Bagaimana kabar kamu sobat Gen Z? Semoga selalu sehat dan masih betah #dirumahaja ya. Nah untuk nemenin kegiatan kamu di rumah, kali ini tim Dokter Gen Z akan bertanya sama ahli yakni dokter Telly Kamelia dari RSCM UI seputar virus corona yang kemarin udah dibahas bareng-bareng sama temen-temen Gen Z dari seluruh Indonesia. Yuk siap-siap disimak^^

Bagaimana dok tanggapannya mengenai pendapat Gen Z soal COVID-19? Apakah pemahaman mereka sudah cukup benar?

Jawabannya sudah cukup baik dan informasinya sudah mencakup pemahaman COVID-19 secara garis besar  Mungkin ada sedikit yang bisa saya tambahkan. Jadi benar sekali bahwa COVID-19 (singkatan dari Coronavirus Disease-2019) merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, penyakit ini disebabkan oleh virus rantai RNA yang bernama SARS-CoV-2. 

Bagaimana dengan gejala seseorang yang tertular COVID-19?

Gejala COVID-19 diawali dengan demam yaitu suhu tubuh ≥38ºC, gejala saluran nafas bagian atas seperti batuk/ pilek/ nyeri tenggorokan dan disertai gejala pneumonia seperti sesak napas, pernapasan yang cepat dan dangkal, hingga rasa sesak di dada yang dirasakan semakin berat saat batuk, dan harus disertai adanya (interaksi dengan penderita) atau riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir. Namun jika tidak ditangani dengan baik, gejala-gejala ringan ini dapat menjadi lebih berat dan mengancam nyawa. Walaupun kelihatannya sederhana, untuk mengetahui apakah orang tersebut terdiagnosa COVID-19 harus dilakukan pemeriksaan laboratorium menggunakan spesimen dari swab saluran napas (nasofaring/ orofaring), dahak, dan pemeriksaan darah.

Bagaimana cara menangkal penularannya dok?

Penting kita ketahui bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus merupakan penyakit self-limited disease alias bisa sembuh sendiri, asalkan kita punya imunitas yang kuat. Cara meningkatkan imunitas tidak hanya semata-mata mengkonsumsi vitamin penambah daya tahan tubuh, tetapi juga mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersih dan matang, mengandung karbohidrat, protein, vitamin serta mineral yang cukup. Selain itu faktor eksternal juga sangat diperlukan untuk memproteksi diri, yaitu dengan mempraktikkan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin dengan lengan baju atau tisu, menjaga lingkungan tetap bersih dan terdapat sirkulasi yang baik, tidak memegang area wajah dengan tangan yang kotor serta menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain. Hal ini penting diketahui karena virus ini paling mudah menyebar melalui droplets (cairan yang dikeluarkan saat batuk atau bersin) dan masuk ke saluran pernapasan orang yang sehat.

Perlu nggak dok kita pakai masker dan hand sanitizer?

Kedua hal ini sama-sama baik untuk memproteksi tubuh, masker yang direkomendasikan untuk dipakai yaitu masker bedah dan masker N95, penggunaan masker diutamakan bagi orang sakit, tetapi pada keadaan tertentu seperti di kendaraan umum, orang sehat diperbolehkan memakai masker.  Sedangkan penggunaan hand sanitizer sepatutnya hanya pada kondisi tertentu atau tidak memungkinkan adanya air mengalir, jadi hal yang benar adalah dengan tidak menggantikan peran utama cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Terdengar cukup ribet dan menegangkan ya? Kita boleh saja takut dan khawatir terhadap COVID-19 tetapi yang terpenting ialah harus tetap waspada, karena jika kita hanya berdoa tanpa usaha maka akan menjadi sia –sia.

Nah itu dia tanya jawab seputar COVID-19 bersama dokter Telly, jangan lupa ikutin terus perkembangan soal corona hanya di Dokter Gen Z ya. Atau kalau kamu masih punya pertanyaan yang ingin dijawab sama para ahli, bisa tulis di kolom komentar, via media sosial, atau email Dokter Gen Z di doktergenz@hipwee.com.

dr. Telly Kamelia, Sp. PD-KP
Pulmonolog RSCM UI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • 38
    Shares

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya