Melihat album kenangan fotomu saat bayi dulu, nampak ekspresi bahagia kedua orangtua yang menggendongmu dengan penuh cinta. Lalu saat kamu mulai bisa beraktivitas seperti bicara hingga mengambil langkah pertama, ekspresi mereka tampak begitu bangga. Mereka rela berjuang melawan panas dan hujan demi bisa memberi yang terbaik buatmu. Mulai dari urusan makanan sampai pendidikan.

Nah pernah nggak sih kamu berpikir gimana perasaan mereka yang perlahan melihatmu dewasa? Berikut adalah beberapa curahan hati orangtuamu yang perlu kamu tahu. Mungkin dengan baca ini kamu bisa lebih ngerti kenapa mereka ngelakuin itu ke kamu.

Kalimat Pak Brahma dan Ibu Ningsih kepada anaknya yang berusia 18 Tahun

“Kamu sedang di mana? Udah makan, belum? Nanti pulang jam berapa?”

Kamu mungkin kesel saat tengah asik main bareng teman-teman tapi orangtuamu tiba-tiba nelpon dan memberondongmu dengan pertanyaan seperti di atas. Tapi kamu jangan langsung marah ya. Kamu harus paham kalau hal itu dilakukan karena orangtua peduli dan sayang sama kamu. Orangtua itu akan selalu memikirkan keadaanmu. Terlebih kalau kamu jauh dari rumah. Mereka selalu ingin tahu kabarmu dan memastikan kalau kamu udah makan, cukup istirahat, nggak sakit, dan selalu bahagia.

Mau sedewasa apa kamu nanti, orangtua selalu akan mengkhawatirkanmu. Mereka selalu menganggap kamu itu anaknya yang masih kecil dan masih butuh perlindungan mereka. Yakinlah bahwa mereka itu selalu pengen nelponin kamu untuk memastikan bahwa kamu baik-baik saja.

Curhat Pak Amir soal alasannya ngajarin disiplin untuk anaknya yang kelas 3 SMP

“Pokoknya papa nggak setuju!”

Kamu pasti pernah ngerasa bahwa orangtua terlalu ikut campur sama hidupmu. Di balik itu mungkin kenyataannya gini. Orangtua akan selalu memikirkan tentang masa depanmu, mereka nggak mau nantinya kamu mengalami kesulitan dalam hidup yang tidak perlu Makanya mereka mungkin terkesan agak ngatur-ngatur hidupmu. Mulai dari urusan pakaian, sekolah sampai pergaulan, biasanya orangtua punya andil. Bahkan mungkin sampai kamu lulus SMP/SMA, semuanya yang ngatur bisa jadi adalah orangtua. Ini semua dilakukan karena mereka khawatir dan pengen kamu jadi orang yang bener.

Nasihat Mami Indah buat anaknya (17 Tahun) yang sekarang udah mulai jatuh cinta

“Dek, kamu jangan pacaran dulu deh, ya. Sekolahnya yang bener dulu”

Harus diakui bahwa jarang ada orangtua di Indonesia yang ‘oke’ aja pas anaknya pacaran. Terlebih kalau kamu masih usia sekolah. Meski pada akhirnya kamu sendiri yang ngenalin pacarmu ke orangtua, mereka pengennya kamu fokus ke sekolahmu dulu. Walaupun pacarmu itu baik menurutmu, tapi tetap saja, bagi orangtua, sekolah itu nomor satu. Kamu masih dianggap terlalu kecil untuk berhubungan dekat dengan teman dalam konteks yang spesial.

Ada perasaan nggak tenang saat orangtua ngelarang kamu pacaran. Mereka khawatir kamu terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan sampai khawatir kamu jadi ngejauh dari mereka. Ini alasan lain yang bikin orangtua melarang kamu pacaran. Tapi nggak usah terlalu khawatir. Saat kamu udah dewasa dan bisa membuktikan kamu bertanggung jawab atas dirimu, orangtua pasti luluh dan mengizinkan kamu buat pacaran kok.

Dari Ibu Tri dan Pak Sam buat anaknya yang sekarang sedang kelas 2 SMA

Mungkin kamu pernah kesel sama kelakuan orangtuamu. Entah itu karena mereka yang norak saat kalian jalan bareng atau orangtua yang posting foto masa kecilmu yang sempat alay dulu di media sosial dan nge-tag kamu. Cuma yang harus kamu tahu, orangtuamu nggak pernah ada niatan buat bikin kamu malu. Kamu mesti inget waktu kecilan kan kamu seneng banget deket-deket sama ortu bukannya malu.

Mereka cuma ingin berbagi cerita pada orang lain bahwa kamu adalah buah hati yang mereka sayangi dan banggakan. Jadi tolong jangan anggap kelakuan mereka memalukan. Kalau orangtuamu lagi kayak gitu, nikmati aja selagi bisa bareng-bareng mereka.

Isi hati Abah Majid dan Ibu Tanti kepada putranya yang baru masuk SMP

“Ibu dan Abah tuh nggak pernah punya waktu buat aku! Aku benci!”

Setiap anak pasti pengen menghabiskan waktu bersama orangtuanya. Termasuk kamu. Tapi kadang realitanya nggak seperti itu. Alih-alih sama kamu, orangtua justru kadang terlalu sibuk sama pekerjaan sampai kalian jarang bertemu. Tapi bukan berarti hal itu adalah kemauan orangtua.

Orangtua juga pengen menghabiskan waktu bersama kamu. Tapi apa daya mereka harus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga, termasuk kamu. Jadi jangan langsung marah ya saat orangtuamu sibuk.

 

Kalau sikap orangtuamu nggak sejalan denganmu, maklumin aja. Mereka pun punya rasa takut kehilanganmu seiring dengan bertambah dewasanya usiamu.

Kuncinya adalah komunikasi. Kalau komunikasimu dan orangtua berjalan dengan tepat, semuanya bakal sama-sama nyaman.

Tetaplah memahami perasaan mereka meski nantinya kamu nggak akan mengiyakan semua kemauannya. Setidaknya kamu tetap menghormati dan sayang kepadanya. Kamu mungkin bisa tanya sama orangtua kamu apakah mereka juga ngerasain apa yang dirasain orangtua-orangtua di artikel ini.

  • 3K
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya