Q&A kali ini Dokter Gen Z akan membahas mengenai kehamilan, sehingga kamu lebih waspada dan menyadari aktivitas seksual apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya kehamilan. Nah dr. Sarah Muharomah sebagai ahli dari Dokter Gen Z juga akan memberikan cheat sheet untuk mengetes apakah kamu memiliki risiko kehamilan setelah melakukan aktivitas seksual atau tidak. So buat kamu yang sudah mengirimkan pertanyaan kepada tim redaksi, semoga jawaban dari dr. Sarah bisa membantu kamu lebih memahami tentang risiko kehamilan.

  1. Dok,apa benar kalau tidak sengaja menelan sperma itu tidak akan hamil?

Benar, menelan sperma baik SENGAJA atau TIDAK SENGAJA tidak akan menyebabkan kehamilan. Sistem pencernaan dan sistem reproduksi tidak pernah berbagi jalur. Seorang perempuan bisa dikatakan hamil jika ada pertemuan ovum dan sperma di sistem reproduksi yang dilanjutkan dengan menempelnya janin pada rahim. Jadi aktivitas seksual seperti menelan sperma yang mana tidak mempertemukan ovum dan sperma, tidak akan menyebabkan kehamilan.

Lalu, sperma juga hanya mampu hidup di luar organ reprodusi manusia kurang lebih 30 menit. Maksudnya adalah sperma hanya bisa membuahi ovum jika berada di dalam testis, uretra, vagina, rahim, dan tuba fallopi atau jika benar-benar dekat dengan vagina. Di luar organ tersebut, sperma akan mati.

Ps: Kamu juga tidak perlu khawatir akan hamil jika ada semen (cairan ejakulasi) di sprei, toilet, atau wastafel. Selama cairan semen tidak masuk ke vagina, maka tidak ada risiko kehamilan yang akan terjadi.

  1. Jika kita berhubungan nih dok,trus sperma laki laki tidak dikeluarkan di sel telur, apakah itu dapat menyebabkan kehamilan?

Sedikit informasi, sperma berbeda dengan semen. Semen adalah cairan yang keluar melalui uretra pada laki-laki saat ejakulasi. Pada hampir semua laki-laki, semen mengandung sperma dan cairan dari beberapa kelenjar alat reproduksi (prostat dan vesikel seminal).

Pada saat intercourse, sebelum terjadinya ejakulasi, laki-laki mengeluarkan sedikit semen dan ini kita sebut semen pre-ejakulasi. Cairan ini mengandung sperma dan dapat menyebabkan kehamilan.

Kembali ke pertanyaan yang dikirimkan ke redaksi Dokter Gen Z, saya asumsikan bahwa maksud pertanyaannya adalah kamu dan pasanganmu tidak ejakulasi di dalam atau sangat dekat dengan vagina (contoh vulva). Jika kamu yakin bahwa tidak ada semen termasuk dengan cairan pre-ejakulasi yang keluar di vagina, maka kamu tidak perlu khawatir karena risiko untuk hamil sangat kecil. Tetapi ini hanya jika kamu yakin tidak ada sama sekali semen yang masuk di dalam vagina.

Sekitar 80-95% pasangan yang menggunakan withdrawal method (mengeluarkan penis dari vagina sebelum keluarnya semen) ternyata bisa hamil dalam jangka waktu 1 tahun. Sangat sulit untuk yakin 100% bahwa tidak ada semen yang keluar di vagina. Jadi cara terbaik untuk menghindari kehamilan adalah dengan menggunakan metode kontrasepsi lain seperti kondom atau IUD.

  1. Melakukan hubungan seks tapi tidak mengeluarkan sperma di vagina perempuan. Tapi pasangan saya sekarang menstruasinya sudah telat 3 hari. Apakah hamil?

Saya akan berasumsi bahwa kamu dan pasangan tidak menggunakan metode kontrasepsi lain selain withdrawal (ejakulasi diluar vagina).

Pertama, jika kamu yakin bahwa kamu tidak mengeluarkan semen, termasuk cairan pre-ejakulasi di dalam atau sangat dekat dengan vagina maka tidak ada yang harus kamu khawatirkan. Tetapi seperti yang saya tulis di atas, senggama terputus/ withdrawal/ ejakulasi di luar memiliki efektifitas yang rendah untuk mencegah kehamilan, karena sangat sulit untuk yakin 100% tidak ada semen yang keluar di dalam vagina.

Jika kamu khawatir, kamu bisa melakukan tes kehamilan. Jika pasangan kamu datang bulannya teratur, maka tes kehamilan cukup akurat dilakukan 5 hari setelah tanggal jadwal seharusnya menstruasi.

Di sini saya tuliskan sedikit “cheat sheet” untuk pasangan yang khawatir terjadi kehamilan:

Pertama – APAKAH SAYA BERISIKO HAMIL?

  1. Apakah kamu melakukan senggama/ intercourse lewat vagina?
    1. IYA – penis masuk ke vagina saat intercourse
    2. TIDAK – kami melakukan aktivitas seksual lainnya
  2. Apakah semen kontak dengan vagina?
    1. IYA – semen kontak langsung dengan vagina
    2. TIDAK – tidak ada semen yang kontak dengan vagina
  3. Apakah kamu menggunakan kontrasepsi yang terpercayasaat intercourse?
    1. TIDAK – kami tidak menggunakan kontrasepsi apapun
    2. IYA – menggunakan kondom, pil, IUD, implant, atau suntik

Jika kamu menjawab pilihan nomor 1 pada salah satu pertanyaan di atas maka kamu memiliki risiko hamil.

Kedua – APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN JIKA SAYA BERISIKO HAMIL?

A. Sudah masuk tanggal dimana kamu/ pasanganmu MENSTRUASI:

  1. Apakah kurang dari 5 hari sejak kamu melakukan intercourse tanpa pengaman (seks yang kamu khawatirkan)? 
    1. IYA – segera gunakan kontrasepsi emergensi. Paling efektif untuk mencegah kehamilan dalam 24 jam, maka segera ke dokter atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkannya.
    2. TIDAK – maka disarankan menunggu hingga menstruasi terjadi atau terlambat. Tes kehamilan umum yang tersedia di pasaran umunya akurat setelah 5 hari dari tanggal terakhir seharusnya jadwal menstruasi. 

“Remaja atau perempuan muda (12-21 tahun) umumnya memiliki siklus haid tidak teratur. Jika kamu tidak yakin maka  gunakan jalur menstruasi tidak teratur.”

B. Kamu/ pasangan kamu telat atau tidak menstruasi bulan ini:

  1. Apakah kamu yakin bahwa kamu benar sudah terlambat haid (lebih dari 5 hari dari tanggal terakhir kamu seharusnya menstruasi) atau tidak menstruasi sama sekali bulan ini (tidak menstruasi dalam 1 siklus menstruasi)?
    1. IYA – lakukan tes kehamilan menggunakan test-pack. Tes kehamilan yang bisa dilakukan di rumah dengan cukup murah dan akurat. Ikuti petunjuk yang tertera di boksnya dan jangan panik apapun hasilnya. Lanjutkan ke jalur E.
    2. TIDAK – jawab pertanyaan selanjutnya.

C. Jika menstruasi kamu tidak teratur atau menjawab tidak dipertanyaan sebelumnya:

  1. Apakah kamu sudah telat 3 minggu atau kurang sejak hubungan seksual yang kamu curigai menyebabkan kehamilan?
    1. IYA – ikuti jalur pertanyaan A.
    2. TIDAK – lakukan tes kehamilan.

D. Apakah kamu/ pasangan kamu telah menstruasi sejak intercourse yang kamu khawatirkan?

  • IYA kemungkinan kecil untuk kamu hamil karena intercourse yang kamu takutkan.
  • TIDAK – ikuti jalur A, B, atau C yang sesuai dengan kondisi kamu.

E. Apakah kamu memiliki tes kehamilan yang hasilnya positif?

  • IYA – lakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan untuk memverifikasi hasilnya.
  • TIDAK – jika kamu melakukan tes kehamilan sesuai petunjuk dan pada waktu yang benar ATAU tes kehamilan dilakukan oleh petugas kesehatan maka kita bisa yakin bahwa kamu tidak hamil.

Ada banyak variasi dari test-pack. Tes kehamilan yang paling sensitif di pasaran saat ini dapat mendeteksi kehamilan 8 hari setelah konsepsi. Jika menstruasi kamu teratur, maka kamu dapat menggunakan tes kehamilan ini sehari setelah tanggal terakhir kamu seharusnya mulai menstruasi. Jika menstruasimu tidak teratur, maka kamu bisa yakin bahwa tes kehamilan akurat, bila melakukan tes kehamilan 21 hari setelah berhubungan seksual.

Jadi gimana? Sudah paham kan apa saja penyebab dan aktivitas yang memiliki risiko kehamilan. Hmmm buat kamu yang masih remaja jadi bisa berhati-hati ya dalam melakukan segala yang berhubungan dengan aktivitas seksual, agar tidak terjadi risiko dan hal-hal di luar kemauan kalian. Dan untuk kamu yang masih bingung dan penasaran, jangan sungkan untuk kirim pertanyaan kamu kepada tim redaksi Dokter Gen Z melalui e-mail atau media sosial kita ya… Semangat!

 

  • 73
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya