Tiga bulan sudah berlalu sejak kasus pertama COVID-19 masuk ke Indonesia. COVID-19 sendiri merupakan kepanjangan dari Corona Virus Disease, penyakit yang disebabkan oleh virus corona jenis baru. Virus corona jenis ini merupakan virus yang bisa bermutasi dan memiliki seribu wajah, kata dokter Gladys. Menurut dokter yang bekerja di RSIA Bina Medika ini, virus corona yang menyebabkan COVID-19 disebut sebagai SARS-CoV-2. COVID-19 sendiri adalah penyakit infeksi menular yang menyerang sistem pernafasan, tapi belakangan ditemukan juga pada saluran cerna dan kulit. 

Dokter Gladys Octavia dari RSIA Bina Medika

“Manifestasi gejalanya sangat beragam dari ringan sampai berat makanya tergantung dari kondisi masing-masing. Kalau yang utama berdasarkan berbagai penelitian adalah menyerang tiga sistem besar. Pertama dari saluran nafas seperti batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Selanjutnya gejala lain yang ditemukan pada saluran cerna yakni demam dengan disertai diare atau BAB cair/ muntah. Lalu yang ketiga ditemukan gejala pada kulit, misalnya demam dengan ruam-ruam kemerahan.”

Tetap tinggal di rumah dan lakukan protokol untuk menjaga kesehatan

Selain harus mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, sekarang kamu juga harus makin hati-hati ya. Apalagi dengan adanya uji coba new normal atau adaptasi kebiasaan baru.  Nah yang perlu diwaspadai sebagai Gen Z untuk menghadapi era new normal, kamu nggak boleh terlena dengan kondisi ini. Atau ikut-ikutan buat pergi keluar tanpa tujuan yang jelas. 

Menurut dokter Gladys yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, tak ada satupun orang yang kebal dari virus corona. Bahkan yang muda sekalipun bisa tertular meskipun tanpa gejala. Istilah ini disebut sebagai orang tanpa gejala atau OTG

“Yang jelas tidak ada satu manusia yang kebal, walaupun anak muda, walaupun dia ngerasa sehat itu bukan berarti dia kebal. COVID-19 ini bisa menular dengan atau tanpa gejala. Tanpa gejala itu maksudnya dia sudah tertular COVID-19 tapi nggak muncul gejala. Bahayanya dia bisa nularin ke yang lain tanpa kita ketahui.”

Makanya, dokter Gladys tetap menganjurkan kita sebagai generasi muda untuk tetap tinggal di rumah. Boleh sih keluar asal hanya ketika ada kebutuhan mendesak seperti ke supermarket. Perginya pun harus sesuai protokol kesehatan yang sudah diumumkan oleh WHO dan Gugus Tugas COVID-19 yakni menggunakan masker. Serta selalu menjaga kebersihan tangan dengan membersihkannya dengan sabun. 

Pahami kapan harus memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan

Selain menggunakan masker dan menjaga kebersihan tangan, dokter Gladys juga menyarankan kita agar peka dalam memahami signal kesehatan tubuh. Biasanya kondisi tubuh yang menurun, akan memberikan tanda, misalnya badan terasa tidak nyaman. Nah bila kemudian disertai demam dan kesulitan bernafas, hingga makan minum pun nggak bisa. Saatnya kamu berkonsultasi ke dokter. 

Namun jika pada tahap demam dan bisa membaik dengan obat, vitamin, dan istirahat. Artinya kamu tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan. Meningkatkan kekebalan tubuh juga penting dilakukan. Misalnya rajin olahraga dan rutin mengonsumsi vitamin C. Sebab vitamin C terbukti dapat meningkatkan ketahanan tubuh.  

Selain informasi di atas, masih banyak lagi obrolan seru antara Dokter Gen Z dengan dokter Gladys. Buat tahu lebih lengkap, kamu bisa simak percakapan mereka di sini ya!

 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya