Sebagai pelajar, kamu mungkin memiliki deadline tugas yang menumpuk. Baik ketika kamu sekolah offline maupun online. Selain itu tanggung jawab di rumah atau tuntutan dari teman mungkin juga membuatmu merasa stres dan tertekan. Ketika kamu stres, kamu bisa saja menjadi takut dan panik. Kepanikan ini biasanya populer di media sosial sebagai salah satu bentuk kecemasan. Kecemasan atau seringnya saat ini disebut anxiety adalah salah satu respon tubuh ketika mengalami stres. Rasa cemas ini bisa saja kamu rasakan pada hari pertama sekolah, dipanggil guru ke depan kelas, mengikuti ujian, atau aktivitas lain yang membuatmu merasa deg-degan.

Ketika kamu merasa cemas, mungkin kamu akan merasakan gejala seperti meningkatnya detak jantung, nafas cepat, tidak merasakan lelah, susah berkonsentrasi, dan kesusahan untuk tidur. Gejala kecemasan satu orang dengan orang lainnya bisa jadi berbeda. Beberapa orang mungkin hanya merasakan gejala ringan, tetapi sebagian orang merasakan gejala yang berat seperti detak jantung meningkat, nafas cepat dan pendek, sulit tidur, hingga merasa kehilangan kontrol atas tubuh dan pikiran. Hal ini tentu dapat membuat tidak nyaman menjalani hari.

Nah, untuk mencegah kecemasan mengganggu aktivitasmu, kamu perlu nih tahu hal-hal yang bisa kamu lakukan ketika ‘negara api’ alias kecemasan menyerang.

Kenali pemicu

Apa aja yang bikin cemas? Photo created by karlyukav – www.freepik.com

Hal yang memicu munculnya kecemasan bisa kamu identifikasi baik dari diri sendiri maupun dengan bantuan tenaga profesional. Pemicu kecemasan bisa jadi sesuatu yang kamu lihat secara nyata seperti kafein, alkohol, atau rokok. Tetapi kecemasan bisa juga disebabkan oleh hal-hal yang tidak langsung kamu sadari. Ada masalah yang terpendam lama? Seseorang yang bikin kamu sangat tertekan? Tuntutan sekolah yang menuntutmu keluar dari zona nyaman? Beberapa orang mungkin akan membutuhkan bantuan orang lain atau tenaga profesional untuk mengenali apa yang menjadi pemicu kecemasan.

Kontrol pikiranmu

Kurangi mencemaskan apa yang belum terjadi | Photo created by wayhomestudio – www.freepik.com

Terkadang apa yang terjadi tidak seburuk apa yang kamu pikirkan. Untuk itu, cobalah meluangkan waktu untuk mengidentifikasi apa yang membuatmu cemas. Kurangi membuat skenario-skenario di pikiranmu, dan mulai mencari apa yang bisa dilakukan untuk menghadapi ketakutanmu. Ketika kamu merasa tertekan karena mulai berasumsi macam-macam, kamu bisa mencoba untuk menuliskannya pada sebuah jurnal atau bercerita pada orang yang kamu percaya.

Ambil nafas dalam

Tarik nafas agar selow | Photo created by yanalya – www.freepik.com

Ketika rasa cemas datang, coba tarik nafas dalam-dalam. Bernapas bisa membuat pikiran dan tubuh menjadi lebih rileks karena memberi oksigen ke dalam tubuh sehingga membuat detak jantung kembali normal. Mengambil nafas dalam bisa kamu lakukan dengan berbaring pada tempat yang datar. Letakkan satu tanganmu di dada dan tangan lainnya di perut. Setelah itu ambil nafas dengan teknik 4-7-8:  ambil nafas dalam melalui hidung selama 4 detik, tahan nafas selama 7 detik, dan keluarkan melalui mulut selama 8 detik.

Gaya hidup sehat

Semangat hidup sehat | Photo created by javi_indy – www.freepik.com

Hidup sehat adalah koentji! Olahraga mungkin bisa membantumu untuk merasa sehat dan mengurangi kecemasan yang kamu rasakan. Agar kamu tidak bosan, pilih olahraga yang seru seperti yoga, jogging, senam, berenang, atau lainnya. Akan lebih baik nih kalau dibarengi dengan pola makan yang sehat. Makan dengan gizi seimbang, minum air putih yang cukup, dan hindari kafein serta alkohol.

FYI nih, sebenarnya kafein dapat meningkatkan kadar hormon adrenalin yang bisa meningkatkan energi. Tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan, energi yang dihasilkan mungkin bisa membuatmu mengalami gejala kecemasan. Sedangkan alkohol dapat membuat seseorang merasakan efek menenangkan (sedatif) dan menyenangkan (euforia), sehingga seakan-akan terbebas dari masalah dan terhindar dari kecemasan. Tetapi jika dikonsumsi dalam waktu yang lama, alkohol bisa menyebabkan gejala kecemasan menjadi lebih buruk.

Selain memperhatikan apa yang kamu makan, kamu juga harus memperhatikan kapan kamu makan. Usahakan untuk tidak menunda makan karena menurunnya kadar gula dalam darah dapat membuatmu merasa gelisah. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan makanan-makanan yang bisa membantu meredakan kecemasan seperti salmon, kamomil, kunyit, coklat hitam, yogurt, dan teh hijau.

Pola tidur juga jangan lupa gengs! Tidur cukup selama 7-8 jam sehari. Jangan terlalu lama maupun terlalu sebentar.

 

Nah, intinya nih kecemasan adalah respon natural tubuh akan adanya stres. Jika kamu merasa cemas, coba lakukan tips-tips di atas. Namun jika kecemasan yang kamu rasakan mulai mengganggu aktivitasmu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter GenZ atau mengunjungi layanan kesehatan terdekat ya!

 

Referensi:

  • 6
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya