Tahun 2020 sebagian besar dihabiskan dengan pembelajaran daring akibat pandemi COVID-19. Apa kabar nih kamu? Sehat? Mentalnya juga sehat nggak?

Meskipun di rumah, nyatanya bukan berarti kita bisa bersantai-santai. Jika biasanya kamu menghabiskan waktu 8 hingga 10 jam di sekolah dan mungkin di tempat les, kini bisa saja kamu menghabiskan waktu lebih untuk belajar. Jadinya di rumah belajar mulu. Ada kesulitan untuk memahami materi, atau malah tugas yang diberikan oleh guru lebih berat daripada ketika belajar di sekolah. Sementara selama di rumah mungkin kamu tidak hanya dibebani oleh tugas dari sekolah saja, tapi juga dengan pekerjaan rumah yang diberikan oleh orang tuamu. Mau refreshing? Aduh, pandeminya belum selesai!

Gabungan dari tekanan-tekanan ini bisa menyebabkan stres yang dapat mempengaruhi kesehatanmu, kebahagiaanmu, dan mempengaruhi prestasi akademik. Penelitian American Psychological Association (APA) menunjukkan remaja juga bisa loh mengalami stres, tertekan, depresi, dan sedih seperti orang dewasa.

Biar nggak berlarut-larut dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari, kamu perlu mengenali dan mengatasi gejala stres sedini mungkin. Ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengelola stres.

Kenali penyebab stres

Kenali penyebabnya | Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Stres dapat dipicu oleh beberapa hal seperti pelajaran yang sulit, jadwal yang padat, dan deadline. Stres juga bisa kamu rasakan ketika membangun hubungan baru dengan seseorang, patah hati, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan lain-lain. Kamu perlu mengenali sumber stres sehingga kamu bisa mengatasinya.

Berhenti menunda-nunda

Makin lama ditunda, makin nggak beres | Photo by cottonbro from Pexels

Manajemen waktu yang tepat bisa menjadi pencegahan yang efektif agar tidak mengalami  stres. Mulailah mengatur waktumu dengan membuat jadwal sehari-hari. Tidak hanya membuat jadwal, kamu juga harus mampu mematuhi jadwal yang kamu buat sendiri. Atur kapan kamu harus belajar serius dan kapan kamu bisa bersantai supaya kamu tidak bosan belajar atau merasa malas karena terlalu lama bersantai. Penting juga untuk tidak menunda-nunda untuk mengerjakan sesuatu. Ketika dihadapkan pada tugas yang sulit, beberapa orang mungkin akan takut untuk mengerjakannya sehingga mereka akan menghindari tugas tersebut. Tetapi kalau dibiarkan, pekerjaan akan menumpu di akhir dan berpotensi membuat stres. Semakin cepat tugasmu selesai, semakin kecil kemungkinan untuk mengalami stres.  

Melihat masalah sebagai tantangan

Anak muda suka tantangan kan? | Photo by Bruno Bueno from Pexels

Stres bisa kamu alami jika hanya berfokus pada hal-hal negatif. Coba ubah perspektif jika masalah yang terjadi adalah tantangan, bukan ancaman. Pikiran positif dan menjadi optimis bisa membantumu fokus pada apa yang bisa kamu lakukan dan tidak menyesali apa yang sudah terlanjur terjadi. Hal ini bisa kamu latih sendiri lho! Kamu bisa memulainya dengan berbicara dengan dirimu sendiri mengenai apa yang kamu mau, apa yang sudah kamu lakukan, dan apa saja yang bisa kamu lakukan.  

Menjaga kerapian

Rapih-rapih | Photo by cottonbro from Pexels

Tidak hanya mengatur waktu, menjaga kerapian juga bisa menjadi langkah yang bisa kamu coba untuk menghindari stres. Buatlah lingkunganmu menjadi rapi dan nyaman. Jika kamu sering menghabiskan waktu di kamar, tatalah kamarmu dengan rapi. Letakkan barang-barangmu pada tempatnya agar tidak kebingungan untuk menemukan sesuatu dengan cepat. Berada di lingkungan yang rapi, bersih, dan nyaman bisa membantumu untuk tepat waktu dan terhindar dari stres. 

Tidur yang cukup

Tidur berkualitas | Photo by Pixabay from Pexels

Meskipun belajar secara online, kamu mungkin dihadapkan pada tugas yang menumpuk. Tapi jangan sampai kamu begadang yah. Cobalah untuk tetap tidur selama 8 jam sehari. Manfaatkan waktu dengan baik ketika bangun. Mengantuk bisa membuatmu lebih rawan terhadap stres karena lebih sulit untuk menjadi produktif dan fokus dalam melakukan aktivitas.

Lakukan hobimu

Kamu punya hobi apa? Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Hobi bisa menjadi cara yang patut kamu coba untuk menghindari stres. Ketika kamu sudah merasa tertekan atau kelelahan dari aktifitasmu, mungkin kamu bisa beristirahat sejenak untuk melakukan hobimu seperti mendengarkan musik, menonton video, membaca cerita fiksi, atau bermain dengan hewan peliharaan. Melakukan hal-hal yang kamu sukai bisa mengalihkan pikiran sejenak dari tugas dan jadwal yang padat. Tapi jangan sampai keblabasan yah!

Olahraga

Jangan rebahan terus | Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindari stres adalah dengan memiliki gaya hidup sehat. Kamu bisa memulainya dengan memasukkan kegiatan olahraga pada jadwalmu sehari-hari. Kamu bisa memilih olahraga apa saja yang kamu suka seperti yoga, jogging, bersepeda, senam, atau aktivitas lainnya. Olahraga dan aktivitas fisik lainnya menghasilkan endorfin, zat kimia di otak yang berfungsi sebagai obat penghilang rasa sakit alami. Olahraga juga memperbaiki kualitas tidur yang pada akhirnya bisa mengurangi stres.

Terapi air

Minum air cukup | Photo by Buenosia Carol  from Pexels

Terapi air bisa menjadi cara yang ampuh untuk mengurangi stres dan membuat tubuh menjadi rileks. Salah satu caranya dengan minum air yang cukup. Dehidrasi dapat meningkatkan kadar hormon kortisol, dimana kortisol adalah salah satu hormon stres. Mungkin kamu bisa meletakkan botol air di dekat meja belajar agar tidak lupa minum air. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan air hangat untuk mandi agar tubuhmu rileks.

 

Sumber stres bisa jadi hal yang tidak bisa dihindari terutama di masa pandemi. Maka dari itu, kamu bisa melakukan langkah-langkah diatas untuk menangani stres. Tetapi jika kamu merasa stres yang kamu alami susah untuk ditangani, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, pergi ke layanan kesehatan, atau curhat dengan Dokter GenZ ya!

 

Referensi:

  • 3
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya