Pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI akrab didengar dalam kampanye pencegahan kanker payudara. Seperti namanya, pemeriksaan dilakukan dengan melihat dan meraba area payudara secara mandiri.

“Emang ngaruh kalau cuma dipegang-pegang gitu?”

Faktanya, SADARI bisa menyelamatkan nyawa seseorang loh! Pemeriksaan ini jadi salah satu cara yang penting untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini. Deteksi dini sangat penting karena sebagian besar pasien kanker payudara datang berobat pada stadium lanjut. Padahal, jika terdeteksi dini dan segera diterapi, sebetulnya kanker sangat bisa ditangani dengan efektif.

Meskipun tidak ada tes tunggal yang dapat mendeteksi semua kanker payudara secara dini, SADARI yang dikombinasikan dengan metode skrining lain (seperti mamografi, USG, MRI, dan biopsi) dapat meningkatkan kemungkinan deteksi dini. Pemeriksaan payudara sendiri adalah metode praktis dan gratis yang dapat kamu lakukan secara teratur dan pada usia berapa pun.

Berikut langkah-langkah SADARI yang bisa kamu lakukan 7-10 hari setelah menstruasi di saat jaringan payudara tidak terlalu sensitif.

Langkah-langkah SADARI

Langkah 1

Berdiri tegak di depan cermin. Posisi bahu lurus dan kedua tangan di pinggang. Perhatikan kondisi payudara mengenai ukuran, bentuk, dan warna seperti biasanya. Kalau payudara kanan dan kiri tidak simetris, tenang saja yah karena itu normal. Tapi lain halnya jika terdapat perubahan yang lain dari biasanya. Cermati jika ada perubahan seperti berikut:

  • Lesung, kerutan, atau pembengkakan pada kulit payudara
  • Puting susu berubah posisi atau puting susu masuk ke dalam bukannya menonjol keluar
  • Kemerahan, nyeri, dan ruam.

Langkah 2

Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. Dorong siku ke depan dan cermati payudara. Lalu dorong siku ke belakang dan cermati apakah ada perubahan.

Langkah 3

Letakkan kedua tangan di pinggang, lalu bungkukkan sedikit badanmu sehingga payudara menggantung. Dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan (kontraksikan) otot dadamu. Cermati apakah ada tanda-tanda kemerahan, bengkak, atau benjolan di area payudara.

Langkah 4

Angkat lengan kiri ke atas dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara kiri hingga ke area ketiak. Ikuti pola untuk memastikan bahwa kamu telah memeriksa seluruh area payudara. Kamu bisa mulai dari puting susu, bergerak melingkar ke arah luar payudara sampai mencapai tepi luar payudara. Lanjutkan dengan menggerakkan jari ke atas dan ke bawah secara vertikal seperti sedang memotong rumput. Akhiri dengan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan.

Masih sama dengan langkah sebelumnya, cermati apakah ada perubahan pada payudara dan puting.

Langkah 5

Tekan atau cubit kedua puting susu secara perlahan. Cermati bila ada cairan tidak biasa yang keluar dari puting. Cairan ini bisa berupa seperti air, seperti susu, berwarna kuning, ataupun darah.

Langkah 6

Pada posisi berbaring, letakkan bantal di bawah bahu kanan lalu tekuk lengan kanan ke atas. Cermati payudara kanan dan lakukan pola gerakan seperti sebelumnya. Raba dan tekan area payudara kanan hingga daerah ketiak. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak. Ulangi langkah yang sama pada payudara kiri.

 

Mulai kebiasaan baik dengan SADARI

1. Jadikan kebiasaan rutin

Semakin kamu sering memeriksa payudaramu, semakin mudah untuk kamu mengetahui apakah ada yang berubah. Coba lakukan sebulan sekali untuk membiasakan diri dengan tampilan payudaramu. Lakukan 7-10 hari setelah menstruasi berakhir, ketika payudara cenderung tidak bengkak dan lunak. Jika kamu tidak lagi menstruasi, pilih hari yang mudah diingat, seperti hari pertama atau terakhir setiap bulan.

2. Kenali area sekitar payudara

Area atas dan luar payudara dekat ketiak bisa jadi memiliki benjolan. Jangan kelewatan waktu SADARI yah!

3. Catat ‘diary’ SADARI-mu

Mulai membuat jurnal di mana kamu bisa mencatat pemeriksaan payudara sendiri. Bentuknya bisa berupa peta kecil payudaramu dengan catatan di mana kamu merasakan benjolan atau perubahan. Jurnal ini bisa membantumu untuk mengingat kondisi normal payudaramu yang biasanya. Bukan hal yang aneh jika benjolan muncul pada waktu-waktu tertentu dalam sebulan tetapi kemudian menghilang karena siklus menstruasi.

 

Apa yang harus dilakukan kalau terdapat benjolan

1. Jangan panik jika kamu merasa menemukan benjolan di payudara

Kebanyakan perempuan memiliki benjolan atau area yang tidak rata di payudara sepanjang waktu yang bukan merupakan kanker. Ada sejumlah kemungkinan penyebab benjolan payudara non-kanker, termasuk perubahan hormonal yang normal, cedera, atau tumor payudara jinak.

2. Jangan ragu untuk menghubungi dokter jika kamu menemukan perubahan yang mengkhawatirkan

Hal ini terutama berlaku jika perubahan yang berlangsung lebih dari satu siklus menstruasi penuh atau benjolan mulai membesar. Jika kamu sedang menstruasi, coba tunggu sampai menstruasi untuk melihat apakah benjolan atau perubahan payudara lainnya hilang dengan sendirinya. 

3. Kumpulkan riwayat kesehatanmu

Ketika memeriksa benjolan di payudara, dokter akan mencatat riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik pada payudara. Ultrasonografi sering kali merupakan tes pencitraan pertama yang digunakan untuk memeriksa benjolan pada payudara perempuan yang berusia di bawah 30 tahun atau sedang hamil atau menyusui. USG dan mamografi biasanya direkomendasikan untuk memeriksa benjolan pada perempuan yang berusia di atas 30 tahun dan tidak sedang hamil atau menyusui. Jika pengujian lebih lanjut diperlukan, dokter mungkin merekomendasikan pencitraan tambahan dengan MRI (pencitraan resonansi magnetik), MBI (pencitraan payudara molekuler), dan/atau biopsi.

4. Pastikan kamu mendapatkan jawaban atas apa yang terjadi

Penting bagi dokter untuk memberi penjelasan tentang penyebab benjolan atau perubahan payudara lainnya dan rencana pemeriksaan lainnya jika perlu. Jika kamu merasa tidak nyaman dengan nasihat dari dokter pertama yang kamu temui, jangan ragu untuk meminta pendapat kedua.

 

Nah, setelah kamu yakin nih untuk melakukan SADARI, tentukan waktu secara rutin untuk melakukannya. Kalau kamu merasa ada benjolan dan tanda yang mencurigakan, jangan ragu untuk periksakan ke dokter yah!

Referensi:

Photo by cottonbro from Pexels

  • 10
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya