Rambut pubis atau rambut yang tumbuh di kelamin kita punya banyak manfaat yang jarang diketahui. Salah satunya sebagai pelindung untuk mengurangi gesekan saat melakukan aktivitas seksual dan aktivitas lainnya. Namun, di balik manfaat tersebut, ada beberapa orang yang terkadang merasa tidak nyaman dengan tumbuhnya rambut di daerah tersebut dan memilih untuk mencukurnya. Tapi tidak jarang juga ada orang yang membiarkan rambut pubisnya tumbuh. 

Nah Sobat GenZ, kali ini bakal kita bahas nih kira-kira apa yang akan terjadi kalau dicukur dan apa juga yang akan terjadi jika dibiarkan saja.

Membiarkan tumbuh

Dibiarkan tumbuh, asal tetap dirawat | credit: Deposit Photos via id.depositphotos.com

Untuk Sobat GenZ yang “natural-natural club” alias membiarkan rambut pubis tumbuh, tenang aja! Rambut pubis tidak seperti rambut kepala yang akan memanjang sedemikian rupa karena siklusnya berbeda dengan rambut kepala. Jika rambut kepala siklusnya dua sampai enam tahun, rambut pubis ini hanya sekitar empat bulan. Ketika sudah berada di akhir siklus, rambut pubis biasanya akan rontok dan akan tumbuh rambut baru. 

Tapi eh tapi, tidak apa apa bukan berarti tanpa ada hal yang perlu dikhawatirkan. Terlebih di Indonesia yang memiliki iklim tropis dan membuat kita lebih mudah berkeringat. Rambut pubis yang tebal dan tidak dijaga kebersihannya bisa saja menjadi tempat bakteri. Jadi kalau Sobat GenZ memilih untuk tidak mencukur rambut pubis, pastikan menjaga kebersihan yah. 

Mencukur

Cukur-cukur club | credit: Deposit Photos via id.depositphotos.com

Pilihan kedua adalah mencukur rambut pubis. Manfaat dari mencukur antara lain adalah untuk menjaga kebersihan. Selain itu, mencukur rambut pubis juga dapat menimbulkan sensasi seksual tertentu, meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan gairah.

Meskipun terlihat mudah, namun jika mencukur rambut pubis dilakukan dengan cara yang tidak benar bisa mengakibatkan luka dan iritasi karena kulit yang ada di area tersebut masuk kategori sensitif. 

Orang yang mencukur rambut pubis bisa jadi memiliki alasan tertentu, contohnya seperti:

1. Pilihan pribadi

Ada sebagian orang yang memang menyukai kondisi ‘tanpa rambut’ dan kemudian menjadikan dia rutin untuk mencukur rambut pubisnya.

2. Preferensi pasangan

Ada pula kategori orang yang memilih untuk mencukur rambut pubisnya berdasarkan permintaan pasangan, baik permintaan secara langsung atau ‘kode-kodean’.

3. Meningkatkan kepuasan

Sebuah studi di Belgia tahun 2019 menunjukkan adanya korelasi antara penghilangan rambut pubis dan kepuasan dalam hubungan. Ditemukan juga bahwa rasa feminin seorang wanita meningkat setelah mencukur rambut pubisnya.

4. Mengikuti peraturan yang berlaku di lingkungan

Beberapa orang mungkin memilih untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat terkait cara merawat rambut pubis yaitu dengan mencukurnya.

 

Di samping alasan-alasan yang melatarbelakangi seseorang mencukur rambut pubis, ternyata mencukur rambut pubis juga punya risiko loh, Sobat GenZ. Iritasi dan kulit terluka adalah kemungkinan pertama yang bisa terjadi jika penggunaan pisau cukur kurang tepat. Kemudian risiko lainnya adalah munculnya rasa gatal sampai rasa terbakar jika kulit tidak cocok pada salah satu zat saat menggunakan krim khusus untuk merontokkan rambut. 

Namun jika kamu memutuskan untuk mencukur rambut pubis, pastikan harus dilakukan dengan hati-hati ya. Pisau cukur atau gunting yang digunakan untuk mencukur bulu pubis sebaiknya disimpan di tempat yang bersih dan tidak digunakan secara bergantian.

 

Jadi begitu, Sobat GenZ! Gimana nih, udah menentukan belom kira-kira kalian jadi tim “Biarin aja” atau “Cukur aja”? Semua pilihan ada di tangan kalian masing-masing. Tapi tetap yang terpenting adalah selalu menjaga kebersihan dan kesehatan rambut kelamin. 

 

Referensi : 

  • 13
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya