Nah kalau Q&A yang lalu sudah memberikan pengertian mengenai definisi seks, maka kali ini dr. Sarah Muharomah akan lebih spesifik membahas mengenai kesehatan yang berhubungan dengan seksualitas. Sehingga kamu lebih waspada terkait hal-hal yang bisa disebabkan oleh hubungan seks, misalnya penyakit menular seks atau PMS. Buat kamu yang sudah mengirimkan pertanyaan kepada tim redaksi, semoga jawaban dari dr. Sarah  bisa membantu kamu lebih memahami ya…

1. Apakah berhubungan seksual menyebabkan penyakit?

Berhubungan seksual pada dasarnya merupakan proses alamiah sehingga tidak akan menyebabkan penyakit. Namun seperti semua aktivitas lainnya, sexual intercourse (bersenggama) memiliki risiko dan risiko ini bisa dialami oleh semua orang apabila pelaku memiliki penyakit. Sebab hubungan seksual bisa menjadi jalur penularan beberapa penyakit, misalnya PMS atau Penyakit Menular Seksual, HIV/AIDS, dan infeksi saluran kemih.

Untuk mengurangi risiko penularan penyakit seksual dan kehamilan (pada pasangan yang ingin menunda kehamilan), ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Selalu menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom saat bersenggama
  • Menggunakan kondom saat melakukan seks oral
  • Menggunakan pakaian saat “outercourse” seperti masturbasi, body rubbing, atau ciuman

Menggunakan metode kontrasepsi yang terpercaya secara benar dan konsisten dapat secara signifikan mengurangi risiko kehamilan. Kontrasepsi pembatas berbahan lateks (atau material lain jika kamu alergi dengan lateks) seperti kondom, merupakan satu-satunya alat kontrasepsi yang dapat mencegah PMS.

2. Apakah jika orang tidak tertarik berhubungan seksual sama sekali, itu berarti tidak normal dan ada gangguan?

Setiap orang memiliki dorongan seksual yang berbeda dan ketertarikan akan seks dapat berubah seiring bertambahnya usia. Perilaku seksual sangat beragam begitu juga dengan orientasi jenis pasangan yang dimiliki oleh seseorang. Kita tahu bahwa ada lesbian, homoseksual (gay) dan juga aseksual. Sedangkan aseksual bisa memiliki arti yang berbeda pada setiap individu. Namun secara umum seseorang dikatakan aseksual apabila memiliki sedikit ketertarikan atau sama sekali tidak memiliki hasrat seksual. Namun seseorang yang tidak tertarik melakukan hubungan seksual belum tentu tidak tertarik dengan hubungan romantis atau emosional.
Dorongan seksual berhubungan erat dengan kerja otak, hormon, dan organ reproduksi. Kamu harus berkonsultasi ke dokter jika kamu merasa mengalami penurunan dorongan seksual, sebab hal ini dapat diartikan sebagai gejala penyakit atau efek samping obat.

3. Saya berhubungan seksual dengan pacar saya dan pernah tidak menggunakan pengaman. Sekarang saya keputihan dan cairannya tampak deras dan menggumpal. Apa yang harus saya lakukan?

Jika kamu merasa vaginal discharge-nya berbeda dari biasanya dan ada gejala penyerta misalnya gatal atau cairan terlihat seperti keju (kamu bisa membaca mengenai vaginal discharge di sini) maka sudah waktunya ke dokter atau klinik kesehatan reproduksi untuk melakukan pemeriksaan.

Penting untuk diketahui bahwa risiko penularan dan terinfeksi penyakit menular seksual meningkat jika:
1. Kamu melakukan vaginal dan anal intercourse tanpa kondom atau vaginal intercourse dengan kondom yang digunakan setelah anal intercourse.
2. Seks oral atau blow job.
3. Manual seks seperti fingering atau hand job.

Jika kamu aktif secara seksual, maka disarankan untuk melakukan pemeriksaan Penyakit Menular Seksual (PMS) setiap tahun.

4. Aku berumur 17 tahun dan malu buat ngakuin ini. Tapi aku kecanduan masturbasi dan susah rasanya buat berhenti. Apakah ini berbahaya? Apakah saya masih perawan?

Masturbasi tidak berbahaya. Kamu tidak akan sakit jika kamu masturbasi ataupun tidak. Tetapi, apapun yang bikin kecanduan tidak baik untuk kesehatan dan penting untuk membedakan apakah kamu kecanduan atau hanya sering masturbasi. Hal yang sangat umum bagi remaja untuk sering masturbasi, apalagi jika ini merupakan hal yang baru. Tapi bukan berarti kamu kecanduan. Tidak ada frekuensi masturbasi “yang benar”, bisa 2 kali seminggu atau 2 kali sehari.

Pertanyaan yang bisa kamu tanyakan untuk mengetahui apakah kamu kecanduan:

  1. Apakah masturbasi menyebabkan kamu berhenti melakukan kegiatan yang sebelumnya kamu sukai seperti mengobrol dengan teman atau bermain video games?
  2. Apakah masturbasi mengganggu kegiatan sekolah atau pekerjaan rumah?
  3. Apakah masturbasi mulai mengganggu kesehatanmu (kamu tidak cukup tidur, tidak makan dan minum seperti seharusnya)?
  4. Apakah masturbasi menyebabkan kamu terluka (lecet, melepuh, dan lain-lain)?
  5. Apakah masturbasi menyebabkan konflik emosional dan stres yang signifikan?

Jika kamu menjawab iya pada salah satu pertanyaan di atas, maka sudah waktunya kamu berkonsultasi pada penyedia kesehatan. Kamu tidak perlu malu. Berdasarkan hukum, semua dokter harus menyimpan rahasia pasien (kecuali ada risiko sexual abuse). Jika kamu merasa tidak nyaman karena alasan apapun dengan dokter yang kamu temui, maka cari dokter lain yang bisa menolong kamu.

Jika kamu menjawab tidak pada setiap pertanyaan di atas. Maka kamu tidak perlu khawatir. Beberapa studi menemukan bahwa lebih dari 90% laki-laki dan perempuan masturbasi secara regular. Selama kamu tidak melakukan sesuatu yang menyebabkan kamu terluka, maka masturbasi tidak akan mempengaruhi kesehatanmu. Yang penting adalah kamu melakukannya dimana privasimu terjaga dan menggunakan tangan dan alat yang bersih.

Ke pertanyaan mengenai keperawanan. Seperti hubungan seks, keperawanan memiliki banyak definisi. Secara umum, perawan adalah seseorang yang belum pernah melakukan vaginal intercourse (senggama lewat vagina). Untuk laki-laki, penisnya tidak pernah masuk ke vagina dan begitu pula untuk perempuan. Jika kamu setuju dengan definisi ini, maka secara teknis kamu masih perawan. Masturbasi bukanlah intercourse.

Ps: Terdapat budaya di negara lain yang menilai bahwa perempuan sudah tidak perawan hanya dengan tidur di samping laki-laki, baik melakukan intercourse atau tidak. Keperawanan adalah konstruksi sosial, sehingga tergantung dengan nilai dan persepsi individual. Jadi, perawan atau tidak adalah bagaimana kamu menilainya.

So, gimana puas kan sama jawaban dari dr. Sarah? Nah masih banyak lho pertanyaan dari kamu yang akan dijawab oleh dokter ahli dari Dokter Gen Z. Jadi tunggu Q&A selanjutnya yang akan membahas soal kehamilan ya… :))

  • 24
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya