid tidak teratur, keputihan, dan nyeri ketika melakukan hubungan seksual. 

Mengenal penyebab dismenorea atau nyeri haid

Ilustrasi perempuan yang sedang mengalami nyeri haid

Nyeri haid umumnya disebabkan oleh adanya kontraksi dalam rahim yang disebabkan oleh hormon prostaglandin. Ketika menstruasi, kontraksi makin menguat dan menyebabkan tekanan pada rahim dan menembus pembuluh darah. Sehingga menghentikan suplai oksigen pada otot rahim. Pasokan oksigen yang kurang menyebabkan rasa sakit tersebut. 

Sedangkan rasa sakit yang disebabkan oleh dismenorea sekunder dapat berasal dari beberapa hal yakni:

  1. Endometriosis yang menyebabkan jaringan dari lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim.
  2. PID atau radang panggul.
  3. Kista atau tumor pada ovarium.
  4. Pemakaian alat kontrasepsi IUD pada rahim.
  5. Adenomyosis atau kondisi saat jaringan yang melapisi rahim tumbuh menerobos dinding otot rahim.
  6. Cervical stenosis yakni penyempitan leher rahim.
  7. Fibroids atau tumor yang tumbuh pada rahim. 

Namun dismenorea tentu bisa dicegah dengan gaya hidup yang sehat, makan dan olahraga teratur, menghindari konsumsi makanan cepat saji, mengandung banyak garam, merokok, dan alkohol terlebih ketika datang bulan. 

Perempuan dengan risiko dismenorea tinggi

Kamu perlu ingat bahwa, ada beberapa perempuan yang rentan mengalami dismenorea lho, yakni: 

  1. Perempuan yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
  2. Mengalami menstruasi dini sebelum umur 11 tahun.
  3. Belum pernah melahirkan.
  4. Memiliki volume darah haid yang lebih banyak atau bahasa umumnya haid yang deras.

Untuk mengetahui diagnosa dismenorea lebih lanjut, kamu bisa melakukan wawancara mendalam dengan dokter ya, kalau sakitnya sudah tidak tertahan jangan sungkan untuk minta pertolongan. Dan jika masih punya pertanyaan lain seputar topik menstruasi, kamu bisa cek di sini ya… Semangat!

 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya