Nggak dipungkiri lagi kecanggihan teknologi memudahkan kita untuk mendapatkan informasi secara mudah. Mau tahu tentang sesuatu, tinggal klik, scroll, baca atau tonton. Semudah itu karena semuanya bisa dilakukan dalam genggaman tangan. Termasuk akses berita soal COVID-19 yang mungkin bisa jadi bikin kamu kena gejala psikosomatis.

Di masa pandemi seperti ini, Google mencatat bahwa pencarian dengan kata kunci corona meningkat berkali-kali lipat dibandingkan dengan kata kunci lain di rentang waktu yang sama. Yah, mencari informasi atau sekadar update dengan situasi terkini itu boleh banget, kok. Asalkan dari sumber yang kredibel. Ya kalau enggak, bisa-bisa kamu malah makin parno dan mengalami gangguan psikis seperti psikosomatis.

Apa sih psikosomatis itu?

Ilustrasi keadaan individu di saat pandemi COVID-19

Ilustrasi keadaan individu di saat pandemi COVID-19

Menurut Halodoc, psikosomatis jika dilihat dari sudut pandang psikologi dapat dimaknai sebagai kondisi yang menyebabkan pengidapnya merasa sakit dan mengalami gangguan fungsi tubuh. Psikosomatis berkaitan erat dengan kondisi psikologi seseorang. Misalnya nih, kamu terlalu cemas dan stres karena terlalu banyak membaca informasi soal COVID-19 yang membuatmu takut. Kamu lalu panik dan mulai merasakan gejala yang mirip dengan yang dialami pasien COVID-19. Seperti merasa pusing, mual, demam, atau gejala lain yang sama dimiliki oleh pasien COVID-19. Namun ketika dilakukan pemeriksaan fisik atau penunjang lainnya, ternyata tidak ada keanehan. 

Lalu, bagaimana menghindarinya?

Masa remaja itu emang berat, plus adanya wabah ini makin menambah berat bukan? Gimana enggak, sekolah diliburkan, beberapa kegiatan dibatalkan, kamu jadi kehilangan moment-moment bersosialisasi di luar dengan sahabat-sahabat kamu. Apalagi buat kamu yang terpapar berita terus-menerus, nggak menutup kemungkinan bisa membuatmu stres sendiri. Makanya menjaga kesehatan mental di masa pandemi  ini nggak kalah penting dengan menjaga kesehatan fisik. 

Tapi kamu harus tetap tenang, karena sebetulnya di dalam tubuh kita ada hormon endorfin yang bisa memberikan energi positif dan bersifat penenang. Meningkatnya produksi hormon endorfin dapat mengurangi efek buruk dari stres. Namun produksi hormon ini perlu dipicu dengan berbagai hal, salah satunya adalah melakukan olahraga.  Selain olahraga, mengelola stres dengan baik juga penting dilakukan agar dapat menjaga kesehatan mental. 

Lantas bagaimana cara mengelola stres dengan baik di masa pandemi ini? Salah satunya yang bisa kamu lakukan ketika diserang rasa panik dan cemas adalah dengan menyadari bahwa perasaan negatif tersebut merupakan hal yang normal. Ketika kita merasa stres karena tiba-tiba harus berhenti berangkat ke sekolah, kemudian membaca berbagai berita soal meningkatnya korban COVID-19,  itu sangat bisa dimengerti. Sebab hal ini terjadi bukan hanya pada satu dua orang tapi kita semua. Makanya ketika hal ini dirasakan, kita perlu menyadari bahwa kita nggak sendiri.

Langkah lainnya yang bisa dilakukan adalah mencari pengalihan atau distraction. Misalnya nih melakukan hal-hal yang kamu sukai, mulai dari membaca buku, meneruskan hobi memasak, atau menonton film kesukaan. Nah lebih lengkapnya bagaimana mengelola stres saat pandemi ini bisa kamu baca di sini. Tetap semangat dan jaga kesehatan fisik serta mental ya!

  • 8
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya