Hai Sobat GenZ! Sudah pernah tahu kan soal masturbasi? Tapi kalau soal mastubasi perempuan, udah pada pernah denger belum? Tenang, sebelum dibahas lebih lanjut, kamu harus tahu nih kalau apa yang mau kita bahas bukan hal yang tabu, melainkan kita bahas dari sisi kesehatan. 

Masturbasi adalah tindakan merangsang tubuh dengan cara menyentuh, meraba atau memijat  organ kelamin sendiri. Tujuannya untuk memenuhi hasrat seksual dan mendapatkan kenikmatan seksual. Sebenarnya masturbasi ini adalah hal yang sangat normal dilakukan. Beberapa orang melakukannya sebelum melakukan aktivitas seksual berpasangan. Umumnya, laki-laki melakukan masturbasi dengan menggosok atau menggerakkan tangan ke atas dan ke bawah penis yang ereksi. Sedangkan pada perempuan mungkin menggunakan jari atau tangan untuk menggosok area di sekitar klitoris atau vagina mereka.

Banyak stigmanya | Photo by Burst from Pexels

Namun, ada stigma yang mengiringi masturbasi ini. Masturbasi dianggap tindakan yang menjijikkan dan memalukan. Laki-laki biasanya bersikap lebih terbuka untuk membicarakan hal ini. Tapi soal masturbasi perempuan? Super duper tabu!

Ada anggapan kalau alat kelamin perempuan sudah sepatutnya hanya digunakan untuk buang air kecil atau berhubungan seksual dengan pasangan. Katanya sih seharusnya bukan dirinya sendiri yang ‘menyentuh’ untuk mencapai kepuasan, melainkan harus laki-laki (pasangannya). Ada stigma jika perempuan yang melakukan masturbasi identik dengan mereka yang kesepian, semakin tua dan putus asa karena tidak kunjung memiliki pasangan. Itu sebabnya kenapa stigma-stigma tersebut membuat perempuan enggan berbicara soal masturbasi.

Padahal masturbasi pada perempuan juga ada manfaatnya loh, diantaranya: 

Mengenali diri lebih jauh

Perempuan yang melakukan masturbasi bisa membantu mengetahui dimana saja titik sensitif yang bisa disentuh untuk membangkitkan gairahnya. Hal tersebut akan membantu ketika melakukan hubungan seksual pertama kali, dimana perempuan bisa membantu pasangannya untuk memperoleh kepuasan bersama.

Mengurangi risiko kehamilan tidak direncanakan atau tertular penyakit menular seksual

Masturbasi mandiri menjadi salah satu cara untuk memenuhi hasrat seksual secara aman karena tidak bersinggungan dengan orang lain sehingga mengurangi risiko kehamilan karena tidak ada sel sperma dan sel telur yang bertemu saat mencapai orgasme. Walaupun begitu, bukan berarti kita bisa sembarangan ya dalam melakukan masturbasi. Kebersihan tetap harus dijaga. Cuci tangan dengan benar sebelum dan sesudah masturbasi. Jika ingin menggunakan alat, pastikan sudah bersih dan tidak digunakan bergantian. Terakhir, jangan melakukannya dengan terlalu kasar karena bisa mengakibatkan iritasi di kulit kelamin.  

Mencegah infeksi serviks dan meredakan infeksi saluran kemih

Masturbasi wanita dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi serviks karena saat wanita melakukan masturbasi, orgasme membukakan jalan serviks. Sementara itu, masturbasi dapat membantu menghilangkan rasa sakit karena infeksi saluran kemih, melumasi vagina, dan membuang bakteri jahat pada serviks.

Mengurangi stres

Mirip dengan aktivitas seksual berpasangan, orgasme yang dicapai ketika masturbasi juga akan merangsang keluarnya hormon oksitosin, hormon yang dikaitkan dengan perasaan bahagia. Selain itu, saat orgasme tubuh mengeluarkan hormon kortisol atau hormon stres sehingga mampu menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

 

Nah, ternyata ada juga ya manfaat masturbasi untuk perempuan. Keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan masturbasi ada di kamu. Namun yang perlu diingat adalah harus dilakukan dengan bersih, sehat dan tidak terlalu sering. Jangan sampai berlebihan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari. 

 

Referensi: 

  • 4
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya