Hai Sobat GenZ yang sudah pubertas! Pernah memperhatikan rambut yang tumbuh di area kelamin nggak? Ternyata meskipun tumbuh di tempat yang tersembunyi, rambut ini punya banyak fungsi yang belum banyak orang tahu loh.

Sebelum lanjut kita kenalan dulu, rambut kelamin atau bisa disebut juga sebagai rambut pubis ini adalah salah satu perubahan yang diakibatkan oleh hormon androgen yang meningkat di tubuh kita saat sudah memasuki usia pubertas. Hormon androgen ini juga yang menumbuhkan rambut-rambut halus lainnya di tubuh kita. Oleh karena itu, tumbuhnya rambut di kelamin ini menjadi salah satu tanda manusia sudah memasuki masa pubertas dan organ reproduksinya juga sudah mulai aktif.

Banyak yang belum tahu fungsinya | credit: Deposit Photos via id.depositphotos.com

Meskipun tidak terlihat seperti rambut yang tumbuh diatas kepala, tapi rambut kelamin ini juga punya fungsi yang penting juga, diantaranya: 

1. Mengurangi gesekan 

Kulit pada area kelamin adalah salah satu bagian yang sensitif, jadi rentan iritasi kalau terjadi gesekan. Nah, rambut kelamin tumbuh sebagai pelindung untuk mengurangi risiko iritasi karena gesekan tersebut, baik saat aktivitas seksual atau gesekan dengan hal lain seperti celana yang kita kenakan.

2. Melindungi dari bakteri dan patogen

Selain mengurangi gesekan, rambut kelamin juga memiliki fungsi untuk “menangkap” bakteri, mikroorganisme atau kotoran lain yang berbahaya. Folikel rambut kelamin juga menghasilkan sebum atau minyak yang berfungsi untuk mencegah bakteri berkembang biak.  Rambut kelamin juga melindungi dari beberapa infeksi tertentu seperti Infeksi Menular Seksual (IMS), Infeksi Saluran Kemih (ISK), vaginitis, dan infeksi jamur.

3. Menandakan kematangan organ reproduksi

Rambut kelamin ini tumbuh saat masa pubertas dan menandakan organ reproduksi sudah mulai aktif dan bisa bereproduksi, yang berarti laki-laki bisa menghasilkan sperma untuk membuahi dan perempuan sudah menghasilkan sel telur yang jika dibuahi bisa terjadi kehamilan. Nah Sobat GenZ, rambut kelamin sudah bisa menjadi “tanda” pula untuk  mulai berhati-hati dan bertanggung jawab nih dalam setiap keputusan terkait seksualitas yang akan berdampak pada masa depan kita.

4. Transmisi feromon

Feromon ini bukan adek kelasnya Doraemon ya, Sobat GenZ. Feromon ini adalah zat kimia yang ada pada hewan. Zat ini akan disekresikan (dikeluarkan) saat musim kawin untuk menarik lawan jenis. Apakah manusia juga punya feromon? Belum ada sih penelitian yang secara jelas menunjukkan kalau manusia juga punya feromon. Namun peneliti dari Florida State University pernah mengemukakan kalau perempuan yang sedang berada di masa ovulasi (sel telur lepas dari ovarium dan siap dibuahi) mengeluarkan aroma khusus yang bisa meningkatkan hormon testosteron. Hormon testosteron sendiri berperan sebagai peningkat nafsu seksual atau yang lebih dikenal dengan istilah libido, baik pada wanita maupun pria.

Lalu hubungannya sama rambut kelamin? Ada teori yang mengatakan kalau rambut kelamin bisa menjebak feromon tadi sehingga meningkatkan ketertarikan kita pada calon pasangan seks. Namun, sebagian besar studi ilmiah belum menemukan bukti yang kuat untuk teori tersebut. 

 

Sobat GenZ, perlu diketahui kalau rambut kelamin yang tumbuh adalah sesuatu yang normal. Tempat tumbuh serta tebal tipis rambut kelamin berbeda pada masing-masing orang tergantung pada perkembangan hormon yang dimiliki oleh orang tersebut. Tidak ada standar kenormalan yang menyertainya. Akan tetapi, lebih baik tetap dikonsultasikan ke dokter kalau Sobat GenZ merasakan ada yang tidak beres dan membuat tidak nyaman ya. Nggak perlu malu, toh kan juga untuk kesehatan kita sendiri ke depannya. OK, Sobat GenZ? 

 

Referensi: 

  • 30
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya