Hayo Sobat GenZ, muka aja dirawat pakai skincare, kalau organ reproduksi dirawat juga nggak nih kebersihannya? Menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi ini penting banget loh, apalagi untuk perempuan yang sudah pubertas dan mengalami menstruasi. Buat yang udah menjaga dan merawat kesehatan organ reproduksi, lanjutkan! Buat yang belum, yuk simak beberapa hal seputar merawat area kelamin perempuan.

Membasuh area kelamin secara rutin

Bersihkan secara rutin yah! | Photo by Timothy Meinberg on Unsplash

Ini yang paling simpel: basuh area kelamin dengan air bersih. Cara membasuh yang benar adalah dari arah depan ke belakang atau dari area pembukaan vagina ke arah anus. Tujuannya untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina yang bisa menyebabkan infeksi. Setelah itu, jangan lupa keringkan dengan handuk atau tisu toilet yang lembut. 

Terkait penggunaan sabun pembersih gimana nih? Sebenarnya penggunaan cairan atau semacam sabun itu tidak dianjurkan karena bisa menghilangkan bakteri baik yang ada di area vagina. Kalau bakteri baik hilang, gantian bakteri jahat nih yang akan berkembang biak dan bisa mengakibatkan infeksi tertentu. Mungkin kamu menggunakan sabun karena terganggu dengan keputihan, tapi sebenernya normal banget untuk perempuan mengalami keputihan. Keputihan tidak selalu menjadi pertanda buruk, namun tetap perlu diwaspadai semisal sudah berbau semakin menyengat, warnanya berubah atau jumlahnya yang semakin banyak. Kalau hal ini terjadi, segera ke layanan kesehatan untuk konsultasi yah.

Hindari vaginal douching

Terlalu bersih juga nggak baik | Photo by cottonbro from Pexels

Vaginal douching adalah aktivitas membersihkan vagina dengan menggunakan cairan pembersih khusus yang disemprotkan ke dalam lubang vagina. Cairan yang digunakan biasanya mengandung air, baking soda, cuka, pewangi, dan antiseptik. Orang biasanya melakukan douching karena merasa lebih bersih setelah douching. Padahal sebenarnya vagina udah punya mekanisme sendiri nih dalam hal pembersihan. Jadi sebenarnya douching tidak terlalu diperlukan. Selain itu, douching juga menghilangkan bakteri baik yang berakibat pada perubahan pH(tingkat keasaman) dalam vagina itu sendiri. Menyemprotkan air ke vagina juga nggak disarankan. Jadi, cukup bersihkan area vulva dengan air bersih dari depan ke belakang secara rutin yah.

Merawat rambut pubis

Rambut kelamin juga harus dirawat | credit: Deposit Photos via id.depositphotos.com

Terkait rambut pubis, baik dibiarkan tumbuh maupun dipotong secara berkala, itu tergantung pilihanmu. Tapi kamu harus tahu nih kalau rambut pubis ini sebenarnya punya beberapa manfaat seperti mencegah kotoran masuk hingga mengurangi gesekan saat berhubungan seksual atau bergesekan dengan celana yang kita pakai. Jika tidak dirawat, rambut pubis bisa menjadi lembab dan berpotensi menjadi sarang bakteri. Jadi, menjaga rambut pubis untuk tetap bersih juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan area kelamin ya gaes.

Berhubungan seksual dengan aman

Biar nggak kenapa-napa | Photo created by halayalex – www.freepik.com

Untuk yang sudah aktif secara seksual, menggunakan pelindung seperti kondom bisa jadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan organ reproduksi karena bisa mencegah dari penyakit menular seksual mengingat berbagai bakteri dan virus bisa masuk saat berhubungan seksual. Namun terkadang penggunaan kondom juga bisa mengakibatkan iritasi pada vagina karena gesekan. Penggunaan pelumas bisa jadi salah satu cara untuk mencegah iritasi ini. Tapi bukan berarti bisa sembarang digunakan lho. Ada beberapa bahan yang mungkin ada dalam pelumas yang sebaiknya dihindari. Contohnya: paraben, pelumas yang memiliki aroma, rasa, minyak non-alami dan pewarna. Jadi, sebaiknya sebelum membeli cek dulu komposisinya dulu ya.

Buang air kecil setelah berhubungan seksual

Bersih bersih itu penting | Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Buang air kecil setelah berhubungan seksual bisa mengurangi risiko terkena infeksi saluran kemih karena dapat membantu membersihkan uretra dari bakteri berbahaya. Sebenarnya manfaat buang air kecil setelah berhubungan intim ini lebih terasa pada perempuan mengingat saluran uretra pada perempuan berdekatan dengan anus, sehingga ada kemungkinan lebih tinggi terjadi penyebaran bakteri dari anus ke uretra. Hal ini berbeda dengan laki-laki yang sistem uretranya lebih panjang dan jauh dari anus.

Menggunakan pakaian dalam bersih dan nyaman

Sering-sering ganti celana dalam | Photo created by halayalex – www.freepik.com

Sama seperti baju yang ketat, penggunaan pakaian dalam yang ketat juga bisa bikin nggak nyaman. Selain menjadikan kita tidak bebas bergerak, pakaian dalam yang ketat bisa membuat area kelamin kita juga sulit ‘bernafas’. Bahan katun adalah yang terbaik karena dapat menyerap keringat serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari bahan nilon karena dapat memerangkap panas dan kelembapan sehingga bakteri mudah berkembang biak. Ganti celana dalam setiap hari atau dua kali sehari (atau ketika memang sudah tidak nyaman).

Rutin melakukan cek kesehatan

Cek kesehatan | Photo created by wavebreakmedia_micro – www.freepik.com

Melakukan tes terkait infeksi menular seksual sangat disarankan untuk dilakukan secara rutin. Apalagi jika kamu sudah aktif secara seksual. Hal ini jadi langkah antisipasi awal dari penularan berbagai macam penyakit. Semakin awal penyakit terdeteksi dan diketahui, semakin cepat pula penanganan yang diberikan.

 

Itu tadi hal-hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan area kelamin perempuan. Merawat area kelamin juga termasuk self care loh! Jadi yuk sayangi diri sendiri dengan merawat area kelamin secara rutin.

 

Referensi:

  • 4
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya