Sunat merupakan hal yang umum dilakukan laki-laki di Indonesia. Selain dari sisi kebersihan, sunat pada laki-laki dapat mencegah berbagai macam penyakit seperti infeksi saluran kemih hingga kanker pada penis. Lalu bagaimana dengan perempuan?

Meskipun jarang dibahas di masyarakat, nyatanya masih ada yang pro dan kontra terhadap  sunat perempuan. Di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia, sunat perempuan dilakukan karena dianggap sebagai bagian dari tradisi dan kepercayaan. Bahkan laporan UNICEF tahun 2016 menunjukkan bahwa lebih dari 200 juta perempuan dan anak-anak di seluruh dunia menjadi korban sunat perempuan. Terutama di negara Mesir, Ethiopia dan Indonesia. 

Untuk menjawab rasa penasaran teman-teman, kali ini Dokter GenZ akan berikan informasi mengenai sunat perempuan. Simak baik-baik ya!

Apa itu sunat perempuan

Female Genital Mutilation (FGM) atau Pemotongan/Perlukaan Genitalia Perempuan (P2GP) adalah sebuah prosedur yang menyebabkan cedera pada sebagian atau seluruh alat kelamin perempuan untuk alasan non-medis. Prosedur ini masih terjadi di berbagai daerah karena dianggap sebagai bagian dari tradisi dan kepercayaan.

Pada bagian mana perempuan disunat

Sobat GenZ pernahkah terbesit pertanyaan seperti itu? Nah, FYI nih bagian sunat laki-laki dengan perempuan tidak sama. Bagian alat vital perempuan yang disunat namanya adalah frenulum (kulit penutup klitoris).  Mungkin Sobat GenZ masih asing dengan istilah klitoris. Klitoris adalah bagian alat reproduksi wanita yang berperan dalam memicu orgasme. Karena letak klitoris ditutup oleh frenulum (kulit penutup klitoris) sehingga dilakukan sunat dengan cara ditusuk jarum supaya bisa menikmati orgasme lagi. 

Tipe-tipe sunat perempuan

Ilustrasi tipe sunat perempuan | Photo via Instagram Dokter GenZ

Ada beberapa tipe perlukaan pada alat kelamin perempuan:

  • Tipe I: Klitoridektomi, yaitu pemotongan sebagian atau seluruh klitoris dan lipatan kulit (frenulum) yang mengelilingi klitoris.
  • Tipe II: Eksisi, yaitu pemotongan sebagian atau seluruh klitoris dan lipatan dalam vulva (labia minora).
  • Tipe III: Infibulasi, yaitu penyempitan lubang vagina dengan pembuatan segel penutup. Segel ini dibentuk dengan memotong dan memposisikan ulang labia minora, atau labia majora. 
  • Tipe IV: Segala macam prosedur yang dilakukan pada genital untuk tujuan non-medis, penusukkan, perlubangan, atau pengirisan/penggoresan terhadap klitoris.

Mengapa sunat perempuan berbahaya

Masih banyak pemaksaan sunat perempuan | Girl photo created by jcomp – www.freepik.com

Sebanyak 72% sunat perempuan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia dilakukan dengan cara berbahaya, seperti menyayat, menggores, dan memotong sebagian atau seluruh ujung klitoris. Padahal sunat perempuan sudah terbukti tidak memberikan manfaat dari segi kesehatan. Banyak dampak negatif yang justru perlu diperhatikan jika praktik sunat perempuan dilanggengkan. Maka dari itu, sunat perempuan ini termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia.

 

Sobat GenZ sekarang sudah lebih tahu kan mengenai sunat perempuan. Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Yuk edukasi diri sendiri lalu turut dukung gerakan untuk menghapuskan sunat perempuan di Indonesia.

 

Referensi:

  • 44
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya